Subsidi Rp6,5 Juta Dorong Semen Padang Adopsi 72 Motor Listrik Polytron

Padang, Apaberita – PT Semen Padang, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, meresmikan penggunaan 72 unit sepeda motor listrik buatan Polytron untuk menunjang mobilitas operasional di lingkung...

Jul 12, 2026 - 14:55
0 0

Padang, Apaberita – PT Semen Padang, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, meresmikan penggunaan 72 unit sepeda motor listrik buatan Polytron untuk menunjang mobilitas operasional di lingkungan pabrik Indarung, Kota Padang, Sumatera Barat. Pengadaan armada ini memanfaatkan insentif subsidi kendaraan listrik dari pemerintah sebesar Rp6,5 juta per unit, menegaskan komitmen emiten berkode SMGR itu dalam mendorong transformasi hijau di sektor industri.

Serah terima unit dilakukan dalam seremoni yang berlangsung di area pabrik Indarung pada Selasa (17/6). Hadir dalam kesempatan itu Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar D., Head of Electric Vehicle Product PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) Bimo Bramantyo, serta perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Barat. Puluhan motor listrik berkelir hijau itu langsung dioperasikan oleh para pekerja untuk menggantikan sepeda motor konvensional yang sebelumnya digunakan di kawasan pabrik seluas ratusan hektare tersebut.

Langkah ini sekaligus menjadi bukti kesiapan ekosistem kendaraan listrik nasional memenuhi kebutuhan korporasi berskala besar. PT Semen Padang menjadi salah satu perusahaan semen pertama di Indonesia yang mengadopsi armada listrik secara massif untuk kegiatan internal.

Insentif Pemerintah Tekan Biaya Akuisisi

Asri Mukhtar menjelaskan, pengadaan 72 unit motor listrik Polytron tipe Fox-R tidak lepas dari program subsidi yang digulirkan oleh Kementerian Perindustrian. Menurutnya, harga satu unit motor listrik Polytron Fox-R sebelum subsidi berada di kisaran Rp20 juta. Dengan adanya subsidi Rp6,5 juta dari pemerintah, biaya per unit yang ditanggung perseroan menjadi jauh lebih ringan, yakni sekitar Rp13,5 juta.

"Subsidi ini sangat membantu kami dalam mempercepat konversi kendaraan operasional dari fosil ke listrik. Total biaya pengadaan yang kami hemat mencapai Rp468 juta," ujar Asri di sela-sela seremoni. Angka tersebut diperoleh dari perkalian 72 unit dengan selisih subsidi. Subsidi diberikan melalui mekanisme pemotongan langsung di tingkat dealer, dan Polytron memastikan seluruh unit telah terdaftar dalam program bantuan pemerintah yang mensyaratkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Spesifikasi dan Infrastruktur Pendukung

Motor listrik Polytron Fox-R yang diserahkan memiliki spesifikasi daya jelajah hingga 130 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh, dengan kecepatan maksimal 80 km/jam. Baterai lithium-ion berkapasitas 3,7 kWh dirancang sistem swap yang memungkinkan penggantian baterai kosong dengan baterai penuh dalam waktu kurang dari satu menit di stasiun penukaran yang telah disediakan.

PT Semen Padang telah membangun dua unit stasiun penukaran baterai (battery swap station) di area pabrik Indarung. Setiap stasiun mampu menampung hingga 12 slot baterai. "Ini wujud nyata bahwa ekosistem kendaraan listrik nasional sudah matang, aman, dan siap digunakan untuk keperluan industri berat," tegas Asri.

Pernyataan Polytron dan Dampak Lingkungan

Bimo Bramantyo dalam sambutannya menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi Polytron dalam menembus pasar korporasi. "Kami membuktikan bahwa motor listrik produksi dalam negeri mampu memenuhi standar operasional perusahaan berskala seperti Semen Padang. Keandalan dan keamanan produk kami telah teruji untuk mobilitas tinggi di kawasan industri," katanya.

Ia menambahkan, Polytron tidak hanya menyuplai unit, tetapi juga menyediakan pelatihan kepada teknisi internal Semen Padang untuk perawatan berkala. Bimo optimistis, kolaborasi ini dapat direplikasi di pabrik-pabrik lain dalam ekosistem Semen Indonesia Group yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari sisi lingkungan, peralihan ke motor listrik diperhitungkan mampu mereduksi emisi karbon secara signifikan. Dengan mengacu pada rata-rata jarak tempuh harian operasional di pabrik sekitar 50 kilometer per unit, 72 motor listrik ini dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak hingga 18.000 liter per tahun dan mengurangi emisi CO2 setara 47 ton per tahun. Asri menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan peta jalan dekarbonisasi SIG yang menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Nasional

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar, Maswar Dedi, yang hadir dalam seremoni, mengapresiasi langkah PT Semen Padang. Menurutnya, Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang terus mendorong penggunaan kendaraan listrik, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. "Kami berharap lebih banyak lagi perusahaan di Sumbar yang mengikuti jejak Semen Padang. Ini akan memperkuat pasar kendaraan listrik lokal dan mendorong pembangunan infrastruktur pendukung," ujarnya.

Di tingkat nasional, Kementerian Perindustrian mencatat total subsidi motor listrik yang telah tersalurkan sejak 2023 mencapai lebih dari 30.000 unit. Keberhasilan program ini, menurut pengamat, mengindikasikan bahwa regulasi dan insentif mulai berjalan efektif, terutama setelah penyempurnaan skema yang memungkinkan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk membeli satu unit motor listrik subsidi.

Dengan resminya 72 motor listrik Polytron beroperasi di Semen Padang, sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta nasional, dan dukungan fiskal pemerintah dinilai kian memperkokoh peta jalan elektrifikasi transportasi Indonesia. "Ini bukan sekadar proyek percontohan, melainkan implementasi nyata yang siap diperluas," pungkas Asri Mukhtar.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User