Lulusan SMA & SMK Diusulkan Ikut Magang Nasional, Menaker Buka Suara
Jakarta – Usulan perluasan Program Magang Nasional mencuat dalam rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Gedung DPR, Senin (6/7/2026). Dalam forum tersebut,
Jakarta – Usulan perluasan Program Magang Nasional mencuat dalam rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Gedung DPR, Senin (6/7/2026). Dalam forum tersebut, Anggota Komisi IX DPR Surya Utama, yang juga dikenal sebagai Uya Kuya, menyuarakan pentingnya memberikan akses magang bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Saat ini, program Magang Nasional yang menyediakan uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) hanya diperuntukkan bagi lulusan baru jenjang sarjana dan diploma. Kondisi ini dinilai mengabaikan potensi besar lulusan jenjang menengah, terutama di daerah-daerah yang minim akses terhadap dunia industri.
Usai menerima masukan tersebut, Menaker Yassierli memberikan tanggapan terbuka, menyatakan bahwa pemerintah tengah mengkaji skema perluasan agar program ini lebih inklusif. Menurutnya, Kementerian Ketenagakerjaan memahami keresahan banyak pihak mengenai keterbatasan kesempatan magang bagi lulusan SMA dan SMK, yang kerap menjadi kelompok paling rentan dalam persaingan pasar kerja. Yassierli menegaskan bahwa sasaran utama Magang Nasional memang difokuskan pada peningkatan kompetensi dan produktivitas, sehingga tidak menutup kemungkinan bagi lulusan SLTA untuk dilibatkan di masa mendatang.
Proposal Perluasan Program
Dalam rapat yang berlangsung hangat tersebut, Uya Kuya menyoroti ketimpangan antara kebutuhan industri dan sumber daya manusia yang tersedia. Ia menilai banyak SMK dan SMA di pelosok yang sudah menghasilkan lulusan berkualitas, namun terhalang minimnya jembatan menuju dunia kerja. Oleh karena itu, ia mengajukan agar pemerintah segera merevisi ketentuan peserta Magang Nasional agar mencakup lulusan baru dari jenjang SLTA, sejalan dengan program pengentasan pengangguran di kalangan usia muda. Ia juga meminta Kemnaker untuk memastikan bahwa distribusi program ini merata hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal dari sisi koneksi industri.
"Bagaimana Kemnaker ini memastikan bahwa program Magang Nasional dapat dirasakan oleh seluruh lulusan SMK dan SLTA sederajat di Indonesia, termasuk di daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses ke dunia industri," ujar Uya Kuya di hadapan Menaker dan jajaran Kemnaker.
Menaker Yassierli mengapresiasi usulan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ketenagakerjaan nasional. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian teknis terkait, termasuk Kementerian Pendidikan, guna menyelaraskan kurikulum SMK/SMA dengan kebutuhan industri yang akan menjadi lokasi magang. “Kita ingin menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara peserta magang, dunia usaha, dan pemerintah. Perluasan ini memang sedang kita godok agar tepat sasaran,” kata Yassierli.
Rencana ini mendapat sambutan positif dari para anggota dewan yang hadir. Mereka berharap apabila perluasan terwujud, jumlah peserta Magang Nasional dapat melonjak signifikan, sekaligus menekan angka pengangguran yang didominasi oleh lulusan menengah. DPR juga mendorong agar alokasi anggaran untuk program ini ditinjau ulang, mengingat biaya hidup di setiap daerah berbeda dan membutuhkan dukungan uang saku yang memadai agar peserta magang bisa fokus mengembangkan keterampilan tanpa terbebani kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Dengan terbukanya kemungkinan penambahan peserta dari jenjang SMA/SMK, proyeksi awal menunjukkan bahwa ribuan lulusan baru di seluruh Indonesia bisa langsung terserap dalam program ini setiap tahunnya. Kemnaker dijadwalkan akan memaparkan hasil kajian perluasan tersebut dalam rapat kerja berikutnya, termasuk skema evaluasi agar kualitas magang tetap terjaga meski jumlah peserta bertambah banyak.
Comments (0)