Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Green Line dengan relasi Rangkasbitung–Tanah Abang mengalami gangguan operasional setelah sebuah rangkaian kereta tertemper orang di petak jalur antara Stasiun Serpong dan Stasiun Sudimara, Kamis (8/10) sore. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah perjalanan kereta mengalami keterlambatan hingga sepuluh menit, demikian disampaikan pihak pengelola angkutan perkotaan tersebut.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media, insiden terjadi pada pukul 18.15 WIB di kilometer 24+900 pada jalur antara Stasiun Serpong dan Stasiun Sudimara.
"Betul terdapat Kereta Commuter Line tertemper orang di KM 24+900 Jalur antara Stasiun Serpong dengan Sudimara pada pukul 18.15 WIB," kata Leza saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).
Dampak terhadap Perjalanan Penumpang
Menindaklanjuti insiden tersebut, KAI Commuter mencatat adanya sejumlah perjalanan yang terdampak secara langsung. Leza menyatakan bahwa dampak dari temperan tersebut menyebabkan tiga perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan dengan durasi antara sembilan hingga sepuluh menit.
"Dampak dari temperan tersebut terdapat 3 perjalanan Commuter Line yang mengalami keterlambatan 9-10 menit," ujar Leza.
Gangguan perjalanan tersebut sebelumnya telah diinformasikan secara resmi melalui akun media sosial X milik KAI Commuter. Dalam unggahan tersebut, KAI Commuter menyebutkan bahwa perjalanan Commuter Line Rangkasbitung–Tanah Abang dengan nomor KA 1771D sempat terdampak akibat kejadian di petak jalur antara Stasiun Serpong dan Sudimara. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang timbul akibat keterlambatan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut.
Prosedur Penanganan dan Imbauan Keselamatan
Insiden temperan orang di jalur kereta merupakan salah satu jenis gangguan operasional yang berulang terjadi pada sistem angkutan massal berbasis rel di kawasan Jabodetabek. Setiap kejadian serupa umumnya menuntut prosedur pemeriksaan jalur, evakuasi, serta verifikasi keselamatan sebelum perjalanan kereta dapat dilanjutkan secara normal. Prosedur tersebut diberlakukan guna memastikan tidak terdapat risiko lanjutan bagi rangkaian kereta berikutnya maupun bagi pengguna jalur.
Hingga berita ini diturunkan, KAI Commuter belum menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai identitas maupun kondisi orang yang tertemper dalam insiden tersebut. Pihak perusahaan juga belum merinci kronologi lengkap kejadian, termasuk proses evakuasi dan waktu penormalan jalur pasca-insiden.
Data Operasional dan Permintaan Maaf
Keterlambatan yang berkisar sembilan hingga sepuluh menit tersebut tercatat memengaruhi tiga perjalanan pada rute Green Line yang menghubungkan Rangkasbitung dengan Tanah Abang. Rute tersebut merupakan salah satu jalur dengan tingkat okupansi tinggi, khususnya pada jam-jam sibuk sore hari ketika masyarakat kembali dari kawasan Jakarta menuju wilayah penyangga di selatan dan barat ibu kota.
KAI Commuter secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pelanggan atas gangguan yang terjadi. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan, sejalan dengan ketentuan operasional perkeretaapian yang berlaku. Pihaknya juga mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tetap mematuhi aturan keselamatan di area perlintasan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun perjalanan kereta.
Manajemen KAI Commuter menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap insiden tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan angkutan perkotaan. Evaluasi mencakup aspek pengawasan jalur, koordinasi petugas di lapangan, serta kecepatan penanganan gangguan agar dampak terhadap jadwal perjalanan dapat diminimalkan pada kejadian-kejadian berikutnya.
Comments (0)