Serangan udara menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026). Ledakan yang dipicu serangan tersebut mengakibatkan 13 orang tewas dan 309 orang lainnya mengalami luka-luka. Insiden terjadi saat bandara tengah ramai penumpang, termasuk jamaah umrah yang mengenakan pakaian ihram. Ledakan terjadi di area tunggu penumpang, memicu kepanikan di antara orang-orang yang sedang duduk menunggu penerbangan.
Berdasarkan keterangan Kementerian Media Arab Saudi, serangan tersebut memicu ledakan dahsyat. Rekaman pengawasan yang dirilis memperlihatkan detik-detik ketika orang-orang yang duduk di area tunggu tiba-tiba bereaksi panik. Asap dan suara keras terdengar, sementara penumpang berhamburan menyelamatkan diri. Situasi di lokasi digambarkan sangat mencekam, dengan banyak korban berjatuhan di tempat.
Korban dari Berbagai Negara
Data sementara menunjukkan korban tewas berasal dari sejumlah negara. Mereka adalah warga Arab Saudi, Bangladesh, Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Selain itu, seorang warga negara India yang sebelumnya mengalami luka-luka dilaporkan meninggal dunia, sehingga total korban jiwa menjadi 13 orang. Sementara itu, 309 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari luka ringan hingga luka berat.
Mayoritas korban luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Otoritas setempat masih melakukan identifikasi dan pendataan korban. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban yang masih dirawat intensif. Tim medis dan keamanan terus bekerja di lokasi untuk menangani korban dan mengamankan area.
Klaim Houthi dan Peringatan
Kelompok Houthi dari Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menyatakan bahwa serangan itu merupakan bagian dari operasi militer mereka. Dalam pernyataannya, Houthi juga mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan dan penumpang agar tidak menggunakan bandara serta wilayah udara Arab Saudi. Mereka menyebut bahwa area tersebut berpotensi menjadi sasaran serangan berikutnya, kecuali Makkah dan Madinah.
Peringatan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan maskapai internasional. Beberapa penerbangan dilaporkan menunda atau mengalihkan rute untuk sementara waktu. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas penerbangan Arab Saudi mengenai dampak peringatan tersebut terhadap jadwal penerbangan. Maskapai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan.
Bandara Internasional King Khalid
Bandara Internasional King Khalid merupakan salah satu bandara tersibuk di Arab Saudi. Bandara ini melayani penerbangan domestik dan internasional, termasuk penerbangan untuk jamaah umrah dan haji. Lokasinya yang strategis di ibu kota Riyadh menjadikannya sebagai gerbang utama bagi wisatawan dan pekerja migran. Bandara ini juga menjadi hub bagi maskapai nasional Saudi Airlines dan memiliki kapasitas besar dengan jutaan penumpang setiap tahun.
Serangan ini terjadi pada momen ketika banyak jamaah umrah melakukan perjalanan. Hal ini terlihat dari busana ihram yang dikenakan sejumlah korban. Insiden tersebut menambah daftar panjang serangan yang menyasar infrastruktur sipil di kawasan Timur Tengah. Serangan terhadap bandara internasional merupakan eskalasi yang serius karena dapat mengancam keselamatan penerbangan sipil.
Respons dan Situasi Terkini
Pemerintah Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan ini. Kementerian Media Arab Saudi hanya merilis sejumlah foto dan rekaman pengawasan yang memperlihatkan detik-detik ledakan. Sementara itu, komunitas internasional diharapkan segera memberikan respons terhadap eskalasi konflik yang melibatkan kelompok Houthi. Hingga saat ini, situasi di Bandara Internasional King Khalid dilaporkan berangsur pulih.
Namun, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan tidak ada ancaman lanjutan. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait. Penerbangan di bandara tersebut dilaporkan telah kembali normal, meskipun beberapa penerbangan mengalami penundaan. Otoritas bandara terus berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk menjamin keselamatan penumpang.
Serangan ini menjadi perhatian dunia internasional karena melibatkan bandara yang menjadi pintu masuk utama bagi jamaah umrah. Dampak jangka panjang terhadap industri penerbangan dan pariwisata Arab Saudi masih belum dapat dipastikan. Namun, kejadian ini menegaskan bahwa konflik di Yaman masih menjadi ancaman nyata bagi stabilitas kawasan. Otoritas bandara belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah penerbangan yang terdampak.
Comments (0)