Oct 19, 2026
Politik

Houthi Gempur Bandara Riyadh, Jemaah Umrah RI Diminta Waspada

Serangan beruntun yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, dalam sepekan terakhir telah menewaskan 19 orang dan melukai sekitar 300 orang lain...

Houthi Gempur Bandara Riyadh, Jemaah Umrah RI Diminta Waspada

Serangan beruntun yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, dalam sepekan terakhir telah menewaskan 19 orang dan melukai sekitar 300 orang lainnya. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi pun memperpanjang penangguhan operasional bandara tersebut, sementara Pemerintah Indonesia mengimbau jemaah umrah dan warga negara Indonesia di Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan data korban yang dihimpun, serangan pada 6-7 Oktober menewaskan tiga orang, termasuk kru maskapai Saudia. Serangan pada hari berikutnya kembali menewaskan tiga orang. Kemudian pada Sabtu (10/10), sebanyak 12 orang tewas, dan pada Minggu (11/10) satu orang tewas. Kepulan asap hitam terlihat membubung dari area penyimpanan bahan bakar bandara pada Sabtu (19/9), menandai eskalasi serangan yang berlangsung berulang.

Kelompok Houthi sebelumnya merilis pernyataan resmi melalui media sosial X yang berisi pembaruan peringatan kepada seluruh maskapai penerbangan, karyawan, pekerja, dan wisatawan agar tidak menggunakan bandara dan ruang udara Arab Saudi. Dalam pernyataan itu, Houthi menyebut area tersebut rentan terhadap serangan dan telah menjadi wilayah operasi pasukan mereka, dengan pengecualian bandara di kota suci Makkah dan Madinah.

"Kami mendesak semua orang untuk menanggapi peringatan kami secara serius, dan Arab Saudi bertanggung jawab atas setiap kegagalan pencegatan. Yang lebih buruk masih akan terjadi," demikian kutipan pernyataan Houthi tersebut.

Penangguhan Operasional Bandara Diperpanjang

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) pada Senin (12/10) memperpanjang penangguhan operasional Bandara King Khalid. Perpanjangan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang diumumkan pada Sabtu (10/10). GACA menyatakan perpanjangan dilakukan untuk menyelesaikan prosedur yang diperlukan demi memastikan keselamatan fasilitas dan kesiapan operasional bandara.

Meskipun demikian, GACA tidak menyebutkan secara rinci kapan bandara akan kembali beroperasi normal. Keputusan tersebut menegaskan bahwa otoritas Saudi memprioritaskan aspek keselamatan fasilitas penerbangan di tengah situasi keamanan yang belum kondusif.

Pemerintah Indonesia Imbau Jemaah Umrah Waspada

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri meminta jemaah umrah tetap waspada menyusul eskalasi serangan tersebut. Imbauan yang sama juga berlaku bagi warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi. Langkah ini menindaklanjuti perkembangan keamanan di kawasan yang dinilai berpotensi memengaruhi keselamatan warga negara Indonesia.

Jemaah umrah diimbau untuk senantiasa memantau informasi resmi dari otoritas setempat serta berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia apabila terjadi kondisi darurat. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan warga negara menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan terkait layanan keimigrasian dan perlindungan warga di luar negeri.

Sejumlah penerbangan menuju dan dari Riyadh mengalami penyesuaian jadwal akibat penangguhan operasional bandara. Maskapai diminta mengikuti arahan otoritas penerbangan Saudi guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Dampak bagi Perjalanan Ibadah dan Penerbangan

Penangguhan Bandara King Khalid berdampak langsung pada rute penerbangan internasional, termasuk penerbangan yang melayani jemaah umrah dari Indonesia. Meski bandara di Makkah dan Madinah dikecualikan dari peringatan Houthi, jemaah tetap diminta berhati-hati selama menjalani rangkaian ibadah.

Dalam rapat koordinasi lintas kementerian, pemerintah menegaskan akan terus memantau situasi keamanan di Arab Saudi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. Setiap keputusan mengenai keberangkatan jemaah akan ditetapkan berdasarkan pertimbangan keselamatan dan kepastian layanan penerbangan.

Sementara itu, eskalasi serangan Houthi menambah ketegangan di kawasan Teluk dan berpotensi memengaruhi stabilitas penerbangan sipil. Otoritas Saudi menegaskan akan memperkuat sistem pertahanan udara untuk mencegah serangan lanjutan. Pemerintah Indonesia mengingatkan seluruh warga negara yang berada di Saudi agar menghindari area yang dinyatakan rawan serta mengikuti arahan otoritas setempat hingga situasi dinyatakan kondusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User