Oct 19, 2026
Politik

Kader Ulama Istiqlal Ikuti Studi Singkat di Universitas Hartford AS

JAKARTA — Sejumlah peserta Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program studi singkat di Hartford International University ...

Kader Ulama Istiqlal Ikuti Studi Singkat di Universitas Hartford AS

JAKARTA — Sejumlah peserta Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program studi singkat di Hartford International University for Religion and Peace (HIU), Connecticut, Amerika Serikat. Kegiatan tersebut ditetapkan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas keilmuan dan wawasan lintas agama bagi para kader ulama yang tengah menempuh pendidikan di lembaga yang berbasis di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Program studi singkat itu berlangsung dengan agenda akademik yang mencakup kajian keagamaan, dialog antarpemeluk agama, serta pendalaman metode penelitian sosial-keagamaan. Para peserta yang berasal dari sejumlah provinsi itu dinyatakan mengikuti rangkaian perkuliahan, diskusi kelompok, dan kunjungan akademik di lingkungan kampus HIU.

Tujuan dan Dasar Penyelenggaraan

Penyelenggaraan program tersebut menindaklanjuti kerja sama kelembagaan antara pengelola PKUMI dan Hartford International University for Religion and Peace. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan kepada peserta, kegiatan ini dirancang agar para kader ulama memperoleh perspektif komparatif mengenai pengelolaan kerukunan umat beragama di negara dengan masyarakat majemuk.

Dalam rapat koordinasi yang digelar sebelum keberangkatan, pihak penyelenggara menegaskan bahwa program studi singkat ini bukan sekadar kunjungan akademik, melainkan bagian dari kurikulum pembinaan kader. Para peserta diwajibkan menyusun laporan tertulis serta mempresentasikan hasil pembelajaran setelah kembali ke Indonesia.

"Program ini merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat kapasitas kader ulama agar mampu berdialog dalam konteks global tanpa kehilangan akar keilmuan dan tradisi keislaman yang menjadi dasar pembinaan di PKUMI," demikian pernyataan yang disampaikan penyelenggara program.

Rangkaian Kegiatan Akademik

Selama mengikuti program, peserta menerima materi dari sejumlah pengajar HIU yang membidangi studi agama, perdamaian, dan hubungan antarkomunitas. Materi tersebut mencakup teori-teori dialog antaragama, praktik mediasi konflik berbasis komunitas, serta pendekatan akademik dalam membaca dinamika sosial keagamaan kontemporer.

Selain perkuliahan di kelas, peserta juga mengikuti sesi diskusi dengan mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara. Forum tersebut dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman, termasuk peran Masjid Istiqlal sebagai simbol kerukunan nasional.

Agenda kunjungan akademik diarahkan pada pengenalan lembaga-lembaga keagamaan dan komunitas lokal di kawasan Connecticut. Peserta memperoleh gambaran mengenai cara lembaga keagamaan di Amerika Serikat membangun kerja sama lintas iman dalam menghadapi persoalan sosial, seperti kemiskinan, intoleransi, dan ketegangan antarkelompok.

Komposisi Peserta dan Asal Daerah

Peserta program studi singkat tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yang mencerminkan keterwakilan wilayah dalam pembinaan kader ulama. Keberagaman asal daerah itu dinilai penting agar pembelajaran yang diperoleh dapat disebarluaskan secara lebih luas setelah para peserta menyelesaikan pendidikan di PKUMI.

Para peserta dinyatakan telah melalui tahapan seleksi internal sebelum diberangkatkan. Seleksi tersebut meliputi penilaian kemampuan akademik, penguasaan bahasa asing, serta rekam jejak kegiatan keagamaan di daerah masing-masing.

Pengelola PKUMI menetapkan bahwa hasil studi singkat ini akan diintegrasikan ke dalam evaluasi pembelajaran. Setiap peserta diwajibkan menyampaikan laporan yang memuat analisis mengenai relevansi materi yang diperoleh dengan kondisi kerukunan umat beragama di Indonesia.

Relevansi bagi Kerukunan Nasional

Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal menempatkan penguatan wawasan kebangsaan dan kerukunan sebagai bagian dari tujuan pembinaan. Pengalaman belajar di luar negeri diharapkan memperkaya cara pandang peserta dalam merumuskan langkah-langkah dakwah yang menekankan kedamaian dan toleransi.

Kegiatan ini juga dipandang sejalan dengan kebutuhan organisasi keagamaan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan globalisasi. Para kader ulama dituntut tidak hanya menguasai khazanah keilmuan klasik, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan berbagai kalangan, termasuk komunitas internasional.

Setelah rangkaian kegiatan selesai, peserta dijadwalkan kembali ke Tanah Air untuk melanjutkan tahapan pendidikan di PKUMI. Penyusunan laporan akhir dan presentasi hasil studi singkat akan dilakukan dalam forum akademik yang difasilitasi oleh pengelola program.

Dengan terlaksananya program tersebut, penyelenggara menyatakan komitmen untuk terus mengembangkan kerja sama lintas lembaga pendidikan keagamaan, baik di dalam maupun di luar negeri, sebagai bagian dari pembinaan kader ulama yang berwawasan luas dan berkontribusi bagi kerukunan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User