Oct 14, 2026
Politik

KPK Geledah dan Segel Ruang Kerja Kepala DPUPR Pemalang

Pemalang — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan dan penyegelan terhadap ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang. Langkah hukum ter...

KPK Geledah dan Segel Ruang Kerja Kepala DPUPR Pemalang

Pemalang — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan dan penyegelan terhadap ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang. Langkah hukum tersebut merupakan bagian dari rangkaian penyidikan yang menyusul operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang. Penggeledahan berlangsung di lingkungan kantor DPUPR Pemalang, Jawa Tengah, sebagai upaya penyidik mengumpulkan barang bukti dan dokumen yang dinilai relevan dengan perkara yang sedang ditangani.

Penyegelan dilakukan dengan memasang garis pembatas resmi di pintu masuk ruang kerja kepala dinas. Petugas mengenakan rompi identitas lembaga antirasuah tampak berjaga di lokasi selama proses berlangsung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyidik membawa sejumlah berkas, catatan kerja, serta perangkat elektronik dari dalam ruangan untuk diperiksa lebih lanjut.

"Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari perkara yang menjerat kepala daerah. Setiap dokumen yang disita akan dianalisis untuk melengkapi berkas penyidikan," demikian pernyataan resmi yang disampaikan kepada wartawan di lokasi.

Kronologi Penindakan Hukum

Operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pemalang menjadi pintu masuk bagi penyidik KPK untuk menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat di lingkungan dinas teknis. Kepala DPUPR dipandang memiliki peran strategis dalam pengelolaan anggaran pembangunan infrastruktur daerah, sehingga ruang kerjanya menjadi salah satu titik yang diprioritaskan untuk digeledah.

Dalam penanganan perkara korupsi, penggeledahan dan penyegelan ruangan merupakan prosedur standar yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana serta ketentuan internal KPK. Tujuannya mencegah hilangnya dokumen, menghindari manipulasi data, dan menjaga integritas barang bukti sebelum proses hukum memasuki tahap penyidikan lanjutan.

Pihak KPK belum memberikan keterangan rinci mengenai identitas pejabat yang akan ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan perkara ini. Namun penyidik menegaskan bahwa seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam dugaan penyalahgunaan wewenang akan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Imbas pada Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Penindakan terhadap pejabat DPUPR berpotensi memengaruhi jalannya sejumlah proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan di Kabupaten Pemalang. Dinas tersebut menangani berbagai program pembangunan jalan, jembatan, irigasi, serta penataan ruang yang pembiayaannya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Pemerintah Kabupaten Pemalang belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penunjukan pelaksana tugas untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di DPUPR. Berdasarkan aturan kepegawaian, kepala daerah memiliki kewenangan menetapkan pelaksana harian atau pelaksana tugas apabila pejabat definitif berhalangan sementara akibat proses hukum.

Pengamat tata kelola pemerintahan menilai penyegelan ruang kerja pejabat daerah merupakan sinyal bahwa penegakan hukum tidak berhenti pada satu figur saja. Penelusuran aliran dana dan dokumen pengadaan menjadi kunci untuk mengungkap pola korupsi yang mungkin melibatkan jaringan lebih luas.

Respons dan Langkah Selanjutnya

KPK menegaskan bahwa proses penyidikan akan dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap tahapan, mulai dari pengumpulan bukti hingga penetapan tersangka, akan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku. Masyarakat diminta menghormati asas praduga tak bersalah selama proses peradilan belum memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap.

Penyidik juga membuka peluang pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari lingkungan dinas, kontraktor pelaksana proyek, serta pihak lain yang diduga mengetahui aliran transaksi keuangan dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa. Pemanggilan saksi akan dijadwalkan secara bertahap sesuai kebutuhan penyidikan.

Kasus ini menambah daftar panjang penindakan korupsi di lingkungan pemerintah daerah. Publik menaruh perhatian besar pada perkembangan perkara lantaran menyangkut penggunaan uang rakyat untuk pembangunan infrastruktur yang seharusnya berdampak langsung pada kesejahteraan warga. KPK memastikan akan mengumumkan secara resmi setiap perkembangan penting, termasuk kemungkinan penetapan tersangka baru, melalui saluran informasi resmi lembaga tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User