Oct 10, 2026
Politik

Pemprov Jabar Perluas Sinergi 65 RSUD dan RS Pusat

DEPOK — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memperluas jaringan kerja sama layanan kesehatan dengan menggandeng 65 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se-Jawa Barat, sejumlah rumah sakit milik pemerinta...

Pemprov Jabar Perluas Sinergi 65 RSUD dan RS Pusat

DEPOK — Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memperluas jaringan kerja sama layanan kesehatan dengan menggandeng 65 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se-Jawa Barat, sejumlah rumah sakit milik pemerintah pusat, serta rumah sakit swasta. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Layanan Kesehatan tersebut berlangsung di Kantor Wali Kota Depok, Rabu (7/10/2026), dan disaksikan langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Langkah tersebut ditetapkan sebagai upaya memperkuat jaminan perlindungan kesehatan sekaligus mempermudah warga mengakses layanan medis, termasuk ketika membutuhkan perawatan darurat di luar daerah domisili administratif mereka. Dengan sistem yang terintegrasi, warga Jawa Barat dipastikan tetap memperoleh penanganan medis di mana pun berada.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kendala rujukan, persoalan administrasi, hingga hambatan pembiayaan dan kepesertaan BPJS Kesehatan tidak boleh lagi menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan pengobatan.

"Negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesusahan. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan susah, sedangkan kita seolah-olah tidak tahu," ujar Dedi dalam acara tersebut.

Rumah Sakit Rujukan Nasional Masuk Skema Kerja Sama

Berdasarkan perjanjian yang disahkan dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah rumah sakit rujukan nasional milik pemerintah pusat turut masuk dalam skema kerja sama. Institusi kesehatan dimaksud antara lain RSPAD Gatot Soebroto, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, serta RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Selain rumah sakit umum rujukan nasional, kerja sama juga mencakup sejumlah rumah sakit dengan layanan spesialis, yakni RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RS Anak dan Bunda Harapan Kita, RS Kanker Dharmais, RS Mata Cicendo, RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi, RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo, hingga RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu. Kehadiran rumah sakit spesialis tersebut dinilai krusial karena menangani kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan dan peralatan medis khusus.

Sinergi Lintas Institusi untuk Percepatan Layanan

Menurut penjelasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kerja sama ini menindaklanjuti kebutuhan percepatan layanan rujukan antardaerah. Selama ini, warga yang sakit di luar kota domisili kerap terkendala proses administrasi dan verifikasi kepesertaan, sehingga penanganan medis menjadi tertunda.

Dedi menegaskan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen memastikan tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan hanya karena persoalan birokrasi. Ia menyatakan bahwa seluruh rumah sakit yang terlibat telah menyepakati mekanisme layanan yang saling terhubung, baik untuk kasus rawat jalan maupun kegawatdaruratan.

"Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan susah," tegas Dedi, menegaskan posisi negara sebagai penjamin utama perlindungan kesehatan warga.

Dampak bagi Warga dan Daerah

Dengan cakupan yang melibatkan rumah sakit daerah, rumah sakit pemerintah pusat, dan rumah sakit swasta, jaringan ini diharapkan memperpendek rantai rujukan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Warga yang tengah berada di luar daerah domisili, termasuk para perantau dan pekerja lintas kabupaten/kota, dapat langsung mengakses layanan tanpa terhadap hambatan kepesertaan maupun pembiayaan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan perjanjian tersebut. Evaluasi dimaksud mencakup kesiapan fasilitas, kapasitas tenaga medis, serta kecepatan sistem rujukan antarrumah sakit. Langkah ini diambil agar komitmen perlindungan kesehatan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Keputusan memperluas mitra layanan kesehatan ini menempatkan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jaringan fasilitas kesehatan terintegrasi paling luas di Indonesia. Dengan demikian, persoalan klasik berupa keterbatasan akses dan penumpukan pasien di rumah sakit tertentu diharapkan dapat ditekan secara bertahap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User