Jakarta, Apaberita — Ribuan jemaah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Senin (12/10) malam untuk menghadiri Tablig Akbar bertajuk "Doa untuk Indonesia". Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan Majelis Rasulullah SAW tersebut berlangsung sejak selepas salat Isya dan diikuti jemaah dari berbagai wilayah Jabodetabek serta sejumlah daerah lain.
Pantauan di lokasi menunjukkan, jemaah telah memenuhi area Silang Monas sejak sore hari. Mereka datang dengan mengenakan pakaian serba putih, membawa sajadah, dan sebagian tampak membentangkan spanduk bertuliskan doa bagi keselamatan bangsa. Petugas keamanan gabungan bersama panitia penyelenggara melakukan pengaturan arus massa guna memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.
Kehadiran Habib Umar bin Hafidz
Tablig akbar ini turut dihadiri Habib Umar bin Hafidz, ulama asal Tarim, Yaman, yang juga dikenal sebagai pimpinan Pesantren Darul Musthofa. Kehadiran tokoh ulama internasional tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang mempertemukan para ulama dan masyarakat dalam satu majelis.
"Kehadiran beliau menjadi bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan yang mempertemukan para ulama dan masyarakat dalam satu majelis," demikian keterangan yang disampaikan panitia penyelenggara kepada wartawan di lokasi.
Menurut panitia, kedatangan Habib Umar bin Hafidz ke Indonesia dalam rangkaian ini bukan sekadar kunjungan silaturahmi, melainkan juga bagian dari upaya memperkuat pesan perdamaian dan kemaslahatan bagi bangsa. Majelis yang digelar di ruang terbuka publik tersebut dirancang sebagai forum bersama antara ulama dan umat.
Habib Umar bin Hafidz merupakan ulama yang memiliki perhatian besar pada dakwah dan pendidikan keagamaan. Pesantren Darul Musthofa yang ia pimpin di Tarim, Hadramaut, telah menjadi rujukan bagi banyak penuntut ilmu dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pesan Perdamaian dan Kemaslahatan Bangsa
Penyelenggaraan Tablig Akbar "Doa untuk Indonesia" mengusung pesan perdamaian dan kemaslahatan bagi bangsa. Kegiatan ini diarahkan untuk mempertemukan para ulama dan masyarakat dalam satu majelis, sekaligus menghadirkan suasana kebersamaan di tengah dinamika kehidupan kebangsaan.
Dalam kegiatan tersebut, jemaah diajak untuk memanjatkan doa bagi keselamatan, persatuan, dan kesejahteraan Indonesia. Sejumlah rangkaian acara keagamaan ditampilkan secara bergantian, mulai dari pembacaan selawat, tausiah, hingga doa bersama yang dipimpin langsung oleh para ulama yang hadir.
Pesan perdamaian yang disampaikan dalam majelis ini dipandang relevan dengan kebutuhan masyarakat akan ketenangan dan persatuan. Selain menjadi sarana ibadah, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi yang merekatkan hubungan antara ulama, tokoh masyarakat, dan jemaah dari berbagai latar belakang.
Pengaturan dan Ketertiban Jemaah
Mengingat besarnya jumlah jemaah yang hadir, panitia bersama aparat keamanan menerapkan sejumlah langkah pengaturan. Jemaah diarahkan untuk mengisi area yang telah disiapkan secara bertahap, sementara akses menuju kawasan inti Monas dibuka melalui jalur-jalur tertentu agar tidak terjadi penumpukan.
Layanan kesehatan, posko informasi, serta fasilitas pendukung lain turut disiagakan di sekitar lokasi. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan jemaah selama kegiatan berlangsung hingga selesai.
Sejumlah jemaah yang ditemui menyatakan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk ikhtiar spiritual sekaligus wujud harapan atas kondisi bangsa yang damai dan sejahtera. Mereka mengaku rela datang lebih awal demi mendapatkan tempat yang memadai di area majelis.
Kegiatan yang berlangsung hingga malam hari tersebut berjalan dengan tertib. Setelah rangkaian doa bersama selesai, jemaah meninggalkan lokasi secara bertahap sesuai arahan petugas. Tablig Akbar "Doa untuk Indonesia" di kawasan Monas dengan demikian tercatat sebagai salah satu majelis keagamaan berskala besar yang mempertemukan ulama dan masyarakat dalam satu wadah kebersamaan.
Comments (0)