Jerman Tegaskan Iran Harus Biayai Pembersihan Ranjau Selat Hormuz

Berlin – Pemerintah Jerman melalui Menteri Luar Negeri Johann Wadephul menegaskan bahwa Iran sepenuhnya harus bertanggung jawab secara finansial atas seluruh operasi pembersihan ranjau di Selat Hor

Jul 07, 2026 - 22:50
0 0
Jerman Tegaskan Iran Harus Biayai Pembersihan Ranjau Selat Hormuz

Berlin – Pemerintah Jerman melalui Menteri Luar Negeri Johann Wadephul menegaskan bahwa Iran sepenuhnya harus bertanggung jawab secara finansial atas seluruh operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Penegasan ini dilontarkan menyusul kekhawatiran global terhadap nasib jalur perairan strategis yang menjadi urat nadi pasokan minyak dan gas dunia, di tengah memanasnya perang antara Teheran melawan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam wawancara dengan surat kabar Handelsblatt yang dilaporkan oleh Apaberita.com, Selasa (7/7/2026), Wadephul dengan tegas menolak anggapan bahwa negara-negara Eropa akan memberikan insentif keuangan kepada Iran demi mendapatkan persetujuan untuk melaksanakan misi pembersihan ranjau. Ia justru menekankan bahwa tindakan Iran menanam ranjau di jalur pelayaran internasional merupakan pelanggaran hukum yang tidak bisa ditoleransi.

"Kami sama sekali tidak perlu menawarkan apa pun kepada Teheran; justru sebaliknya: Iran telah menempatkan ranjau secara ilegal di jalur pelayaran internasional," kata Wadephul dalam wawancara tersebut.

Selat Hormuz dalam Pusaran Konflik

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu titik paling krusial dalam peta energi global. Hampir seperlima dari total konsumsi minyak harian dunia melewati selat sempit ini. Sejak pecahnya perang antara Iran, AS, dan Israel, keamanan di perairan tersebut langsung terancam. Penanaman ranjau laut oleh pihak Iran dianggap sebagai eskalasi berbahaya yang tidak hanya mengancam kapal kargo dan tanker minyak, tetapi juga memperburuk stabilitas ekonomi dunia yang masih dalam tahap pemulihan.

Laporan Apaberita.com yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa ranjau-ranjau tersebut telah mengakibatkan sejumlah insiden serius, memaksa perusahaan pelayaran internasional untuk mencari rute alternatif yang lebih panjang dan mahal. Dampaknya langsung terasa pada lonjakan biaya logistik dan harga energi. Di tengah situasi itulah pernyataan Menlu Jerman muncul, menegaskan bahwa beban biaya pembersihan—yang diperkirakan mencapai miliaran dolar—harus dipikul sepenuhnya oleh Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas terciptanya ancaman tersebut.

Wadephul menambahkan bahwa solidaritas Eropa dalam isu ini tidak berarti mereka akan membuka pintu negosiasi dengan iming-iming insentif. "Mereka yang menciptakan masalah, harus menyelesaikan dan membiayai sendiri," ujarnya. Posisi ini sekaligus menepis spekulasi adanya kemungkinan tawaran keringanan sanksi atau bantuan ekonomi dari blok Eropa untuk melunakkan sikap Teheran.

Para pengamat hubungan internasional menilai pernyataan Jerman ini sebagai sinyal penting, memperlihatkan bahwa prinsip kepatuhan terhadap hukum internasional tidak bisa ditukar dengan kepentingan energi jangka pendek. Meskipun Eropa sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah, langkah Jerman menunjukkan arsitektur diplomasi yang tidak akan tunduk pada tekanan sepihak.

Hingga berita ini diturunkan, Apaberita.com mencatat belum ada respons resmi dari pihak Iran atas tuntutan Berlin. Sementara itu, proses pemantauan kondisi Selat Hormuz terus dilakukan oleh koalisi negara-negara Barat, sambil menunggu kejelasan soal rencana teknis dan pembiayaan pembersihan ranjau yang kini menghambat kebebasan navigasi global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Editor Olahraga. Editor sepak bola, MotoGP, dan timnas.

Comments (0)

User