Oct 06, 2026
Politik

Prabowo Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta T...

Prabowo Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis, 1 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat. Upacara kenegaraan tersebut dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, pimpinan Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat, serta unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Upacara yang berlangsung secara khidmat tersebut dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang menetapkan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Rangkaian prosesi diawali dengan penghormatan kebesaran, laporan komandan upacara, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan ikrar kesetiaan kepada Pancasila. Presiden selaku inspektur upacara menegaskan komitmen seluruh komponen bangsa untuk menjaga ideologi negara dari segala bentuk ancaman.

Mensos dan Wamensos Hadiri Upacara Bersama Kabinet Merah Putih

Kehadiran Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam upacara tersebut merupakan bagian dari kewajiban konstitusional jajaran eksekutif untuk menindaklanjuti arahan Presiden dalam memperkuat ketahanan ideologi. Keduanya hadir dalam balutan pakaian resmi sipil lengkap beserta seluruh menteri koordinator, menteri teknis, dan kepala lembaga pemerintah non kementerian. Kehadiran tersebut menegaskan posisi Kementerian Sosial sebagai garda terdepan dalam mengamalkan nilai Pancasila melalui kebijakan perlindungan sosial.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum konsolidasi bagi seluruh aparatur Kementerian Sosial untuk memastikan setiap program bantuan sosial berjalan tepat sasaran. Dalam rapat koordinasi internal sebelumnya, Kementerian Sosial telah menetapkan bahwa prinsip keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam sila kelima Pancasila menjadi pedoman utama dalam penyaluran bantuan, pendataan terpadu, serta pemberdayaan masyarakat rentan di seluruh provinsi.

"Pancasila harus hadir dalam setiap keputusan negara dan setiap pelayanan kepada rakyat. Kementerian Sosial memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam pembangunan kesejahteraan," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangannya di sela upacara di Lubang Buaya.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menambahkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti keputusan Presiden dengan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurut dia, hasil Pleno penetapan agenda nasional bidang kesejahteraan rakyat harus diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan, termasuk percepatan verifikasi data tunggal sosial ekonomi, penguatan pendamping Program Keluarga Harapan, serta perluasan layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, dan anak yang memerlukan perlindungan khusus.

Tema Persatuan dan Kesejahteraan Menjadi Amanat Nasional

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 mengusung tema persatuan dan kesejahteraan sebagai amanat nasional. Tema tersebut ditetapkan untuk menegaskan bahwa kesaktian Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan historis atas pemberontakan, melainkan sebagai landasan kerja untuk mewujudkan keadilan, kemakmuran, dan persatuan nasional di tengah dinamika geopolitik global. Seluruh peserta upacara mengikuti pembacaan ikrar yang menyatakan tekad untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan bangsa.

"Dengan semangat kebersamaan, kita menjaga Pancasila sebagai rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Persatuan adalah kekuatan, kesejahteraan adalah tujuan," kata Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku inspektur upacara dalam amanatnya.

Presiden menegaskan bahwa berdasarkan UU tentang perencanaan pembangunan nasional, seluruh kementerian dan lembaga wajib menyelaraskan program prioritas dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Pemerintah telah disahkan untuk menjalankan agenda transformasi melalui penguatan pertahanan ideologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan pembangunan dari desa hingga kawasan perkotaan. Keputusan tersebut diambil dalam rapat terbatas Kabinet Merah Putih yang membahas penguatan karakter kebangsaan.

Makna Lubang Buaya Sebagai Simbol Keteguhan Ideologi

Pemilihan Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya sebagai lokasi upacara memiliki makna historis yang ditetapkan negara sebagai pusat pengingat perjuangan mempertahankan Pancasila. Kawasan tersebut menjadi saksi gugurnya para perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat pada peristiwa 30 September 1965. Monumen yang berdiri di atas lahan seluas 14,5 hektare tersebut kini difungsikan sebagai sarana edukasi kebangsaan bagi generasi muda, pelajar, dan aparatur negara.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian Sosial menyatakan akan memperkuat program Rapat Koordinasi nasional bidang kesetiakawanan sosial yang melibatkan Fraksi-fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi kemasyarakatan. Langkah tersebut bertujuan memastikan nilai gotong royong tetap menjadi mekanisme utama dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan menurun secara signifikan pada tahun 2026. Data terpadu yang telah ditetapkan pemerintah menjadi dasar penyaluran bantuan agar tepat guna dan akuntabel.

Upacara ditutup dengan peninjauan monumen dan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan Kementerian Agama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan khidmat hingga pukul 09.30 Waktu Indonesia Barat. Pemerintah berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 memperkuat tekad seluruh warga negara untuk menjaga persatuan, menegakkan konstitusi, serta mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User