Infrastruktur Jadi Kunci Dorong Produksi Durian dan Sawit Kaur
Apaberita, Bengkulu – Bupati Kaur Gusril Pausi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama untuk memacu produktivitas kawasan sentra durian dan kelapa sawit Cawang Kidau di De...
Apaberita, Bengkulu – Bupati Kaur Gusril Pausi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama untuk memacu produktivitas kawasan sentra durian dan kelapa sawit Cawang Kidau di Desa Manau, Kabupaten Kaur. Ia menekankan, tanpa dukungan jalan dan fasilitas penunjang yang memadai, potensi besar sektor perkebunan di wilayah tersebut sulit dioptimalkan.
Dalam kunjungan lapangan yang dilakukan pada Selasa (3/6/2025), Gusril Pausi melihat langsung kondisi infrastruktur di sekitar kebun durian dan sawit milik petani setempat. Jalan usaha tani yang rusak parah serta ketiadaan sistem irigasi yang memadai dinilai sebagai kendala utama yang menghambat distribusi hasil panen dan menekan harga jual di tingkat petani.
"Infrastruktur merupakan urat nadi perekonomian daerah. Tanpa jalan yang baik, durian unggul dan tandan sawit segar hanya akan terbuang percuma di kebun. Kami bertekad mengubah kondisi ini," kata Gusril Pausi saat berdialog dengan puluhan petani dan aparatur desa.
Fokus Pembangunan Jalan Produksi dan Irigasi
Pemerintah Kabupaten Kaur telah menyiapkan rencana pembangunan jalan produksi sepanjang 12 kilometer yang akan menghubungkan langsung sentra Cawang Kidau dengan jalan provinsi. Proyek ini dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2025. Pembangunan ditargetkan rampung dalam kurun waktu enam bulan setelah proses lelang selesai.
Selain jalan, Pemkab juga akan membangun embung dan saluran irigasi sederhana untuk mendukung pengairan tanaman durian di musim kemarau. Menurut data Dinas Pertanian Kaur, sekitar 60 persen kebun durian di wilayah tersebut hanya mengandalkan tadah hujan, sehingga fluktuasi iklim sangat memengaruhi produktivitas.
Potensi Durian dan Kelapa Sawit
Kabupaten Kaur memiliki luas tanam durian mencapai 2.500 hektare dengan total produksi sekitar 15.000 ton per tahun. Varietas unggul seperti durian bentara, durian kancing, dan durian mentega menjadi andalan karena cita rasa khas dan daya tahan pascapanen yang baik. Kawasan Cawang Kidau sendiri menyumbang hampir 40 persen dari total produksi durian Kaur.
Sementara itu, perkebunan kelapa sawit rakyat di Kaur tercatat seluas 8.000 hektare yang dikelola sekitar 5.000 kepala keluarga. Namun, rendahnya tingkat perawatan dan minimnya akses terhadap pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) mengakibatkan produktivitas hanya berkisar 12 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun, jauh di bawah potensi maksimal 25 ton per hektare per tahun.
Dorong Hilirisasi dan Kesejahteraan Petani
Gusril Pausi juga menyampaikan rencana jangka menengah berupa pembangunan pabrik pengolahan mini untuk durian, seperti pengolahan dodol dan duren beku (frozen durian), guna meningkatkan nilai tambah. "Kita tidak bisa terus menjual durian dalam bentuk segar. Harus ada hilirisasi agar petani memperoleh margin yang lebih besar," ujarnya.
Untuk sektor sawit, pemerintah daerah mendorong terbentuknya koperasi petani sawit yang dapat memfasilitasi pembelian pupuk bersama dan akses langsung ke PKS terdekat. Saat ini, para petani harus menempuh jarak puluhan kilometer dengan biaya angkut yang memberatkan karena kondisi jalan yang buruk.
Marsudi (52), petani durian di Desa Manau, menyambut baik rencana tersebut. "Kami sangat berharap jalan segera dibangun. Kalau jalan bagus, biaya angkut bisa turun sampai 30 persen. Selama ini, hasil panen sering rusak dalam perjalanan karena truk terguncang-guncang," ungkapnya.
Sinergi Antar Lembaga
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kaur, Herianto, menambahkan bahwa proyek infrastruktur ini akan dikawal secara ketat agar tepat waktu dan sesuai spesifikasi. "Kami akan melibatkan pengawas dari masyarakat setempat untuk memastikan kualitas pekerjaan," ujarnya.
Di tingkat provinsi, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga memberikan dukungan melalui alokasi dana bantuan keuangan khusus untuk pengembangan kawasan perdesaan. Sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pihak swasta diharapkan dapat mempercepat transformasi Cawang Kidau menjadi sentra durian modern yang terintegrasi.
Dengan rampungnya infrastruktur pendukung, Pemkab Kaur menargetkan peningkatan produksi durian hingga 25 persen dalam tiga tahun ke depan dan peningkatan produktivitas sawit rakyat hingga mencapai 18 ton TBS per hektare per tahun. Angka ini diyakini mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mengangkat derajat ekonomi ribuan keluarga petani.
Comments (0)