Hari Pertama MPLS SDN Warakas 01: Orang Tua Ambil Cuti dan Siapkan
Suasana di SDN Warakas 01 Pagi, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berubah lebih dinamis pada Senin (13/7). Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran baru diwarn...
Suasana di SDN Warakas 01 Pagi, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berubah lebih dinamis pada Senin (13/7). Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran baru diwarnai antusiasme tinggi dari para orang tua yang memadati halaman sekolah. Sebanyak 128 peserta didik baru resmi memulai masa orientasi yang kini mengusung pendekatan lebih ramah anak sesuai regulasi Kemendikbud.
128 Siswa Baru Dibagi dalam Empat Rombongan Belajar
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Awaludin, menegaskan bahwa seluruh persiapan penyambutan siswa baru telah dirampungkan sejak akhir pekan. "Kami menyelesaikan semua persiapan pada Sabtu dan Minggu kemarin. Alhamdulillah, seluruh kebutuhan sudah siap. Tahun ini kami menerima 128 murid yang terbagi dalam empat rombongan belajar," ujarnya di sela kegiatan. Tidak ada hambatan berarti dalam proses registrasi ulang maupun penempatan kelas, sehingga MPLS dapat dimulai tepat pukul 07.30 WIB.
MPLS menggantikan Masa Orientasi Siswa (MOS) berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah. Kebijakan ini mendorong sekolah menciptakan suasana transisi yang menyenangkan, bebas dari perpeloncoan, dan melibatkan peran aktif orang tua. Di SDN Warakas 01, orang tua diizinkan mendampingi anak hingga sesi perkenalan awal selesai, menciptakan pemandangan khas hari pertama: deretan sepeda motor dan mobil di jalan sekitar sekolah memanjang hingga ke gang-gang permukiman.
Cuti Khusus Demi Dampingi Anak di Hari Bersejarah
Suprianto (50), seorang pekerja swasta, menjadi salah satu ayah yang sengaja mengambil cuti pada momen tersebut.
"Biasanya saya masuk kerja. Tapi hari ini saya khusus ambil cuti supaya bisa mengantar dan menemani Abinaya, putra bungsu saya, di hari pertamanya SD. Ini pengalaman berharga yang tidak mau saya lewatkan,"katanya sembari memegang pundak sang anak yang tampak antusias mengenakan seragam putih-merah. Suprianto mengaku sudah merencanakan cuti ini jauh-jauh hari setelah menerima jadwal resmi MPLS dari sekolah.
Kehadiran para ayah yang biasanya sibuk bekerja menjadi pemandangan mencolok. Berdasarkan pantauan di lapangan, setidaknya satu dari tiga siswa diantar oleh kedua orang tuanya. Pihak sekolah bahkan menyediakan area tunggu khusus bagi orang tua agar tetap bisa memantau kegiatan anak dari kejauhan tanpa mengganggu jalannya MPLS.
Bekal Tiga Porsi: Rutinitas Baru di Rumah
Di sisi lain, para ibu memulai pagi lebih awal. Sonia (36) mengaku harus bangun pukul 04.30 WIB untuk memastikan tiga anaknya yang kini bersekolah di jenjang SD hingga SMA siap tepat waktu.
"Memang bertambah repot dengan tiga anak yang kini semuanya sekolah. Tapi rasa senangnya jauh lebih besar. Saya sekarang harus menyiapkan bekal tiga porsi, menyetrika tiga setel seragam. Semua aktivitas berlipat tiga, tapi justru inilah yang membuat saya bersyukur,"jelasnya. Sonia membawa ketiga anaknya bersamaan ke sekolah yang berbeda, memulai rute dari SD, kemudian mengantar anak keduanya ke SMP, dan berakhir di SMA untuk si sulung.
Cerita serupa disampaikan Kesi (43) yang tengah membagi fokus antara Vika, putrinya yang baru masuk kelas 1 SD, dan anak sulungnya yang memulai hari pertama di bangku SMA.
"Saya harus pandai membagi waktu. Kakaknya Vika sekarang di SMA, jadi sejak pukul 05.00 WIB saya mulai menyiapkan semuanya. Bekal mereka saya siapkan semalam sebelumnya,"ungkapnya. Ia menekankan pentingnya komunikasi dengan anak agar transisi dari jenjang TK ke SD berjalan mulus tanpa rasa cemas.
MPLS di SDN Warakas 01 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan materi pengenalan lingkungan fisik sekolah, tata tertib, pembiasaan karakter, serta permainan edukatif. Awaludin menambahkan bahwa seluruh kegiatan dirancang untuk membangun rasa percaya diri siswa dan menanamkan nilai-nilai positif sejak hari pertama. Pihak sekolah juga melibatkan wali kelas dan guru bimbingan konseling untuk mendeteksi dini potensi kecemasan siswa.
Hingga pukul 10.00 WIB, seluruh siswa baru telah bergabung dalam sesi perkenalan antarteman dan pembagian jadwal belajar. Para orang tua yang masih bertahan di area luar sekolah tampak berdiskusi mengenai daftar perlengkapan yang masih perlu dibeli. Suasana penuh semangat ini menjadi penanda bahwa hari pertama MPLS bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momen penting yang melibatkan seluruh elemen keluarga.
Baca juga:
Comments (0)