Fuso Pastikan B50 Aman Usai Uji 40 Ribu Kilometer

Jakarta—PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), agen tunggal pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia, menegaskan bahwa penggunaan bahan bakar solar dengan campuran 50 persen minyak nabati (B50...

Jul 13, 2026 - 12:00
0 0
Fuso Pastikan B50 Aman Usai Uji 40 Ribu Kilometer

Jakarta—PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), agen tunggal pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia, menegaskan bahwa penggunaan bahan bakar solar dengan campuran 50 persen minyak nabati (B50) tidak menimbulkan dampak negatif yang signifikan pada kendaraan niaga produksinya. Kepastian ini disampaikan setelah perusahaan mengikuti program uji coba resmi yang digelar pemerintah sepanjang hampir satu tahun, dengan akumulasi jarak tempuh mencapai 40.000 kilometer.

Sales and Marketing Director KTB, Aji Jaya, dalam keterangannya pada Jumat (10/7/2026), membeberkan bahwa evaluasi internal terhadap hasil pengujian itu tidak menemukan efek merugikan yang berarti.

'Dari hasil pengetesan itu sebenarnya tidak ada yang signifikan terkait dampak negatif. Jadi, memang untuk nanti konsumen ada beberapa hal yang harus dilakukan; utamanya harus disiplin dalam melakukan perawatan,'
ujar Aji.

Uji coba yang dimulai pada awal Mei 2025 dan berakhir pada akhir April 2026 ini melibatkan unit kendaraan Fuso yang dioperasikan dalam beragam kondisi jalan dan beban, mewakili penggunaan riil di sektor logistik dan konstruksi. Selain Fuso, sejumlah merek kendaraan komersial lain, seperti Hino dan Isuzu, turut serta dalam pengujian tersebut, menunjukkan kolaborasi industri dalam mendukung kebijakan energi nasional.

Komponen Jalur Bahan Bakar Perlu Perhatian Khusus

Kendati hasil uji tidak menunjukkan masalah fatal, Aji menekankan bahwa pemilik kendaraan wajib meningkatkan kedisiplinan dalam merawat komponen yang bersentuhan langsung dengan bahan bakar. Hal ini terutama berlaku bagi saringan bahan bakar (fuel filter) dan injektor.

'Terkait komponen-komponen yang ada di jalur bahan bakar, seperti fuel filter, injector, harus dirawat dan dibersihkan secara rutin. Lebih disiplin lagi dibanding saat menggunakan solar biasa,'
paparnya.

Ia menambahkan, secara umum interval servis tidak mengalami perubahan drastis. Namun, pemeriksaan pada bagian-bagian tersebut perlu dilakukan lebih sering untuk mengantisipasi potensi penyumbatan atau penurunan kinerja injektor akibat karakteristik biodiesel yang memiliki viskositas lebih tinggi. KTB mengisyaratkan bahwa penggantian filter bahan bakar mungkin perlu disesuaikan, misalnya setiap 10.000 kilometer, meskipun jadwal servis utama tetap mengikuti buku panduan resmi.

Sosialisasi dan Kesiapan Layanan Purna Jual

Jauh sebelum mandatori B50 diresmikan oleh Presiden, KTB telah memulai persiapan menyeluruh. Sejak awal Juli 2026, perusahaan gencar melakukan sosialisasi kepada jaringan diler dan bengkel resmi melalui berbagai saluran, termasuk service bulletin dan pertemuan khusus.

'Kalau B50 ini diterapkan, dari APM kami mensosialisasikannya kepada mereka melalui berbagai cara. Ada service bulletin dan meeting khusus untuk sosialisasi, dengan menyampaikan apa yang harus disiapkan jika B50 ini sudah diimplementasikan,'
jelas Aji.

Langkah antisipatif ini mencakup tidak hanya aspek teknis produk, tetapi juga ketersediaan suku cadang yang sesuai serta pelatihan bagi mekanik. Tim teknis KTB menggelar roadshow ke sejumlah dealer di Pulau Jawa dan Sumatera untuk memberikan pelatihan langsung, membekali mekanik dengan pengetahuan tentang cara mendeteksi gejala penyumbatan dini dan teknik pembersihan injektor yang efektif. Tujuannya agar konsumen tidak mengalami kendala berarti saat bahan bakar baru mulai didistribusikan secara massal.

Harapan Konsistensi Kualitas B50 Komersial

Aji menyampaikan harapan besar agar spesifikasi B50 yang dijual di pasaran nantinya identik dengan bahan bakar yang digunakan dalam pengujian.

'Harapannya memang yang dijual sama dengan yang dipakai tes kemarin,'
tuturnya. Hal ini penting untuk memastikan seluruh hasil evaluasi tetap valid dan tidak ada variabel tak terduga yang muncul akibat perbedaan komposisi atau kualitas bahan bakar. KTB dan agen pemegang merek lainnya berharap pemerintah menjamin kendali mutu B50 agar terhindar dari variasi kualitas yang dapat merugikan pengguna.

Rencana penerapan B50 sejatinya sudah dimulai sejak Juli 2026, namun baru diresmikan oleh Kepala Negara dalam sebuah seremoni beberapa waktu lalu. Dengan demikian, seluruh APM diharapkan sudah sepenuhnya siap menyambut era bahan bakar nabati dengan konsentrasi yang lebih tinggi tanpa kendala teknis yang berarti.

Langkah Strategis Menuju Kemandirian Energi

Uji coba B50 ini merupakan bagian dari peta jalan pemerintah dalam memacu penggunaan biodiesel berbasis minyak sawit. Sebelumnya, Indonesia telah menerapkan mandatori B35 dan B40. Peningkatan ke B50 diharapkan mampu menekan impor solar sekaligus menyerap produksi minyak sawit dalam negeri secara lebih optimal. Keberhasilan uji coba yang diikuti oleh berbagai pabrikan otomotif menjadi sinyal positif bahwa kendaraan diesel modern dapat beradaptasi dengan bahan bakar campuran tinggi nabati tanpa modifikasi ekstensif, asalkan diimbangi dengan perawatan yang tepat dan disiplin.

Dengan temuan ini, Mitsubishi Fuso memproyeksikan kesiapan penuh armada niaga mereka untuk mendukung kebijakan energi nasional, sekaligus memberikan kepastian kepada pelaku usaha di sektor logistik dan transportasi bahwa transisi ke B50 tidak akan mengganggu operasional harian.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User