Oct 13, 2026
Politik

Kronologi Kebakaran Kebayoran Lama, Api Kontrakan Menjalar ke Bangunan Belakang

JAKARTA — Insiden kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (18/2/2025) dini hari. Peristiwa tersebut menghanguskan sebuah bangunan kontrakan dan mer...

Kronologi Kebakaran Kebayoran Lama, Api Kontrakan Menjalar ke Bangunan Belakang

JAKARTA — Insiden kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (18/2/2025) dini hari. Peristiwa tersebut menghanguskan sebuah bangunan kontrakan dan merembet ke bangunan lain di belakangnya, berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun dari otoritas penanggulangan kebakaran setempat.

Menurut laporan yang disampaikan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta, titik awal api berasal dari salah satu unit kontrakan yang berada di kawasan Jalan Kebayoran Lama Raya. Kobaran api dengan cepat menjalar ke struktur bangunan di bagian belakang karena jarak antar-bangunan yang berhimpitan serta material bangunan yang mudah terbakar.

"Laporan masuk ke kami sekitar pukul 02.15 WIB. Api pertama kali terpantau dari satu unit kontrakan, lalu merembet ke bangunan di belakangnya," ujar seorang pejabat Gulkarmat DKI Jakarta dalam keterangan resminya.

Kronologi Kejadian Berdasarkan Laporan Resmi

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, warga sekitar pertama kali mencium bau asap tebal dan melihat kobaran api yang membubung dari atap kontrakan. Sejumlah penghuni segera berupaya menyelamatkan diri sembari menghubungi layanan darurat 113. Petugas jaga Gulkarmat DKI Jakarta yang menerima laporan langsung menerjunkan sejumlah unit mobil pemadam beserta personel ke lokasi.

Saat petugas tiba di lokasi, kondisi api telah berkembang dan mulai menjalar ke bangunan belakang. Petugas kemudian melakukan penilaian cepat terhadap situasi lapangan, menentukan titik penghentian api, serta memulai operasi pemadaman dari beberapa sisi guna mencegah meluasnya kebakaran ke deretan bangunan lainnya.

"Kami mendirikan pos komando di lokasi untuk mengoordinasikan penyekatan api agar tidak menyebar lebih jauh ke permukiman warga," kata pejabat tersebut.

Operasi pemadaman melibatkan sejumlah unsur, termasuk petugas Gulkarmat, aparat kepolisian, dan personel dari instansi terkait. Proses pendinginan atau pembasahan sisa-sisa material yang masih menyimpan bara dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Dampak dan Upaya Penanganan di Lokasi

Hingga keterangan resmi dikeluarkan, belum terdapat laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil dilaporkan mencakup bangunan kontrakan yang hangus beserta sejumlah barang milik penghuni. Luas area yang terdampak masih dalam proses penghitungan oleh petugas di lapangan.

Warga sekitar yang terdampak langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman sementara waktu. Petugas bersama aparat kelurahan dan kecamatan setempat menyalurkan bantuan awal berupa kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Pemerintah daerah setempat menyatakan akan melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerugian yang dialami warga.

"Kami melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan perangkat wilayah untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi," ujar seorang pejabat wilayah setempat.

Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna memperjelas asal mula api yang diduga kuat berasal dari dalam unit kontrakan tersebut.

Himbauan Mitigasi dan Antisipasi Kebakaran

Otoritas Gulkarmat DKI Jakarta kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk. Menurut data institusi tersebut, risiko kebakaran meningkat pada bangunan dengan instalasi listrik yang tidak memenuhi standar serta penggunaan peralatan yang berpotensi menimbulkan percikan api.

"Kami mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak meninggalkan sumber api dalam keadaan menyala tanpa pengawasan," tegas pejabat Gulkarmat DKI Jakarta.

Selain itu, petugas mengingatkan pentingnya penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap bangunan serta jalur evakuasi yang memadai. Masyarakat juga diminta segera menghubungi nomor darurat 113 jika melihat tanda-tanda awal kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kerugian dapat diminimalkan.

Kasus kebakaran di Kebayoran Lama ini menambah daftar insiden serupa di wilayah DKI Jakarta yang perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah menegaskan akan terus melakukan sosialisasi mitigasi kebakaran kepada masyarakat, terutama di kawasan-kawasan permukiman padat yang memiliki risiko tinggi terhadap penjalaran api.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User