Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Paparkan Pemikiran Geopolitik Bung Karno di UBK, Tegaskan Kemandirian Nasional

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan kuliah umum bertajuk ‘Pemikiran Geopolitik Bung Karno’ di Kampus Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBK), Senin (15/7/2024). ...

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Paparkan Pemikiran Geopolitik Bung Karno di UBK, Tegaskan Kemandirian Nasional

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan kuliah umum bertajuk ‘Pemikiran Geopolitik Bung Karno’ di Kampus Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBK), Senin (15/7/2024). Dalam pemaparannya, Hasto menekankan pentingnya bangsa Indonesia kembali menggali fondasi geopolitik yang dibangun oleh Presiden pertama RI, Soekarno, sebagai panduan menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Doktrin Geopolitik Warisan Bung Karno

Di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika UBK, Hasto menguraikan bahwa geopolitik Indonesia versi Bung Karno tidak sekadar peta kekuasaan, melainkan sebuah doktrin kemandirian yang menolak segala bentuk imperialisme dan kolonialisme. Ia menyebutkan, konsep ini terwujud dalam politik luar negeri bebas aktif yang hingga kini menjadi landasan konstitusional.

“Bung Karno mengajarkan kepada kita bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Geopolitik kita adalah geopolitik kemandirian, bukan geopolitik ketergantungan pada kekuatan asing,”
tegas Hasto. Ia menambahkan, doktrin tersebut juga mencakup kesadaran bahwa Indonesia berada di posisi silang dunia, sehingga harus menjadi subjek, bukan objek dalam percaturan global.

Relevansi untuk Kedaulatan Nasional

Hasto menekankan relevansi pemikiran Bung Karno dalam memperkuat kedaulatan nasional di era modern. Menurutnya, ancaman terhadap kedaulatan kini hadir dalam bentuk yang lebih halus, seperti dominasi ekonomi, teknologi, dan informasi oleh negara-negara maju. Untuk itu, diperlukan strategi geopolitik yang adaptif namun tetap berakar pada nilai-nilai Proklamasi.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk-produk asing. Kedaulatan digital, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi adalah wujud nyata dari geopolitik Bung Karno yang harus kita perjuangkan hari ini,”
ujar Hasto. Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan karakter bangsa yang tangguh, sejalan dengan konsep Trisakti yang diwariskan Soekarno: berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Tantangan Global dan Respon Strategis

Menyinggung konstelasi global terkini, Hasto mengingatkan bahwa dunia sedang bergerak menuju multipolaritas yang penuh ketidakpastian. Dalam konteks itu, Indonesia harus mampu memainkan peran strategis dengan memanfaatkan posisi geografis dan demografisnya, sesuai dengan visi Bung Karno tentang Indonesia sebagai kekuatan maritim dan poros dunia.

“Bung Karno pernah berkata, jadilah bangsa yang besar dan disegani. Untuk itu, kita harus memiliki postur pertahanan yang kuat, diplomasi yang lincah, dan ekonomi yang tangguh. Semua itu berakar pada geopolitik yang jelas dan mandiri,”
kata Hasto. Ia juga mendorong generasi muda untuk mempelajari secara serius pemikiran-pemikiran strategis para pendiri bangsa, bukan sekadar menghafal slogan, tetapi memahami konteks perjuangannya.

Kuliah umum tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana Hasto menjawab berbagai pertanyaan mahasiswa. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kaderisasi dan pendidikan politik yang diinisiasi oleh DPP PDIP untuk menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan. Dengan mengedepankan pemikiran geopolitik Bung Karno, PDIP berharap lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki visi strategis dan komitmen kuat terhadap kedaulatan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User