Oct 06, 2026
Politik

Kebakaran Hebat Landa Toko Bangunan di Berbah Sleman

SLEMAN – Kobaran api besar melanda sebuah pusat penjualan material bangunan di sisi jalur utama penghubung Yogyakarta dan Solo pada Kamis, 1 Oktober 2026 siang. Bangunan yang terbakar itu dikenal ma...

Kebakaran Hebat Landa Toko Bangunan di Berbah Sleman

SLEMAN – Kobaran api besar melanda sebuah pusat penjualan material bangunan di sisi jalur utama penghubung Yogyakarta dan Solo pada Kamis, 1 Oktober 2026 siang. Bangunan yang terbakar itu dikenal masyarakat dengan nama Trans Home dan berada di wilayah Kalitirto, Berbah, Sleman. Api dengan cepat merambat ke seluruh bagian dalam bangunan yang menyimpan banyak barang mudah terbakar. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara dan menutupi langit di sekitar lokasi kejadian hingga terlihat dari jarak jauh.

Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian warga sekitar maupun para pengguna jalan yang melintas. Kolom asap yang membesar terbawa angin dan menyebar ke arah permukiman serta lahan terbuka di seberangnya. Sejumlah pengendara yang melintasi Jalan Jogja-Solo terlihat memperlambat laju kendaraan sambil memperhatikan kobaran api dari tepi jalan. Bau asap yang menyengat tercium hingga radius cukup jauh sehingga suasana kawasan perdagangan itu berubah tegang pada siang hari.

Api Berkobar dan Asap Pekat Menutupi Langit

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, api pertama kali terlihat membesar dari bagian dalam bangunan toko sebelum kemudian merambat ke atap dan gudang penyimpanan. Material seperti kayu, triplek, cat, thinner, pipa paralon, serta perabot rumah tangga yang dipajang di dalam toko diduga mempercepat perambatan api. Dalam hitungan menit, seluruh atap bangunan dilalap api dan mengeluarkan asap hitam yang sangat tebal. Suara gemuruh dari atap yang runtuh sempat terdengar hingga ke rumah warga di seberang jalan.

Warga yang berada di sekitar lokasi mengaku melihat asap mulai membesar sekitar tengah hari dan semakin tinggi menjelang siang. Kepanikan sempat terjadi karena api dikhawatirkan merembet ke bangunan lain yang berdempetan dengan toko tersebut. Beberapa pemilik kios di sisi kiri dan kanan langsung mengamankan barang dagangan dan dokumen penting ke tempat yang lebih aman. Petugas keamanan kawasan dibantu warga berupaya mengatur jarak aman agar masyarakat tidak mendekat ke titik api yang terus membesar.

Kondisi angin yang cukup kencang pada siang itu membuat arah asap berubah-ubah dan menutupi pandangan. Langit di atas kawasan Berbah yang sebelumnya cerah mendadak gelap tertutup jelaga. Abu dan serpihan sisa pembakaran beterbangan terbawa angin hingga ke jalan raya dan halaman rumah warga. Sejumlah warga menutup pintu dan jendela rumah untuk menghindari asap masuk ke dalam ruangan, sementara pengendara sepeda motor memilih menepi dan menggunakan masker.

Petugas Pemadam dan Relawan Gabungan Dikerahkan

Menindaklanjuti laporan warga, regu pemadam kebakaran dari Kabupaten Sleman segera dikerahkan menuju lokasi kejadian beserta sejumlah unit mobil tangki air. Personel dari kepolisian sektor Berbah, koramil setempat, relawan pemadam, dan pamong kalurahan turut berada di lokasi untuk membantu pengamanan. Petugas langsung melakukan pemadaman dari beberapa sisi agar api tidak meluas ke bangunan di sampingnya. Prioritas utama diarahkan untuk memutus rantai perambatan api ke gudang penyimpanan dan rumah warga.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena banyaknya tumpukan material di dalam toko yang masih menyimpan bara api. Petugas harus membongkar sebagian dinding dan atap yang sudah roboh untuk menjangkau titik api di bagian dalam. Beberapa unit mobil pemadam secara bergantian menyuplai air karena intensitas api yang tinggi membutuhkan volume air yang besar. Hingga berita ini disusun, petugas masih melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa dan mencegah munculnya api susulan.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengevakuasi sejumlah tabung gas, kaleng cat, dan bahan kimia bangunan yang belum terbakar ke area terbuka yang aman. Langkah itu diambil untuk menghindari ledakan susulan yang dapat membahayakan petugas maupun warga. Garis pengaman dipasang di sekeliling lokasi dengan jarak puluhan meter agar warga tidak mendekati area yang masih panas. Tim kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi adanya warga atau petugas yang mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap tebal.

Arus Lalu Lintas Jalan Jogja-Solo Tersendat

Dampak dari peristiwa kebakaran itu juga dirasakan oleh arus lalu lintas di ruas Jalan Jogja-Solo yang merupakan salah satu jalur tersibuk di wilayah timur Yogyakarta. Kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Klaten maupun sebaliknya terpaksa berjalan merayap saat melintasi depan lokasi kejadian. Banyak pengemudi memperlambat kendaraan untuk melihat kobaran api, sehingga terjadi penumpukan kendaraan hingga beberapa ratus meter. Petugas kepolisian lalu lintas turun langsung mengatur arus dan memberlakukan sistem buka tutup secara bergantian.

Sejumlah bus antarkota, truk barang, dan kendaraan pribadi dialihkan ke lajur yang lebih jauh dari titik api untuk menghindari paparan panas dan asap. Petugas juga meminta para pengendara untuk tidak berhenti di badan jalan agar tidak menghambat mobil pemadam yang membutuhkan akses keluar masuk. Bagi masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak, aparat mengimbau untuk mencari jalur alternatif melalui jalan kalurahan di sekitar Berbah dan Kalasan. Hingga api berhasil dikendalikan, kepadatan arus masih terjadi terutama pada jam kepulangan kerja dan aktivitas perdagangan.

Para pedagang kaki lima dan pemilik warung di sekitar lokasi memilih menutup sementara lapak mereka karena jarak pandang tertutup asap dan udara terasa sesak. Beberapa karyawan toko yang selamat dari kejadian itu tampak berkumpul di sisi jalan dengan raut wajah cemas sambil menyaksikan bangunan tempat mereka bekerja dilalap api. Warga sekitar secara spontan membagikan air minum dan masker kepada petugas maupun pengguna jalan yang terdampak asap. Solidaritas itu terlihat di tengah kepanikan dan membantu menjaga situasi tetap terkendali.

Pendataan Kerugian dan Imbauan Keselamatan

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun total nilai kerugian material akibat peristiwa tersebut. Aparat kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai dilakukan. Petugas juga akan meminta keterangan dari pemilik bangunan, karyawan, serta sejumlah saksi yang pertama kali melihat munculnya api. Tim laboratorium forensik direncanakan diterjunkan untuk memastikan titik awal api dan faktor pemicunya.

Pemerintah kalurahan Kalitirto bersama kapanewon Berbah menyampaikan imbauan agar warga tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai korban maupun penyebab kejadian. Masyarakat diminta memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja dan tidak mendekati reruntuhan bangunan yang masih rawan roboh. Bagi pemilik usaha di sepanjang jalur utama, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menyediakan alat pemadam api ringan, jalur evakuasi, dan sistem instalasi listrik yang memenuhi standar keselamatan. Upaya pendataan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan kebutuhan bantuan bagi para pekerja yang terdampak serta langkah pemulihan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User