Oct 15, 2026
Politik

Mandalika 2026 Dorong Talenta Nasional dan UMKM Lokal

Jakarta — Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, ditetapkan sebagai agenda strategis yang tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetap...

Mandalika 2026 Dorong Talenta Nasional dan UMKM Lokal

Jakarta — Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, ditetapkan sebagai agenda strategis yang tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah melalui pengembangan talenta muda nasional dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Gelaran yang masuk dalam kalender resmi MotoGP tersebut diproyeksikan menjadi katalis pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di kawasan Mandalika beserta wilayah sekitarnya.

Pendorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektor, penyelenggaraan balapan kelas dunia di Mandalika memberikan dampak berganda bagi perekonomian Nusa Tenggara Barat. Sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga kerajinan tangan daerah menerima limpahan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara selama rangkaian kegiatan berlangsung.

"Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika menjadi momentum strategis untuk menggerakkan roda perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku UMKM yang berada di sekitar kawasan sirkuit," demikian pernyataan yang ditegaskan dalam forum koordinasi tersebut.

Pemerintah daerah bersama penyelenggara menetapkan sejumlah program pendampingan bagi pelaku usaha lokal agar dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang terbuka. Program tersebut mencakup pelatihan standarisasi produk, perluasan akses pemasaran digital, serta penyediaan ruang promosi bagi UMKM di area penyelenggaraan.

Pengembangan Talenta Muda Nasional

Selain dampak ekonomi, ajang ini juga ditetapkan sebagai wadah pembinaan talenta nasional di bidang otomotif dan industri pendukung. Kehadiran tim-tim balap internasional, teknisi, serta tenaga ahli dari berbagai negara membuka kesempatan transfer pengetahuan bagi generasi muda Indonesia.

Dalam rapat tersebut dinyatakan bahwa sejumlah program kolaborasi disiapkan untuk melibatkan pelajar dan mahasiswa teknik, khususnya dalam kegiatan pengenalan teknologi balap, manajemen tim, hingga aspek keselamatan lintasan. Langkah ini menindaklanjuti kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten di industri otomotif nasional.

Pengembangan talenta tersebut dinilai sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam menyiapkan generasi produktif yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global. Pelibatan institusi pendidikan, komunitas otomotif, dan pelaku industri menjadi bagian tidak terpisahkan dari rangkaian penyelenggaraan.

Sinergi Multipihak dan Keberlanjutan

Keberhasilan penyelenggaraan menuntut sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, serta masyarakat setempat. Rapat koordinasi menetapkan sejumlah kesepakatan terkait kesiapan infrastruktur, pengelolaan kawasan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal.

"Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar manfaat penyelenggaraan dapat dirasakan secara berkelanjutan, tidak hanya selama periode balapan berlangsung," demikian keputusan yang diambil dalam forum tersebut.

Penyelenggara juga menegaskan komitmen untuk menjaga standar penyelenggaraan internasional, termasuk aspek keselamatan, kenyamanan penonton, dan kelestarian lingkungan di kawasan Mandalika. Komitmen tersebut mencakup pengelolaan limbah, pengaturan mobilitas, serta pelibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai lini operasional.

Dengan penetapan rangkaian program pendampingan bagi UMKM dan talenta muda, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ditetapkan bukan sekadar perhelatan olahraga, melainkan instrumen pembangunan daerah. Dampak jangka panjangnya diharapkan memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus pusat pengembangan industri pendukung otomotif nasional.

Pemerintah daerah menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program, guna memastikan sasaran ekonomi dan pembinaan sumber daya manusia tercapai sesuai keputusan yang telah ditetapkan dalam rapat koordinasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User