Kunjungan Kenegaraan Raja Yordania Abdallah II Perkuat Hubungan Bersejarah dengan Prabowo

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (19/7/2025). Kunj...

Jul 12, 2026 - 19:05
0 0
Kunjungan Kenegaraan Raja Yordania Abdallah II Perkuat Hubungan Bersejarah dengan Prabowo

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Raja Yordania, Abdullah II bin Al-Hussein, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (19/7/2025). Kunjungan ini menjadi puncak dari hubungan personal dan diplomatik yang telah terjalin erat antara kedua pemimpin selama lebih dari satu dekade, yang dimulai jauh sebelum Prabowo menjabat sebagai kepala negara.

Kunjungan ini bukan sekadar acara protokoler biasa. Sejarah mencatat, hubungan antara Prabowo—yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan—dan Raja Abdullah telah terjalin melalui serangkaian pertemuan strategis di Amman sejak tahun 2017. Keduanya dikenal memiliki kedekatan pandangan dalam isu-isu pertahanan, keamanan kawasan, dan perdamaian global.

Hubungan Personal yang Melampaui Protokol Diplomatik

Hubungan antara Prabowo dan Raja Abdullah II tidak dapat dilepaskan dari latar belakang militer yang dimiliki keduanya. Prabowo, lulusan Akademi Militer Magelang dan pernah menempuh pendidikan di Amerika Serikat, serta Raja Abdullah, yang merupakan lulusan Royal Military Academy Sandhurst dan pernah berdinas di angkatan bersenjata Yordania, memiliki chemistry yang kuat sejak pertemuan pertama mereka di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Islam di Amman tahun 2017.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas potensi kerja sama pelatihan pasukan khusus dan pertukaran intelijen. Pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan balasan Raja Abdullah ke Indonesia pada 2019, di mana Prabowo—yang saat itu masih menjabat Menteri Pertahanan—mendampingi langsung agenda raja di Jakarta. “Hubungan ini lebih dari sekadar antarnegara; ini adalah persaudaraan sejati antara dua prajurit yang memiliki visi sama untuk perdamaian dunia,” ujar seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan yang mengetahui isi pertemuan privat tersebut.

Agenda Kunjungan dan Penandatanganan Kerja Sama Strategis

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II akan berlangsung pada 19 Juli 2025 dengan sejumlah agenda penting. Upacara penyambutan kenegaraan akan dilangsungkan di Istana Merdeka pada pukul 10.00 WIB, diikuti dengan pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Raja Abdullah selama 45 menit.

Sesi pleno yang melibatkan delegasi kedua negara akan membahas penguatan kerja sama di tiga bidang prioritas: pertahanan dan keamanan, perdagangan dan investasi, serta pendidikan dan kebudayaan. Sumber di lingkungan kementerian mengonfirmasi bahwa akan ada penandatanganan enam nota kesepahaman (MoU), termasuk MoU kerja sama industri pertahanan yang memungkinkan transfer teknologi produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Yordania ke Indonesia, serta pembentukan forum bisnis bersama untuk mendorong investasi Yordania di Indonesia.

“Kerja sama pertahanan ini sangat penting karena Yordania memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi ancaman asimetris di kawasan Timur Tengah, yang relevan dengan tantangan keamanan yang dihadapi Indonesia,” kata Pengamat Hubungan Internasional dari FISIP UI, Dr. Andi Widjajanto, dalam wawancara terpisah.

Di bidang perdagangan, nilai transaksi bilateral Indonesia-Yordania pada tahun 2024 tercatat mencapai USD 1,2 miliar, dengan surplus bagi Indonesia. Kedua negara menargetkan peningkatan menjadi USD 2 miliar dalam dua tahun ke depan melalui pembukaan akses pasar yang lebih luas.

Pernyataan Resmi Kedua Negara

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, dalam keterangan pers di Gedung Pancasila, Kamis (18/7/2025), menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan “tonggak bersejarah” dalam hubungan kedua negara. “Indonesia dan Yordania memiliki nilai-nilai yang sama sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim moderat, dan kami berkomitmen untuk memperkuat kerja sama ini di semua lini,” ujar Sugiono.

Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Yordania untuk Indonesia, Mohammad Al-Qudah, menyatakan bahwa Raja Abdullah sangat menantikan pertemuan dengan Presiden Prabowo. “Yang Mulia Raja Abdullah memiliki kenangan yang sangat baik tentang Indonesia dan sahabatnya, Presiden Prabowo. Kunjungan ini adalah bukti nyata bahwa persahabatan yang dimulai dari hati dapat menghasilkan kerja sama yang konkret,” kata Al-Qudah.

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, menyatakan dukungan penuh DPR terhadap penguatan kerja sama pertahanan dengan Yordania. “Kami akan mengawal agar MoU yang ditandatangani dapat segera diratifikasi dan diimplementasikan. Ini adalah langkah maju untuk kemandirian alutsista nasional,” ujar Meutya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/7/2025).

Kunjungan ini juga akan mencakup jamuan makan malam kenegaraan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pimpinan lembaga tinggi negara. Direncanakan, Presiden Prabowo akan menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Raja Abdullah atas jasa-jasanya dalam mempererat hubungan kedua negara, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Kunjungan kenegaraan ini menjadi yang pertama bagi Raja Abdullah ke Indonesia di era pemerintahan Prabowo, dan sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis Yordania di kawasan Asia Tenggara. Publik menantikan hasil konkret dari pertemuan ini yang diharapkan dapat membawa manfaat langsung bagi kedua bangsa.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User