Jakarta — Puan Maharani Sambut PM Modi, Perkuat Kemitraan Strategis

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menyambut langsung kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedu

Jul 08, 2026 - 13:30
0 0
Jakarta — Puan Maharani Sambut PM Modi, Perkuat Kemitraan Strategis

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menyambut langsung kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Pertemuan berlangsung sekitar 90 menit dan membahas penguatan hubungan bilateral yang tahun ini memasuki 77 tahun sejak pembukaan hubungan diplomatik.

Puan didampingi sejumlah pimpinan alat kelengkapan dewan. PM Modi tiba pukul 09.30 WIB dan disambut dengan upacara kehormatan di halaman gedung. Kedua tokoh kemudian melakukan pertemuan tertutup, lalu dilanjutkan dengan pernyataan pers bersama. Dalam sambutannya, Puan menekankan peran parlemen dalam mempercepat implementasi kesepakatan strategis antarkedua negara.

“Indonesia dan India adalah dua negara demokrasi besar di Asia. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk mengokohkan kerja sama di bidang ekonomi, maritim, dan pertukaran antarmasyarakat,” ujar Puan. Ia juga menyebut DPR siap meratifikasi perjanjian-perjanjian bilateral yang telah disepakati agar segera memberikan manfaat nyata.

Sementara itu, PM Modi dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat parlemen Indonesia. “Saya melihat Indonesia sebagai sahabat alami India. Kami punya akar sejarah dan tantangan serupa. Kemitraan ini akan kami dorong ke level lebih tinggi,” tegasnya. Modi merujuk pada target perdagangan bilateral senilai US$40 miliar pada 2026, naik dari realisasi US$32,3 miliar pada 2025.

Analisis Kunjungan PM Modi: Peluang dan Tantangan

Kunjungan PM Modi ke Jakarta kali ini merupakan yang ketiga sejak 2018 dan menjadi kunjungan balasan atas kehadiran Presiden Indonesia pada Hari Republik India awal tahun lalu. Terdapat tiga fokus utama yang mencuat dalam pertemuan parlemen ini. Pertama, percepatan kerja sama ekonomi digital dan teknologi finansial; kedua, peningkatan konektivitas maritim melalui jalur pelabuhan Sabang–Chennai; dan ketiga, penguatan kerja sama keamanan pangan dan energi terbarukan. Indonesia dan India juga mendiskusikan peluang investasi India di Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan komitmen awal senilai US$500 juta dari konsorsium perusahaan India.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Indo-Pasifik, Dr. Andi Widjajanto, menilai pertemuan di tingkat parlemen memberikan sinyal politik yang kuat. “Keterlibatan DPR memperkuat legitimasi dan memastikan kebijakan luar negeri tidak berhenti di eksekutif. Ini penting untuk proyek jangka panjang seperti Sabang–Chennai yang butuh kepastian hukum,” katanya.

Di samping peluang, sejumlah tantangan masih mengganjal. Hambatan nontarif, perbedaan standar produk, dan persaingan di sektor minyak sawit perlu dikelola melalui dialog reguler. Kedua pihak sepakat mengaktifkan kembali forum konsultasi reguler tingkat menteri perdagangan yang sempat terhenti akibat pandemi.

Perbandingan Kerja Sama Perdagangan Indonesia-India

Indikator 2024 2025 2026 (Target)
Total Perdagangan (US$) 28,7 miliar 32,3 miliar 40 miliar
Ekspor Indonesia (US$) 16,1 miliar 18,4 miliar 23 miliar
Impor dari India (US$) 12,6 miliar 13,9 miliar 17 miliar
Investasi India (US$) 1,2 miliar 1,5 miliar 2 miliar

Sumber: Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian Investasi (data diolah) — proyeksi 2026 berdasarkan notulen pertemuan bilateral.

Kunjungan PM Modi diakhiri dengan jamuan kenegaraan di Istana Bogor yang dihadiri langsung oleh Presiden RI. Puan Maharani dalam konferensi pers penutup menegaskan komitmen DPR untuk mengawal setiap kesepakatan menjadi undang-undang yang memperkuat posisi tawar bangsa. “Parlemen adalah jembatan antara visi diplomatik dan realitas kebijakan domestik,” tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User