Ledakan dan Kebakaran di Pulo Gadung Tewaskan Satu Penghuni
Musibah kebakaran yang dipicu ledakan mengguncang permukiman padat di kawasan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (26/7/2026) malam. Satu orang penghuni dinyatakan meninggal dunia dala...
Musibah kebakaran yang dipicu ledakan mengguncang permukiman padat di kawasan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (26/7/2026) malam. Satu orang penghuni dinyatakan meninggal dunia dalam insiden yang meluluhlantakkan rumah bernomor 8 di Jalan Pulo Mas Utara 2B, tepatnya di RT 008 RW 014. Peristiwa tersebut mengakibatkan kepanikan warga sekitar dan memaksa pengerahan sejumlah besar personel pemadam kebakaran.
Kronologi Peristiwa
Berdasarkan keterangan saksi mata, ledakan keras terdengar sekitar pukul 21.10 WIB dari dalam rumah berkonstruksi permanen itu. Tak lama setelah dentuman, kobaran api dengan cepat membesar dan melahap bagian depan bangunan. "Saya mendengar suara seperti tabung meledak, lalu asap hitam mengepul, dan api langsung membesar. Tetangga langsung berhamburan keluar," ujar Rahmat (52), warga yang tinggal tepat di seberang lokasi. Warga segera menghubungi layanan darurat sembari berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, namun kobaran api yang kian membesar membuat mereka tak mampu berbuat banyak.
Regu pemadam dari Sektor Pulo Gadung tiba di lokasi pukul 21.28 WIB setelah menerima laporan pada pukul 21.15 WIB. Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan 75 personel dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Proses pemadaman terkendala oleh sempitnya akses menuju rumah dan banyaknya material mudah terbakar di dalam bangunan. Petugas akhirnya berhasil melokalisir api agar tidak menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya dan menyelesaikan operasi pemadaman total pada pukul 22.40 WIB.
Korban Meninggal Dunia
Setelah api berhasil dipadamkan, tim penyelamat melakukan penyisiran di dalam rumah yang telah luluh lantak. Di salah satu kamar bagian belakang, petugas menemukan jasad seorang pria yang diduga merupakan penghuni tunggal rumah tersebut. Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan luka bakar serius di seluruh tubuh. "Kami temukan korban sudah tidak bernyawa. Jenazah langsung dievakuasi keRumah Sakit Polri Kramat Jatiuntuk keperluan identifikasi dan visum," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Mulyanto, di lokasi kejadian.
Korban kemudian teridentifikasi sebagai Bambang Sutrisno (47), penghuni tetap rumah tersebut yang kesehariannya bekerja sebagai wiraswasta. Pihak keluarga yang tiba di lokasi tidak kuasa menahan tangis saat mengetahui korban adalah anggota keluarga mereka. Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kronologi terakhir korban sebelum ledakan terjadi.
Respons dan Upaya Pencegahan
Mulyanto menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami faktor penyebab utama ledakan, namun dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas elpiji. "Kami menemukan beberapa tabung gas di area dapur yang diduga menjadi sumber ledakan awal. Api kemudian merambat ke bagian lain yang banyak menyimpan barang mudah terbakar," jelasnya. Kendati demikian, pihak kepolisian belum menetapkan kesimpulan pasti dan masih menunggu hasil penyelidikan laboratorium forensik.
Lurah Kayu Putih, Dian Anggraeni, yang hadir di lokasi menyatakan duka cita mendalam atas musibah ini dan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan permukiman padat. "Kami akan mengintensifkan sosialisasi penggunaan tabung gas dan instalasi listrik yang aman. Ini sudah menjadi kejadian kedua di RT 008 tahun ini yang bermula dari dugaan kebocoran gas," tuturnya.
Kerugian material akibat peristiwa ini ditaksir mencapai sekitar Rp 350 juta. Bangunan utama hangus hampir 80 persen, sementara dua rumah di sampingnya mengalami kerusakan ringan akibat panas yang menjalar. Tidak ada korban jiwa selain penghuni rumah utama. Pihak kepolisian Polsek Pulo Gadung telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk kepentingan investigasi dan mengamankan area dari potensi bahaya sisa ledakan. Proses pembersihan puing akan dilakukan setelah penyelidikan menyeluruh rampung.
Comments (0)