JAKARTA — PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) menetapkan target dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mencapai Rp5 triliun. Angka tersebut disahkan dalam Rapat Koordinasi lintas sektor yang melibatkan otoritas penerbangan, pengelola kawasan, serta mitra strategis industri pariwisata nasional.
Direktur Utama InJourney menegaskan bahwa penetapan target itu merupakan tindak lanjut dari evaluasi penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. "Berdasarkan kajian yang kami lakukan bersama mitra, dampak ekonomi MotoGP Mandalika kami tetapkan pada kisaran Rp5 triliun. Angka ini mencakup belanja wisatawan, okupansi perhotelan, transportasi, hingga usaha mikro di sekitar sirkuit," ujarnya dalam Rapat Koordinasi di Jakarta.
Ia menyatakan bahwa pencapaian target tersebut tidak dapat dilepaskan dari penguatan sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara di sektor aviasi dan pariwisata. Menurutnya, integrasi layanan penerbangan, akomodasi, dan destinasi pendukung menjadi kunci agar arus kunjungan terdistribusi secara merata, tidak hanya terpusat di kawasan Mandalika.
Sinergi Aviasi dan Pariwisata sebagai Fondasi
Dalam forum yang sama, jajaran direksi mitra aviasi menyatakan komitmennya menambah kapasitas penerbangan menuju Lombok menjelang periode penyelenggaraan. Penambahan frekuensi dan rute langsung dari sejumlah kota utama ditetapkan sebagai langkah strategis untuk mengakomodasi lonjakan permintaan tiket selama gelaran berlangsung.
"Kami menyiapkan penambahan kapasitas secara bertahap. Keputusan mengenai rute dan frekuensi akan ditetapkan setelah koordinasi dengan otoritas bandara serta maskapai mitra," kata salah satu anggota direksi mitra aviasi.
Selain transportasi udara, sinergi juga mencakup penyediaan paket wisata terpadu yang menggabungkan tiket balapan, akomodasi, dan kunjungan ke destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat. Skema ini disahkan untuk mendorong lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja per kunjungan.
Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional diwajibkan memberi manfaat langsung bagi perekonomian daerah. InJourney menindaklanjuti amanat tersebut dengan melibatkan pelaku usaha lokal, koperasi, dan kelompok masyarakat dalam rantai pasok penyelenggaraan.
Distribusi Manfaat bagi Usaha Mikro dan Daerah
Manajemen InJourney menyatakan bahwa target Rp5 triliun akan diukur melalui indikator yang telah ditetapkan, antara lain tingkat okupansi hotel, jumlah kunjungan wisatawan, nilai transaksi di kawasan ekonomi khusus, serta pendapatan sektor transportasi dan kuliner.
"Kami tidak hanya melihat angka kunjungan. Yang kami ukur adalah nilai ekonomi yang benar-benar diterima masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar Mandalika," tegasnya.
Fraksi-fraksi di lingkungan pemangku kepentingan daerah menyambut baik penetapan target tersebut. Pemerintah daerah menyatakan akan menyiapkan dukungan infrastruktur, kebersihan kawasan, serta pengaturan lalu lintas selama periode penyelenggaraan. Pleno koordinasi daerah ditetapkan untuk memastikan kesiapan setiap sektor.
Sejumlah pengamat ekonomi menilai target Rp5 triliun merupakan sasaran yang menantang, namun dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan konsisten menjalankan komitmen. Mereka mengingatkan bahwa keberhasilan tidak semata ditentukan oleh jumlah penonton, tetapi juga oleh kemampuan daerah menahan wisatawan untuk berkunjung lebih lama dan berbelanja lebih banyak.
Penguatan Citra Destinasi dan Keberlanjutan
Di sisi lain, InJourney menekankan pentingnya aspek keberlanjutan dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Pengelolaan sampah, konservasi kawasan pesisir, serta pelibatan masyarakat adat disahkan sebagai bagian dari rencana induk penyelenggaraan.
"Penyelenggaraan berskala internasional harus memberi warisan positif. Kami menetapkan standar keberlanjutan sebagai bagian dari keputusan penyelenggaraan, bukan sebagai pelengkap," ujar Direktur Utama InJourney.
InJourney juga menyatakan akan memperkuat promosi destinasi di pasar mancanegara, khususnya negara-negara dengan basis penggemar motorsport besar. Kerja sama dengan promotor, maskapai, dan agen perjalanan ditetapkan untuk memperluas jangkauan promosi.
Dengan penetapan target tersebut, penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan yang paling berkontribusi terhadap penerimaan daerah dan devisa negara di sektor pariwisata. InJourney menegaskan akan melakukan evaluasi berkala dan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik.
"Keputusan ini bukan sekadar target angka. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan Mandalika dan Nusa Tenggara Barat memperoleh manfaat yang nyata, terukur, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Comments (0)