Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Suporter Nyanyikan Hey Jude untuk Bellingham

New York — Tim nasional Inggris memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Brasil dalam laga perempat final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (12/7) ...

Jul 12, 2026 - 21:09
0 0

New York — Tim nasional Inggris memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Brasil dalam laga perempat final yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Minggu (12/7) dini hari WIB. Kemenangan 3-1 itu tak lepas dari penampilan luar biasa gelandang serang Jude Bellingham, yang mencetak dua gol dan kemudian mendapat penghormatan istimewa dari para pendukung melalui paduan suara spontan lagu Hey Jude.

Dengan hasil ini, The Three Lions menjaga asa mengakhiri puasa trofi sejak 1966 dan akan menghadapi pemenang laga Argentina versus Portugal di babak empat besar yang dijadwalkan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, pada 15 Juli mendatang.

Aksi Cemerlang di Lapangan

Pemain berusia 23 tahun yang kini memperkuat Real Madrid itu membuka keunggulan pada menit ke-22 lewat sundulan memanfaatkan umpan silang akurat Bukayo Saka. Keunggulan itu sempat disamakan oleh penyerang Brasil, Endrick, melalui titik penalti pada menit ke-39. Namun, Bellingham kembali membawa Inggris memimpin pada babak kedua dengan sepakan mendatar dari luar kotak penalti pada menit ke-58, sebelum Harry Kane memastikan kemenangan melalui gol ketiga pada menit ke-74.

Pelatih Inggris, Gareth Southgate, dalam konferensi pers usai pertandingan menegaskan bahwa peran Bellingham semakin vital. “Jude menunjukkan kualitas kelas dunia. Bukan hanya golnya, tetapi cara dia mengendalikan tempo, memenangi duel, dan memimpin rekan-rekan di lapangan. Dia pantas mendapatkan setiap pujian,” ujar Southgate.

Data pertandingan yang dirilis FIFA menunjukkan Bellingham mencatatkan 92 persen akurasi umpan, tiga tembakan tepat sasaran, dan enam tekel sukses—angka yang jarang dicapai seorang gelandang serang dalam laga sistem gugur sekelas perempat final Piala Dunia.

Nyanyian Legendaris Menggema

Puncak perayaan terjadi begitu wasit meniup peluit panjang. Puluhan ribu pendukung Inggris yang memadati tribun mulai menyanyikan Hey Jude—lagu ikonis The Beatles yang sudah menjadi tradisi di kalangan fan Inggris, namun kini memperoleh makna baru karena menyatu dengan nama sang bintang. Secara serentak, bait “Hey Jude, don’t make it bad…” menggema, menggantikan suasana tegang pasca pertandingan dengan euforia kolektif.

Dari laporan jurnalis di lokasi, Bellingham sempat berhenti sejenak di tepi lapangan dan tampak terharu mendengarkan nyanyian tersebut. Beberapa pemain lain, seperti Declan Rice dan Phil Foden, ikut mengangkat tangan mengarahkan nyanyian itu untuk sang gelandang.

Ben Mitchell, seorang suporter asal Birmingham yang hadir langsung ke stadion, menyampaikan, “Lagu itu bukan sekadar lagu. Ini cara kami memberi tahu Jude bahwa dia milik Inggris, dan dia telah membawa kami ke tempat yang sudah lama kami impikan. Setiap kali dia menyentuh bola, kami merasa ada keajaiban.”

Fenomena ini menegaskan posisi Bellingham sebagai tokoh sentral dalam perjalanan Inggris menuju tangga juara. Sepanjang turnamen, pemain kelahiran Stourbridge tersebut telah mengoleksi enam gol dan tiga asis, menyamai catatan Gary Lineker pada Piala Dunia 1986 dan hanya terpaut satu gol dari top skor sementara.

Jalan Menuju Semifinal

Inggris memulai fase grup di Grup D bersama Denmark, Tunisia, dan Korea Selatan, dan lolos sebagai juara grup dengan tujuh poin. Pada babak 16 besar, mereka menang tipis atas Kroasia, 2-1, sebelum akhirnya menyingkirkan Brasil di perempat final. Konsistensi performa tim ditopang oleh lini tengah yang dimotori Bellingham, Rice, dan Conor Gallagher, sementara duet bek John Stones dan Levi Colwill menunjukkan soliditas.

Keberhasilan ini memperbaiki catatan Inggris dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia: semifinal 2018, perempat final 2022, dan kini kembali ke empat besar. Asa untuk meraih trofi semakin menguat, meskipun lawan potensial di semifinal—baik Argentina yang bertabur bintang maupun Portugal dengan kedalaman skuat—dipastikan bukan ujian ringan.

Respons dan Harapan

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) melalui pernyataan resmi mengapresiasi dukungan publik dan menekankan pentingnya menjaga fokus. “Perjalanan belum usai. Kami bangga pada tim ini, tetapi masih ada dua pertandingan lagi yang harus dimenangkan. Dukungan suporter luar biasa dan menjadi energi tambahan bagi para pemain,” demikian bunyi pernyataan FA.

Sementara itu, media di Inggris ramai membahas kemungkinan Bellingham dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen jika mampu mempertahankan performa. Analis Sky Sports, Jamie Carragher, menyebut bintang muda itu sebagai “mesin besar di balik setiap ancaman Inggris.” Sedangkan legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer, lewat kolomnya di BBC Sport menulis, “Kita menyaksikan lahirnya legenda baru. Bellingham bukan lagi pemain untuk masa depan, dia adalah kenyataan hari ini.”

Di kubu pemain, Kapten Harry Kane menambahkan, “Jude adalah fenomena. Dia masih sangat muda, tetapi berbicara dan bermain seperti pemain dengan 100 caps. Kami mengikuti iramanya.” Sementara Bellingham sendiri dalam wawancara singkat dengan tim media FA menyatakan, “Saya hanya mencoba membantu tim sebaik mungkin. Mendengar para suporter menyanyikan lagu itu adalah momen yang akan saya ingat seumur hidup. Tapi pekerjaan kami belum selesai.”

Dengan tiga hari istirahat menuju semifinal, tim pelatih Inggris akan memanfaatkan waktu untuk pemulihan dan analisis calon lawan. Publik Inggris kini menggantungkan harapan pada sosok bernomor punggung 22 itu, yang tak hanya menjadi mesin gol, tetapi juga simbol generasi baru yang percaya diri. Paduan suara Hey Jude di New York menjadi penanda: era Jude Bellingham telah benar-benar tiba di panggung dunia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User