Kemitraan Baru Pacu Adopsi AI Generatif di Perusahaan Indonesia
Jakarta, 10 Juni 2025 – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama perusahaan teknologi global NexaData dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) resmi menandatan...
Jakarta, 10 Juni 2025 – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama perusahaan teknologi global NexaData dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) resmi menandatangani kemitraan strategis pada Rabu (10/6). Penandatanganan yang berlangsung di Jakarta ini bertujuan mempercepat adopsi kecerdasan buatan generatif dan arsitektur data lakehouse di lingkungan perusahaan nasional. Kerja sama ditetapkan dalam Nota Kesepahaman yang disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Direktur Utama Telkom, serta Chief Executive Officer NexaData. Langkah ini menegaskan komitmen para pihak untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci ekonomi digital berbasis data di kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan dokumen kerja sama, inisiatif ini akan berfokus pada pembangunan infrastruktur terpadu yang memungkinkan perusahaan lokal dan global mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam operasional bisnis secara lebih efisien. Fase pertama menargetkan 100 perusahaan rintisan dan korporasi menengah di empat sektor prioritas: jasa keuangan, manufaktur, logistik, dan layanan kesehatan. Investasi awal senilai Rp 2,5 triliun digelontorkan untuk pengadaan perangkat keras, lisensi platform data lakehouse, serta pelatihan tenaga ahli di lima kota besar.
Kerangka Kerja Sama dan Tahapan Implementasi
Dalam rapat koordinasi yang digelar sebelum seremoni, disepakati bahwa tahap pertama akan berlangsung selama 18 bulan ke depan. NexaData akan menempatkan pusat data regionalnya di kawasan industri terpadu Deltamas, Bekasi, dan menyediakan solusi analitik berbasis model bahasa besar (LLM) yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik. Telkom di sisi lain bertanggung jawab atas konektivitas pita lebar, keamanan siber, dan integrasi dengan ekosistem pusat data nasional. Kominfo berperan sebagai fasilitator regulasi serta pengawas kepatuhan terhadap ketentuan pelindungan data pribadi.
“Kemitraan ini bukan sekadar integrasi teknologi, melainkan fondasi bagi kedaulatan data Indonesia. Seluruh data strategis yang diolah wajib disimpan di dalam negeri, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi,” tegas Menteri Komunikasi dan Informatika dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa struktur data lakehouse yang dipilih memungkinkan perusahaan mengolah data mentah dari berbagai sumber sekaligus, sehingga analisis real-time dan prediktif dapat berjalan tanpa hambatan antarmuka.
Dampak terhadap Transformasi Digital Industri
Adopsi data lakehouse diyakini mampu menekan biaya operasional perusahaan hingga 30 persen dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis bukti. CEO NexaData, yang hadir secara langsung, menyebut Indonesia memiliki potensi besar karena volume data harian yang terus melonjak. “Dengan mesin inferensi AI generatif yang disematkan di dalam arsitektur lakehouse, pelaku usaha dapat menjalankan simulasi skenario bisnis, deteksi anomali transaksi, dan personalisasi layanan pelanggan hanya dalam hitungan detik,” ujarnya.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, kontribusi ekonomi digital ditargetkan mencapai 20 persen dari Produk Domestik Bruto pada 2030. Inisiatif ini diproyeksikan menambah 50 ribu tenaga kerja terampil di bidang rekayasa data, etika AI, dan keamanan siber dalam lima tahun. Untuk mendukung target tersebut, Kominfo menggandeng tiga universitas negeri guna membuka program magang bersertifikasi yang langsung terhubung dengan fasilitas NexaData dan Telkom.
Komitmen Pemerintah dan Regulasi Pendukung
Di luar perjanjian utama, disahkan pula panduan teknis bersama yang mengatur interoperabilitas platform, standar audit algoritma, serta mekanisme penyelesaian sengketa. Menteri Komunikasi dan Informatika menekankan bahwa pemerintah akan menetapkan insentif fiskal berupa pengurangan pajak penghasilan badan hingga 15 persen bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi lakehouse dan AI generatif sebelum akhir 2026. “Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Lintas Kementerian yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden pada 15 Mei lalu,” jelasnya.
Direktur Utama Telkom menyatakan bahwa perseroan telah menyiapkan 12 simpul jaringan berkapasitas 400 gigabit per detik di sepanjang koridor Jakarta–Surabaya. “Kolaborasi ini menegaskan posisi Telkom sebagai enabler utama transformasi digital nasional. Bersama NexaData, kami akan menjalankan uji coba layanan AI generatif pertama di sektor logistik pada Agustus mendatang,” paparnya.
Pada penutupan acara, ketiga pihak menyepakati evaluasi berkala setiap kuartal. Pelaporan hasil akan disampaikan dalam forum Pleno Transformasi Digital Nasional pada akhir tahun. Dengan landasan kemitraan lintas sektor ini, Indonesia bergerak maju untuk membangun ekosistem data yang tangguh, inklusif, dan berdaulat.
Baca juga:
Comments (0)