Kia PV5 Klinik Berjalan di GIIAS 2026, Ingatkan Era Pregio

JAKARTA, Apaberita — Kehadiran Kia PV5 dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tidak hanya menyita perhatian sebagai kendaraan listrik komersial, tetapi juga memicu nosta...

Kia PV5 Klinik Berjalan di GIIAS 2026, Ingatkan Era Pregio

JAKARTA, Apaberita — Kehadiran Kia PV5 dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tidak hanya menyita perhatian sebagai kendaraan listrik komersial, tetapi juga memicu nostalgia akan era Pregio yang pernah menguasai pasar kendaraan niaga di Indonesia. Dalam pameran yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, sejak 12 Agustus 2026, Kia menampilkan dua konfigurasi PV5 yang berbeda, salah satunya adalah konsep klinik berjalan atau mobile clinic.

Konsep tersebut menjadi bukti nyata bahwa kendaraan listrik tidak lagi sekadar alat transportasi, melainkan dapat berfungsi sebagai ruang kerja yang adaptif terhadap kebutuhan penggunanya. Kia, melalui platform Beyond Vehicle (PBV), menunjukkan fleksibilitas desain yang memungkinkan satu basis kendaraan dikembangkan menjadi berbagai fungsi, mulai dari mobil keluarga hingga layanan kesehatan.

Filosofi Platform Beyond Vehicle (PBV)

Dalam keterangan resmi yang disampaikan di booth Kia, GIIAS 2026 menjadi ajang pertama bagi Kia untuk memperkenalkan PV5 kepada publik Indonesia. Berbeda dengan kendaraan konvensional yang dirancang untuk satu fungsi tunggal, PBV dirancang dengan pendekatan modular yang memungkinkan berbagai konfigurasi kabin dan fitur disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pengguna.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya tentang teknologi penggerak, tetapi juga tentang bagaimana kendaraan itu dapat menjadi solusi bagi berbagai sektor, termasuk layanan publik," ujar perwakilan PT Kreta Indo Artha, selaku agen pemegang merek Kia di Indonesia, dalam sesi konferensi pers di sela-sela pameran.

Filosofi ini menegaskan bahwa kendaraan tidak lagi diposisikan hanya sebagai sarana berpindah tempat, melainkan sebagai media untuk membawa layanan mendekati masyarakat. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia yang memiliki tantangan geografis dalam pemerataan akses layanan kesehatan.

Klinik Berjalan dengan Peralatan Medis Lengkap

Konsep klinik berjalan yang dipamerkan Kia di GIIAS 2026 merupakan proof of concept yang menggambarkan bagaimana PV5 dapat disulap menjadi ruang pemeriksaan kesehatan yang fungsional. Interior kendaraan dirancang ulang secara menyeluruh untuk menampung berbagai perangkat medis modern.

Di dalam kabin, terdapat perangkat USG portabel Butterfly iQ+, Airdoc Retina Scan untuk pemeriksaan retina mata, fasilitas Vitamin C Support, serta elektrokardiogram (EKG) untuk memantau aktivitas kelistrikan jantung. Seluruh perangkat tersebut ditempatkan tanpa menghilangkan ruang gerak tenaga medis yang bertugas di dalamnya.

Fitur utama yang mendukung transformasi ini adalah lantai datar, atap tinggi, dan bukaan pintu yang lebar. Platform PBV membuat penataan kabin lebih mudah karena tidak lagi membutuhkan ruang mesin besar maupun 'bonggol' transmisi konvensional yang biasa ditemukan pada kendaraan berbasis mesin pembakaran internal.

"Dengan lantai yang datar, tenaga medis dapat bergerak leluasa. Ini adalah keunggulan yang tidak mungkin dicapai dengan kendaraan konvensional," tambah perwakilan Kia tersebut.

Nostalgia Pregio dan Harapan Baru

Kehadiran PV5 dengan berbagai konfigurasi fungsionalnya otomatis mengingatkan publik pada Kia Pregio, kendaraan niaga yang pernah eksis di Indonesia pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Pregio dikenal sebagai kendaraan serbaguna yang sering digunakan sebagai angkutan keluarga, niaga, hingga ambulans.

Meskipun Pregio menggunakan mesin diesel konvensional, semangat yang diusungnya sama, yaitu kendaraan yang dapat diadaptasi untuk berbagai kebutuhan. Kini, PV5 hadir sebagai penerus semangat tersebut dengan teknologi elektrifikasi yang lebih ramah lingkungan.

Kia menargetkan PV5 dapat menjadi pilihan bagi operator layanan publik, perusahaan logistik, hingga instansi kesehatan yang membutuhkan kendaraan fleksibel dan efisien. Dengan kapasitas baterai yang mendukung jarak tempuh hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian, PV5 dinilai mampu menjangkau area perkotaan maupun pinggiran kota.

Dalam GIIAS 2026, Kia juga menampilkan PV5 versi penumpang yang dirancang untuk kebutuhan keluarga modern. Kedua varian tersebut menjadi bukti komitmen Kia dalam mendukung transisi energi di sektor kendaraan komersial dan penumpang di Indonesia.

Keputusan Kia untuk membawa PV5 ke GIIAS 2026 juga menindaklanjuti tren global menuju kendaraan listrik yang multifungsi. Pabrikan asal Korea Selatan itu berharap pemerintah dan pelaku industri di Indonesia dapat melihat potensi PBV dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di berbagai sektor.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, PV5 tidak hanya menjadi sekadar kendaraan pameran, tetapi juga representasi masa depan mobilitas yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Publik Indonesia kini menantikan langkah nyata Kia dalam menghadirkan PV5 ke pasar domestik, sekaligus membuktikan bahwa era Pregio telah berganti dengan era baru yang lebih modern dan ramah lingkungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User