Jasa Marga Perkuat Layanan Tol Berbasis Teknologi untuk Keselamatan

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan jalan tol berbasis teknologi dengan fokus utama pada keselamatan pengguna. Transformasi digital ini dilakukan me...

Jasa Marga Perkuat Layanan Tol Berbasis Teknologi untuk Keselamatan

JAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan jalan tol berbasis teknologi dengan fokus utama pada keselamatan pengguna. Transformasi digital ini dilakukan melalui peningkatan kualitas sistem operasional, pemeliharaan infrastruktur, serta integrasi data real-time yang bertujuan memberikan pelayanan prima bagi seluruh pengguna jalan tol di Indonesia.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (18/6), manajemen Jasa Marga menyatakan bahwa pengembangan teknologi menjadi prioritas strategis perusahaan dalam menghadapi peningkatan volume kendaraan dan kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi. Langkah ini menindaklanjuti arahan Kementerian BUMN dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan di seluruh ruas tol kelolaan perusahaan.

Integrasi Teknologi dan Pemantauan Real-Time

Jasa Marga telah mengimplementasikan sistem pemantauan lalu lintas berbasis kamera CCTV resolusi tinggi dan sensor kendaraan yang terintegrasi dengan Traffic Management Center (TMC). Sistem ini memungkinkan petugas memantau kondisi lalu lintas secara langsung dan merespons cepat terhadap insiden atau hambatan di lapangan. Berdasarkan data internal perusahaan, sebanyak 1.247 unit CCTV telah terpasang di berbagai titik strategis sepanjang ruas tol yang dikelola, mencakup Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jagorawi, dan ruas tol lainnya di Pulau Jawa dan Sumatera.

Selain itu, Jasa Marga juga mengoperasikan sistem Variable Message Sign (VMS) yang memberikan informasi real-time kepada pengguna mengenai kondisi lalu lintas, waktu tempuh, serta peringatan dini cuaca atau kecelakaan. Sistem ini terhubung langsung dengan aplikasi Travoy yang dapat diunduh pengguna untuk mendapatkan notifikasi perjalanan. Manajemen menegaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dianalisis secara berkala untuk mengidentifikasi titik rawan kecelakaan dan merancang langkah mitigasi yang tepat.

Peningkatan Keselamatan dan Respons Darurat

Aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap inovasi teknologi yang diterapkan. Jasa Marga telah memperbarui sistem deteksi kecelakaan otomatis yang mampu mengirimkan sinyal ke pusat kendali dalam waktu kurang dari 30 detik setelah insiden terdeteksi. Petugas patroli jalan raya (PJR) dan tim derek kemudian dikerahkan ke lokasi dengan waktu respons rata-rata 10 menit, sesuai standar pelayanan minimum yang ditetapkan pemerintah.

Perusahaan juga meningkatkan kapasitas gardu tol dengan sistem transaksi non-tunai berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) yang sedang diuji coba di beberapa gerbang tol. Teknologi ini memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti, mengurangi antrean dan risiko kecelakaan akibat kendaraan berhenti mendadak. Dalam rapat koordinasi internal, Direktur Utama Jasa Marga menegaskan bahwa transformasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga menekan angka kecelakaan di area gerbang tol.

"Kami berkomitmen menghadirkan layanan tol yang aman, nyaman, dan andal. Teknologi adalah alat utama kami untuk mencapai standar keselamatan tertinggi bagi seluruh pengguna," ujar Direktur Utama Jasa Marga dalam paparan di hadapan jajaran direksi dan komisaris. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat pleno yang membahas rencana kerja perusahaan tahun 2025.

Kolaborasi dan Pengembangan Infrastruktur Digital

Jasa Marga tidak bekerja sendiri dalam transformasi digital ini. Perusahaan menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lain, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta Kementerian Perhubungan untuk berbagi data lalu lintas dan koordinasi penanganan darurat. Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan sistem Intelligent Transport System (ITS) yang akan menjadi tulang punggung pengelolaan jalan tol cerdas di masa depan.

Dalam hal infrastruktur, Jasa Marga mengalokasikan anggaran belanja modal sebesar Rp4,2 triliun untuk tahun 2025, dengan porsi signifikan dialokasikan untuk pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dana tersebut digunakan untuk penggantian perangkat keras yang usang, peningkatan kapasitas server data, serta pengembangan aplikasi mobile yang lebih responsif. Manajemen menargetkan seluruh ruas tol yang dikelola dapat terhubung dalam satu platform digital terpadu pada akhir tahun 2026.

Selain itu, perusahaan juga melakukan pelatihan berkelanjutan bagi petugas operasional untuk menguasai sistem baru. Sebanyak 2.300 petugas lapangan telah mengikuti program sertifikasi kompetensi teknologi pada semester pertama tahun ini. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia layanan tol terbaik di Asia Tenggara dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kepuasan pelanggan.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Jasa Marga optimistis dapat menekan angka kecelakaan hingga 15 persen pada tahun 2025. Perusahaan juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi global, memastikan bahwa setiap perjalanan pengguna jalan tol berlangsung aman dan efisien. Komitmen ini merupakan wujud nyata tanggung jawab perusahaan dalam mendukung kelancaran arus logistik dan mobilitas nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User