Kapolres Jakarta Pusat Pantau Langsung Bentrokan Warga Menteng

Jakarta – Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat bergerak cepat meredam bentrokan antarwarga yang pecah di kawasan Menteng, Kamis (27/6/2024). Insiden yang melibatkan puluhan orang dari dua kel...

Kapolres Jakarta Pusat Pantau Langsung Bentrokan Warga Menteng

Jakarta – Aparat Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat bergerak cepat meredam bentrokan antarwarga yang pecah di kawasan Menteng, Kamis (27/6/2024). Insiden yang melibatkan puluhan orang dari dua kelompok berbeda ini langsung direspons dengan pengerahan ratusan personel. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung terjun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan tuntas dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Kronologi Awal Mula Pertikaian

Bentrokan mulai tercium sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Surabaya, persis di depan sebidang lahan kosong yang telah lama menjadi sumber ketegangan. Saksi mata, Andi (45), menuturkan bahwa kedua kelompok sudah terlibat adu mulut sejak pagi. “Mereka saling klaim hak atas lahan itu. Tiba-tiba salah satu dari mereka melemparkan batu, dan yang lain langsung membalas. Warga sekitar panik dan menyelamatkan diri,” ujarnya.

Situasi semakin tidak terkendali ketika massa dari kedua pihak mulai membawa bambu, potongan kayu, dan senjata tajam. Bentrokan berlangsung sekitar setengah jam sebelum tim kepolisian tiba di tempat kejadian.

Menurut keterangan warga setempat, lahan kosong tersebut sudah tidak terurus selama bertahun-tahun sepeninggal pemiliknya. Dua kelompok warga saling berebut mengelola area parkir informal di atas lahan itu. Pemerintah kelurahan sebenarnya telah beberapa kali memediasi, namun kesepakatan tidak kunjung tercapai.

Kapolres Turun Langsung dan Kerahkan 200 Personel

Begitu menerima laporan, Kombes Reynold bersama tim langsung meluncur ke lokasi. Dalam keterangan pers di tengah masa pemulihan situasi, ia menegaskan komitmen pihaknya menjaga ketertiban.

“Saya turun langsung untuk memastikan penanganan cepat. Kami kerahkan 200 personel gabungan dari Sabhara, Brimob, dan Polsek Metro Menteng, didukung water cannon dan kendaraan taktis untuk mengantisipasi eskalasi,” tegas Kombes Reynold.

Belasan Orang Diamankan, Senjata Tajam Disita

Dari operasi pengamanan itu, polisi menangkap 15 warga yang diduga sebagai provokator utama. Sebanyak delapan orang mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan pukulan benda tumpul, namun tidak ada korban jiwa. Para korban segera dilarikan ke RSUD Tarakan; empat di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah rawat jalan, sedangkan sisanya masih menjalani observasi.

Selain mengamankan para pelaku, petugas menyita barang bukti berupa lima bilah senjata tajam, puluhan botol kaca, serta berbagai potongan kayu dan bambu. “Kami masih menyelidiki motif di balik aksi ini. Jika ditemukan unsur pidana, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Kombes Reynold. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera memanggil tokoh masyarakat dan memfasilitasi mediasi dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh pemuda setempat.

Situasi Pulih, Polisi Siaga Patroli dan Buka Posko Pengaduan

Hingga sore hari, kawasan Jalan Surabaya berangsur kondusif. Arus lalu lintas yang sempat tersendat kini sudah kembali normal. Meski demikian, polisi tetap menyiagakan personel untuk mencegah bentrokan susulan. Patroli dialogis digencarkan oleh Bhabinkamtibmas bersama tokoh RT dan RW guna menangkal provokasi di media sosial.

Insiden ini sempat membuat pedagang kaki lima di sekitar lokasi merugi. Seorang penjual kopi keliling, Budi (52), mengaku kehilangan pendapatan karena pembeli kabur saat bentrokan. “Saya langsung tutup, takut kena lemparan,” tuturnya.

Kombes Reynold mengimbau warga Menteng tidak terpancing isu yang dapat memperkeruh keadaan. Ia menegaskan, penyebar hoaks atau provokasi di media sosial akan ditindak tegas merujuk pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. “Selesaikan permasalahan lewat musyawarah. Jangan ada lagi main hakim sendiri,” ucapnya.

Polsek Metro Menteng kini membuka posko pengaduan untuk menerima informasi tambahan dari warga. Langkah itu diharapkan mampu mencegah terulangnya konflik serupa di tengah masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User