Juara Bertahan Argentina Tantang Kuda Hitam Swiss di Perempatfinal

EAST RUTHERFORD, NEW JERSEY — Tim nasional Argentina akan menghadapi ujian krusial saat berjumpa Swiss pada babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan yang mempertemukan juara bertahan...

Jul 12, 2026 - 03:47
0 0
Juara Bertahan Argentina Tantang Kuda Hitam Swiss di Perempatfinal

EAST RUTHERFORD, NEW JERSEY — Tim nasional Argentina akan menghadapi ujian krusial saat berjumpa Swiss pada babak perempat final Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan yang mempertemukan juara bertahan dengan kuda hitam paling mengejutkan di turnamen ini dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, Sabtu (5/7/2026) pukul 20.00 waktu setempat. Duel ini diprediksi berlangsung sengit mengingat Argentina belum terkalahkan sepanjang kompetisi, sementara Swiss datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan dua tim unggulan di fase sebelumnya.

Perjalanan Argentina yang Konsisten

La Albiceleste melaju ke perempat final dengan catatan sempurna. Mereka menjadi juara Grup D dengan koleksi tujuh poin hasil dari dua kemenangan atas Maroko (2-0) dan Korea Selatan (4-1) serta satu hasil imbang 1-1 melawan Denmark. Di babak 16 besar, pasukan Lionel Scaloni kembali bertemu Denmark dan tampil dominan dengan skor akhir 3-1. Kapten Lionel Messi menjadi aktor utama dengan dua gol yang membawanya mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina di Piala Dunia dengan koleksi 16 gol. Performa solid lini belakang yang hanya kebobolan dua kali dalam empat laga menjadi fondasi kepercayaan diri tim.

Dalam sesi konferensi pers di Hotel Hilton, Jumat (4/7), Pelatih Scaloni menegaskan bahwa timnya tidak akan meremehkan lawan.

"Swiss adalah lawan yang sangat berbeda. Mereka mampu bertahan dengan disiplin tinggi dan memiliki transisi serangan balik yang cepat. Kami harus tampil sabar dan mengurangi kesalahan di area sendiri,"
ujar Scaloni. Ia juga mengonfirmasi bahwa seluruh pemain dalam kondisi fit tanpa akumulasi kartu, termasuk gelandang bertahan Enzo Fernández yang sempat diragukan tampil akibat cedera ringan di laga sebelumnya.

Kuda Hitam Swiss yang Mengejutkan

Di sisi lain, Swiss menjelma sebagai tim kejutan setelah menembus babak delapan besar dengan status tidak diunggulkan. Mereka keluar sebagai juara Grup B yang dihuni raksasa Brasil, Portugal, dan Jamaika. Swiss menaklukkan Brasil 1-0 pada laga pembuka yang langsung mengguncang peta persaingan, bermain imbang 2-2 dengan Portugal, dan memastikan langkah ke fase gugur dengan kemenangan 3-0 atas Jamaika. Di babak 16 besar, Swiss menyingkirkan Uruguay lewat adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Penampilan gemilang kiper Yann Sommer dengan dua penyelamatan penalti menjadi kunci kemenangan bersejarah itu.

Pelatih kepala Swiss, Murat Yakin, dalam keterangan pers pra-pertandingan menyatakan optimisme tinggi.

"Kami menghormati Argentina sebagai juara bertahan, tetapi rasa hormat itu tidak membuat kami gentar. Tim ini telah membuktikan bahwa di sepak bola modern, setiap tim bisa saling mengalahkan. Para pemain sangat termotivasi dan siap memberikan kejutan lagi,"
tegas Yakin. Ia menyoroti peran vital kapten Granit Xhaka yang menjadi motor permainan di lini tengah serta kecepatan Noah Okafor di lini depan sebagai andalan untuk menusuk pertahanan Argentina.

Analisis Taktik dan Rekor Pertemuan

Berdasarkan data FIFA per Juni 2026, Argentina menempati peringkat kedua dunia, sementara Swiss berada di posisi ke-12. Meski selisih peringkat cukup lebar, statistik kedua tim di sepanjang turnamen menunjukkan keseimbangan yang menarik. Argentina mencatatkan rata-rata penguasaan bola sebesar 62 persen dengan 18 tembakan per laga, sementara Swiss hanya 44 persen penguasaan bola namun memiliki efektivitas tinggi dengan 14 tembakan dan rasio konversi gol mencapai 18 persen.

Rekor pertemuan kedua tim di Piala Dunia juga patut dicermati. Terakhir kali Argentina dan Swiss bertemu di fase grup Piala Dunia 2014 di Brasil, La Albiceleste menang tipis 1-0 melalui gol Ángel Di María pada menit ke-118 babak perpanjangan waktu. Di laga persahabatan terbaru pada November 2022 di Zürich, kedua tim bermain imbang 2-2. Swiss belum pernah mengalahkan Argentina dalam empat pertemuan terakhir di semua kompetisi, tetapi hasil imbang di kandang sendiri menjadi suntikan kepercayaan diri bahwa jarak kualitas kian menipis.

Pengamat sepak bola dari Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), Ricardo Martínez, menyebut kunci pertandingan terletak pada disiplin lini belakang Argentina menghadapi serangan balik Swiss.

"Kelemahan Argentina ada pada saat bek sayap terlalu maju. Jika Xhaka mampu melepaskan umpan panjang akurat ke Okafor, pertahanan Cuti Romero dan Lisandro Martínez akan diuji habis-habisan. Di sisi lain, Swiss harus mewaspadai pergerakan Messi di antara lini,"
urainya.

Dari kubu Argentina, Megabintang Lionel Messi mengaku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk terus melaju di Piala Dunia yang kemungkinan besar menjadi edisi terakhirnya.

"Saya menikmati setiap momen di turnamen ini. Setiap pertandingan adalah final bagi kami. Besok saya akan memberikan segalanya untuk seluruh rakyat Argentina yang selalu mendukung kami,"
kata Messi dengan nada penuh determinasi.

Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit asal Senegal, Aliou Ndiaye, yang dikenal tegas dalam menerapkan disiplin kartu. Pemenang laga akan berhadapan dengan hasil pertandingan antara Inggris dan Tunisia di semifinal yang dijadwalkan pada Rabu (9/7). Ribuan suporter Argentina telah memadati kawasan New Jersey sejak dua hari lalu dan diprediksi akan mendominasi atmosfer stadion berkapasitas 82.500 tempat duduk tersebut. Suhu pertandingan yang diperkirakan mencapai 28 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi juga menjadi faktor yang harus diantisipasi oleh kedua tim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User