Jakarta — Prabowo Sambut Modi di Istana, Perkuat Kemitraan Dua Samudra
Mentari pagi menyapu langit Jakarta saat bendera Merah Putih dan Tiranga berkibar berdampingan di tiang-tiang Istana Merdeka. Dentuman meriam 19 kali mengg
Mentari pagi menyapu langit Jakarta saat bendera Merah Putih dan Tiranga berkibar berdampingan di tiang-tiang Istana Merdeka. Dentuman meriam 19 kali menggetarkan udara, menandai penghormatan tertinggi bagi tamu negara. Selasa (7/7/2026), Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi—sebuah pertemuan yang menegaskan kembali poros maritim yang mengikat dua negara demokrasi terbesar di kawasan Indo-Pasifik.
Upacara penyambutan berlangsung khidmat. Prabowo, mengenakan setelan jas gelap dan peci hitam, menyambut Modi di puncak tangga Istana. Keduanya berjabat tangan hangat sebelum berjalan menuju panggung kehormatan. Ini adalah kunjungan bilateral pertama Modi ke Indonesia di periode kedua Prabowo, dan menjadi sinyal kuat bahwa Jakarta-New Delhi ingin mempercepat kerja sama strategis di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks.
Agenda Padat di Balik Pintu Istana
Usai upacara kenegaraan, kedua pemimpin langsung menggelar pertemuan tête-à-tête di Ruang Jepara sebelum berlanjut ke rapat bilateral bersama delegasi. Dalam pertemuan itu, tiga isu utama menjadi sorotan: konektivitas maritim, kerja sama pertahanan, dan transisi energi.
India dan Indonesia memiliki sejarah panjang sebagai poros maritim Samudra Hindia dan Pasifik. Dalam pertemuan ini, keduanya sepakat untuk memperkuat jalur perdagangan laut, termasuk pengembangan pelabuhan di Sabang dan Kepulauan Andaman-Nicobar sebagai simpul strategis. “Kami melihat Samudra Hindia bukan sebagai pemisah, melainkan penghubung dua bangsa,” ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri yang mendampingi pertemuan.
“Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan India harus menjadi jangkar stabilitas kawasan. Tidak ada keraguan bahwa kerja sama maritim kita adalah kunci.”
Defense Cooperation yang Semakin Erat
Di bidang pertahanan, kedua negara menandatangani nota kesepahaman baru tentang produksi bersama alutsista. India, yang tengah menggenjot ekspor pertahanannya, melihat Indonesia sebagai mitra potensial untuk kendaraan tempur dan sistem radar. Sementara itu, Prabowo—yang juga Menteri Pertahanan—menekankan pentingnya alih teknologi. Latihan militer gabungan Garuda Shakti juga disepakati untuk diperluas skalanya.
Energi dan Masa Depan Hijau
Isu transisi energi mendapatkan porsi pembahasan tak kalah penting. India, yang agresif mengembangkan energi surya dan hidrogen hijau, menawarkan kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Indonesia bisa menjadi pusat produksi hidrogen hijau dunia, dan India siap menjadi pasar sekaligus investor, demikian optimisme yang mewarnai diskusi.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk membahas peningkatan kuota perdagangan bilateral yang pada tahun 2025 telah menembus 45 miliar dolar AS. Kedua pemimpin menargetkan angka 60 miliar dolar AS pada 2030. Produk turunan kelapa sawit, farmasi, dan tekstil menjadi komoditas andalan dalam negosiasi ini.
Pesan dari Pertemuan
Di tengah situasi global yang diwarnai persaingan kekuatan besar, pertemuan Prabowo-Modi mengirimkan pesan bahwa negara-negara Global South mampu menentukan arah kebijakan luar negeri secara mandiri. Keduanya juga menegaskan kembali komitmen terhadap hukum laut internasional dan kebebasan navigasi—posisi klasik Indonesia dan India yang kini semakin relevan.
Sebelum bertolak, Modi menyempatkan diri menanam pohon Vachellia nilotica di halaman Istana. Sebuah simbolisasi akar yang kuat dan hubungan yang tahan waktu di antara dua samudra dan dua demokrasi.
Comments (0)