PKB Jaring KH Marzuki Mustamar untuk Pilkada Jawa Timur
Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa resmi mengarahkan radar politiknya kepada mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, sebagai kandidat pot...
Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa resmi mengarahkan radar politiknya kepada mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, sebagai kandidat potensial dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur yang akan digelar serentak pada 27 November 2024. Langkah ini merupakan bagian dari strategi internal partai yang mengedepankan figur berlatar belakang kultur pesantren untuk menghadapi peta elektoral di basis tradisional Nahdliyin.
Keputusan penjaringan tersebut mencuat setelah Rapat Koordinasi Strategis yang digelar secara tertutup oleh jajaran pimpinan partai di Jakarta, pekan ini. Informasi yang dihimpun menyebutkan, nama KH Marzuki Mustamar muncul sebagai kandidat terkuat di antara beberapa opsi yang dikaji oleh tim khusus bentukan Ketua Umum DPP PKB.
Struktur Penjaringan dan Pertimbangan Strategis
Menurut Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu DPP PKB, Hamzah Rosyidi, partainya telah memetakan secara komprehensif dinamika sosial-politik di wilayah Jawa Timur. Dalam paparan tertutup tersebut, KH Marzuki dinilai memiliki kapasitas personal sekaligus jaringan struktural yang mampu menjangkau basis massa yang luas, khususnya di kalangan warga NU dan komunitas pesantren.
“Kami memang menjadikan KH Marzuki Mustamar sebagai salah satu prioritas. Figur beliau merepresentasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi fondasi perjuangan partai sejak berdiri. Di atas kertas, elektabilitas dan akseptabilitasnya di Jawa Timur sangat menjanjikan,”
ujar Hamzah Rosyidi saat ditemui di sela-sela Rapat Pleno Fraksi di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/11).
Penjaringan ini bukan tanpa alasan kalkulatif. Peta politik Jawa Timur dikenal sebagai medan yang kompleks dengan dominasi pemilih Nahdliyin yang mencapai lebih dari 60 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT). Survei internal yang dikantongi oleh DPP PKB mengindikasikan bahwa tingkat pengenalan publik terhadap KH Marzuki di segmen pemilih tradisional mencapai 78 persen, sementara tingkat kesukaan berada di angka 65 persen. Angka ini cukup solid dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain yang digadang-gadang maju melalui jalur partai politik lainnya.
Sinyal Komunikasi dan Restu Ulama
Lebih lanjut, sumber terpercaya di lingkungan DPP PKB mengungkapkan bahwa komunikasi awal antara Ketua Umum Abdul Muhaimin Iskandar dan KH Marzuki Mustamar telah berlangsung dalam bentuk silaturahim kekeluargaan. Pertemuan tersebut diinisiasi sebagai bentuk penjajakan pandangan sekaligus meminta masukan dari tokoh yang bersangkutan terkait dinamika politik dan kemasyarakatan di Jawa Timur pasca-Pemilu 2024.
Meskipun belum ada pernyataan resmi publik dari KH Marzuki, sejumlah kalangan internal partai meyakini bahwa restu dari para kiai sepuh dan sesepuh NU menjadi faktor determinan. Salah satu pertimbangan penting adalah posisi KH Marzuki yang sebelumnya memimpin PWNU Jawa Timur selama dua periode, menjadikannya sosok sentral dalam berbagai keputusan strategis organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
“Kita tidak bisa mengabaikan legitimasi kultural. Jawa Timur adalah pusat gravitasi Nahdlatul Ulama. Siapa pun yang diusung, harus mendapatkan penerimaan penuh dari jamiyah dan para masyayikh. Nyai dan kiai adalah poros,”
tegas analis politik dari Universitas Airlangga yang enggan disebutkan namanya.
Dinamika Koalisi dan Tahapan Pencalonan
Mengacu pada regulasi, untuk mengusung calon gubernur di Jawa Timur, sebuah partai atau gabungan partai wajib memiliki minimal 15 persen kursi DPRD Provinsi Jawa Timur atau setara 20 kursi dari total 120 kursi yang tersedia. Berdasarkan hasil Pemilu Legislatif 2024, PKB meraih 27 kursi, sehingga secara mandiri telah memenuhi syarat ambang batas pencalonan atau presidential threshold di tingkat daerah. Hal ini memberikan keleluasaan bagi partai berlambang bola dunia itu untuk tidak bergantung sepenuhnya pada koalisi besar.
Meski demikian, Ketua DPD PKB Jawa Timur, Fendi Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya tetap membuka komunikasi intensif dengan partai-partai lain, termasuk Gerindra dan Partai Golongan Karya, untuk memperkuat basis dukungan. Ia menekankan, keputusan final tetap berada di tangan DPP PKB dan disesuaikan dengan mekanisme internal serta masukan dari Dewan Syuro.
Proses uji kelayakan dan kepatutan alias fit and proper test dijadwalkan akan berlangsung pada pertengahan November 2024, bersamaan dengan verifikasi berkas administratif oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah. Tim pemenangan yang dipersiapkan oleh PKB telah menyusun skenario kampanye yang berfokus pada konsolidasi jaringan struktural dan kultural dari tingkat cabang hingga ranting di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dengan tertangkapnya sinyal kuat penunjukan KH Marzuki Mustamar, konstelasi Pilkada Jawa Timur dipastikan semakin menarik. Pengamat menilai, jika benar-benar diusung, kehadiran tokoh kharismatik berlatar belakang NU ini akan mengubah peta kompetisi yang semula diprediksi didominasi oleh figur-figur inkumben atau kader birokrasi murni. Kini, seluruh mata tertuju pada ballroom utama DPP PKB menanti deklarasi resmi yang dijadwalkan tidak lama lagi.
Comments (0)