Oct 16, 2026
Politik

Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla Gambut Pulang Pisau

PULANG PISAU — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di atas lahan gambut seluas lebih dari 100 hektare di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, memasuki babak baru den...

Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla Gambut Pulang Pisau

PULANG PISAU — Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di atas lahan gambut seluas lebih dari 100 hektare di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, memasuki babak baru dengan pengerahan armada helikopter. Operasi udara tersebut ditetapkan sebagai langkah taktis untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat, menyusul laporan intensifikasi hotspot di kawasan gambut pada Jumat, 31 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, personel pemadam kebakaran gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim terpadu dari kementerian teknis dikerahkan ke lokasi sejak dini hari. Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan menyimpan bara di lapisan bawah tanah menjadi faktor utama yang mempercepat perluasan area terdampak, sehingga memerlukan penanganan khusus di luar metode konvensional.

Operasi Udara dan Tantangan Medan Gambut

Pengerahan helikopter disebut sebagai keputusan strategis dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Karhutla yang digelar secara terbatas. Melalui mekanisme water bombing, helikopter tersebut melakukan pengeboman air secara berkala dari udara guna menekan titik api yang masih aktif. Metode ini dinilai lebih efektif untuk menjangkau area yang tertutup vegetasi rapat dan tidak dapat dilalui kendaraan pemadam darat.

"Kami menindaklanjuti laporan titik panas dengan mengerahkan dukungan udara, karena sebagian area tidak dapat dijangkau secara langsung oleh tim darat," ujar seorang pejabat penanggulangan bencana di lokasi.

Meski demikian, operasi pemadaman di lahan gambut menghadapi kompleksitas tersendiri. Kebakaran pada lapisan organik gambut tidak selalu tampak di permukaan, namun menyimpan bara yang dapat menyala kembali beberapa jam kemudian. Kondisi angin yang berubah arah serta cuaca panas ekstrem turut memperbesar risiko perluasan area kebakaran jika tidak segera dikendalikan.

Sejumlah personel dikerahkan dengan peralatan pompa air bertekanan tinggi dan selang panjang untuk membasahi lapisan tanah hingga kedalaman tertentu. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan patroli darat guna memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi menjadi sumber kebakaran baru.

Dampak dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah

Kabupaten Pulang Pisau merupakan salah satu wilayah dengan sebaran lahan gambut yang cukup luas di Kalimantan Tengah. Berdasarkan pemetaan, area gambut di kawasan ini memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran, khususnya pada musim kemarau. Kondisi tersebut menempatkan wilayah ini sebagai salah satu prioritas dalam agenda mitigasi bencana asap lintas provinsi.

Pemerintah daerah menyatakan telah menetapkan status siaga darurat sebagai dasar hukum mobilisasi sumber daya, termasuk pendanaan dan logistik. Penetapan status tersebut memungkinkan koordinasi lintas instansi berjalan lebih cepat serta menjamin ketersediaan personel yang bertugas secara bergilir selama operasi berlangsung.

"Status siaga darurat ditetapkan agar seluruh elemen dapat bergerak cepat berdasarkan keputusan resmi, bukan sekadar instruksi lisan," tegas pejabat tersebut.

Selain aspek pemadaman, perhatian juga diarahkan pada dampak kualitas udara. Asap akibat kebakaran gambut berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan bagi warga di sekitar lokasi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru. Dinas kesehatan setempat dilaporkan telah menyiapkan pos pelayanan dan masker bagi masyarakat terdampak.

Pencegahan dan Penegakan Hukum

Aparat penegak hukum menyatakan tengah melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran. Sejumlah saksi dan pemilik lahan akan dimintai keterangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Penegakan hukum ditegaskan sebagai bagian penting dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sosialisasi dilakukan melalui perangkat desa, tokoh masyarakat, dan kelompok tani agar kesadaran kolektif terhadap bahaya karhutla terus terjaga. Partisipasi warga dalam pelaporan dini titik api dinilai menjadi kunci keberhasilan mitigasi di tingkat tapak.

Hingga laporan ini disusun, operasi pemadaman masih berlangsung secara berkelanjutan. Pemantauan dilakukan melalui citra satelit dan laporan lapangan untuk memastikan setiap titik panas dapat ditangani sebelum meluas. Pemerintah menegaskan komitmen menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak bencana asap yang berkepanjangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User