Kandang Ternak di Bogor Terbakar, Motor dan Jerami Hangus

Sebuah kandang ternak di Desa Susukan, Kabupaten Bogor, ludes dilalap api pada Senin dini hari (13/7/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu diduga kuat dipicu oleh korsleting listri...

Jul 14, 2026 - 08:56
0 1
Kandang Ternak di Bogor Terbakar, Motor dan Jerami Hangus

Sebuah kandang ternak di Desa Susukan, Kabupaten Bogor, ludes dilalap api pada Senin dini hari (13/7/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik dari instalasi di dalam bangunan. Api dengan cepat merambat membakar tumpukan jerami yang menjadi alas tidur ternak, lalu menjalar ke sebuah sepeda motor yang terparkir di dalam kandang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan saksi mata, Haryanto (48), pemilik kandang, kejadian bermula saat ia mendengar suara letupan kecil dari arah kandang. “Saat saya periksa, api sudah muncul dari panel listrik dekat tumpukan jerami. Seketika apinya membesar dan langsung menyambar ke mana-mana,” ujarnya di lokasi kejadian. Haryanto yang terbangun dari tidur langsung berteriak meminta tolong dan berusaha menyelamatkan sebagian ternak kecil yang berada di area lain. Warga sekitar yang mendengar teriakan segera berdatangan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun hembusan angin malam membuat nyala api semakin tak terkendali.

Sementara itu, jerami kering yang menjadi alas tidur hewan bertindak sebagai akselerator alami. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi menyatakan kandungan jerami sangat mudah terbakar, apalagi jika sudah mengering. Hanya dalam waktu 15 menit setelah kemunculan api, hampir seluruh atap dan dinding kandang yang terbuat dari kayu serta bambu telah runtuh.

Saksi Mata dan Kerugian

Seorang warga bernama Suryadi (39) turut menyaksikan peristiwa tersebut. Ia mengaku melihat kepulan asap hitam membumbung tinggi dari kejauhan sebelum mendengar sirine mobil pemadam kebakaran. “Api sudah membesar saat saya sampai. Jerami di dalam kandang membuat kobaran api semakin tinggi. Saya juga sempat lihat motor yang ada di dalam sudah terbakar total. Warga sulit mendekat karena panasnya luar biasa,” ungkap Suryadi kepada awak media.

Berdasarkan hasil pendataan awal, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, kerugian material meliputi satu unit sepeda motor Honda Beat keluaran 2019 yang hangus seluruhnya, 20 ikat jerami pakan, serta bangunan kandang semipermanen berukuran 10×8 meter. Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan, menyebut estimasi kerugian mencapai Rp45 juta. “Alhamdulillah tidak ada korban. Sebagian ternak unggas memang berada di kandang, tetapi bisa dievakuasi oleh pemiliknya sendiri sebelum api membesar. Motor yang terbakar itu posisinya persis di dekat sumber api, sehingga hangus 100 persen,” jelas Iwan.

Respon Cepat Damkar

Tim pemadam kebakaran dari Pos Cibinong dan Pos Ciomas mengerahkan tiga unit mobil pemadam dengan 15 personel ke lokasi. Kesulitan utama yang dihadapi petugas adalah akses jalan menuju titik kebakaran yang cukup sempit dan minim penerangan. Iwan Setiawan menegaskan, proses pemadaman memakan waktu hampir dua jam hingga api benar-benar padam dan pendinginan selesai dilakukan. “Kita kerahkan 3 unit mobil damkar, dibantu warga. Proses pendinginan perlu dilakukan untuk mencegah munculnya titik api baru dari sisa jerami dan material kayu yang masih menyala,” katanya.

Pihak kepolisian dari Polsek setempat turut melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan tidak ada unsur kesengajaan. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menyelidiki penyebab pasti sumber korsleting. Namun, seorang teknisi listrik dari PLN yang dikerahkan ke lokasi menduga beban listrik berlebih pada instalasi kandang menjadi pemicu utama. “Instalasi di kandang terlihat seadanya dan penggunaan kabel yang sudah tidak standar. Ini bisa menjadi faktor pemicu korsleting yang berujung pada kebakaran,” ujar teknisi tersebut.

Imbauan Pencegahan

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor mengimbau para pemilik usaha peternakan untuk secara berkala memeriksa instalasi listrik di lingkungan kandang. Iwan Setiawan menambahkan, “Kami tekankan kepada masyarakat khususnya peternak agar tidak menyimpan bahan mudah terbakar seperti jerami terlalu dekat dengan titik listrik dan memastikan instalasi listrik sesuai standar. Kejadian di Desa Susukan ini bisa menjadi pelajaran agar tidak terulang.” Pihaknya juga menyosialisasikan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di area peternakan sebagai langkah antisipasi dini terhadap risiko kebakaran.

Peristiwa ini menjadi yang kedua di wilayah Kabupaten Bogor dalam sepekan terakhir terkait kebakaran bangunan nonperumahan. Sebelumnya, sebuah gudang penyimpanan gabah di Kecamatan Cibinong juga sempat terbakar akibat puntung rokok yang belum padam. Musim kemarau berkepanjangan dinilai meningkatkan potensi kebakaran, sehingga kewaspadaan seluruh elemen masyarakat menjadi sangat dibutuhkan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User