Scaloni Tegaskan Messi Algojo Penalti Utama Argentina di Piala Dunia 2026

Buenos Aires — Pelatih Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, secara resmi menetapkan Lionel Messi sebagai eksekutor penalti utama sepanjang perhelatan Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut disampai...

Jul 12, 2026 - 15:06
0 0

Buenos Aires — Pelatih Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, secara resmi menetapkan Lionel Messi sebagai eksekutor penalti utama sepanjang perhelatan Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut disampaikan dalam sesi jumpa media di Kompleks Latihan AFA, Jumat (22/6/2026), menjelang laga perempat final melawan Swiss.

Penegasan Scaloni sekaligus mengakhiri spekulasi yang sempat berkembang di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola terkait kemungkinan rotasi algojo penalti di skuad juara bertahan. “Lionel adalah penendang penalti pertama kami, tanpa keraguan sedikit pun. Dia memiliki ketenangan dan pengalaman yang tidak tertandingi di momen-momen krusial,” ujar Scaloni kepada awak media.

Pelatih berusia 48 tahun itu menambahkan, seluruh staf kepelatihan serta para pemain telah bersepakat bulat dalam rapat internal tim yang digelar pada Kamis malam. “Kami mendengarkan masukan dari semua pihak, dan kesimpulannya tetap sama: Messi adalah pilihan terbaik,” tegasnya.

Rekor Penalti Messi di Panggung Piala Dunia

Kiprah Messi sebagai algojo penalti di ajang Piala Dunia menyimpan catatan yang solid. Sejak debutnya pada edisi 2006, kapten berusia 38 tahun itu telah mengeksekusi delapan tendangan penalti di putaran final dan berhasil mengonversi enam di antaranya. Dua kegagalan terjadi saat menghadapi kiper Islandia Hannes Þór Halldórsson pada Piala Dunia 2018 dan kiper Polandia Wojciech Szczęsny pada Piala Dunia 2022.

Di turnamen kali ini, Messi telah sukses mengeksekusi dua penalti di fase grup, masing-masing ke gawang Arab Saudi dan Meksiko. Tingkat konversi penaltinya di seluruh kompetisi Piala Dunia mencapai 75 persen, angka yang dinilai sangat meyakinkan untuk tetap mempertahankan perannya sebagai eksekutor utama.

Scaloni juga merujuk pada keberhasilan Messi dalam adu penalti final Piala Dunia 2022 di Qatar, saat Argentina mengalahkan Prancis setelah bermain imbang 3-3 di waktu normal dan perpanjangan. “Final itu adalah bukti nyata mental baja Messi. Dia mengambil penalti pertama dan mengeksekusinya dengan sempurna, membuka jalan bagi kemenangan kami,” kenang Scaloni.

Swiss, Ujian Berat di Perempat Final

Argentina akan berhadapan dengan Swiss di babak perempat final yang dijadwalkan berlangsung di Estadio Monumental, Buenos Aires, pada Senin (25/6/2026) pukul 18.00 waktu setempat. Swiss, yang ditangani oleh pelatih Murat Yakin, dikenal dengan organisasi pertahanan yang disiplin dan permainan transisi cepat yang kerap merepotkan tim-tim unggulan.

“Swiss adalah lawan yang sangat terorganisasi. Kami harus siap dalam segala aspek, termasuk kemungkinan laga ditentukan melalui adu penalti. Karena itu, penetapan algojo penalti menjadi bagian penting dari persiapan kami,” ujar Scaloni.

Data statistik dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menunjukkan bahwa Swiss memiliki rekor pertahanan terbaik kedua di turnamen ini, dengan hanya kebobolan dua gol dalam empat pertandingan. Kiper utama Swiss, Gregor Kobel, juga tercatat memiliki persentase penyelamatan penalti sebesar 31 persen di level klub Borussia Dortmund pada musim 2025—2026.

Meski demikian, Scaloni menegaskan keyakinannya pada kualitas Messi. “Kami mempelajari karakteristik kiper lawan, tapi pada akhirnya, eksekusi penalti lebih banyak ditentukan oleh mental dan teknik penendang. Leo punya keduanya,” imbuhnya.

Dukungan Penuh dari Rekan Satu Tim

Penetapan Messi sebagai algojo penalti utama juga mendapat sambutan positif dari para pemain Argentina. Gelandang Rodrigo De Paul, salah satu pemain paling berpengaruh di skuad, menyatakan bahwa seluruh ruang ganti mendukung penuh keputusan tersebut. “Saat Leo memegang bola di titik penalti, kami merasa lebih tenang. Kami tahu dia akan memberikan yang terbaik, seperti yang selalu dia lakukan selama ini,” kata De Paul dalam sesi wawancara terpisah.

Penyerang muda Julián Álvarez, yang juga memiliki kemampuan mengeksekusi penalti, turut memberikan dukungannya. “Saya belajar banyak dari Leo, termasuk cara dia menghadapi tekanan saat menjadi algojo. Dia adalah contoh terbaik bagi kami,” ujarnya.

Sementara itu, asisten pelatih Argentina, Pablo Aimar, mengungkapkan bahwa dalam sesi latihan tertutup yang digelar pada Kamis pagi, Messi berlatih penalti secara khusus dengan menghadapi Emiliano Martínez, kiper utama tim. “Mereka berdua sudah saling memahami dengan baik. Emiliano tahu di mana Leo biasanya mengarahkan bola, tapi dia bilang tetap sulit menghentikan tendangan Leo,” tutur Aimar.

Kesiapan Mental dan Strategi

Dalam sesi yang sama, Scaloni juga mengungkapkan bahwa tim pelatih telah menyusun daftar lima penendang penalti jika terjadi adu penalti. Meski tidak merinci, sang pelatih memastikan bahwa Messi akan menjadi penendang pertama. “Urutan penendang sudah kami siapkan berdasarkan evaluasi teknis dan mental. Semuanya sudah terukur,” katanya.

Keputusan untuk tidak mengganti algojo penalti di tengah turnamen menunjukkan stabilitas manajerial yang dibangun Scaloni sejak mengambil alih kursi kepelatihan pada 2018. Di bawah arahannya, Argentina telah memenangkan Copa América 2021, Piala Juara CONMEBOL-UEFA 2022, dan Piala Dunia 2022. Kejelasan peran setiap pemain, termasuk eksekutor bola mati, menjadi salah satu kunci kesuksesan tersebut.

Dengan kepercayaan penuh dari pelatih dan dukungan solid dari rekan-rekannya, Lionel Messi diharapkan kembali menjadi figur sentral saat Argentina berjuang mempertahankan gelar juara dunia. Laga melawan Swiss tidak hanya menjadi ujian taktik, tetapi juga pembuktian bahwa sang kapten tetap menjadi pilihan utama dalam momen-momen kritis yang dapat menentukan nasib sebuah bangsa di pentas sepak bola tertinggi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User