Prabowo di Harkopnas ke-79: BUMN sebagai Sumber Korupsi akan Ditertibkan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini dinilai menjadi salah satu sumber praktik korupsi. Penegasan itu disampaikan ...

Jul 13, 2026 - 11:57
0 0
Prabowo di Harkopnas ke-79: BUMN sebagai Sumber Korupsi akan Ditertibkan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menertibkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini dinilai menjadi salah satu sumber praktik korupsi. Penegasan itu disampaikan secara langsung di hadapan ribuan peserta peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026). Dalam pidato bertajuk “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, Prabowo secara lugas menyatakan bahwa penataan BUMN merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus memberantas penyelewengan keuangan negara.

Kepala Negara tiba di lokasi acara sekitar pukul 14.10 WIB dan langsung disambut oleh sejumlah pejabat tinggi. Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut mendampingi. Kehadiran para pemimpin lembaga penegak hukum dan pertahanan, seperti Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Herindra, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, dan Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, semakin menegaskan komitmen lintas sektor dalam mendorong gerakan koperasi dan pemberantasan korupsi.

Peringatan Harkopnas ke-79 yang mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” menjadi momen penting bagi pemerintah untuk menegaskan kembali visi ekonomi kerakyatan. Presiden Prabowo dalam pidatonya menjelaskan bahwa koperasi harus menjadi pilar utama dalam struktur perekonomian nasional. Ia menilai, ketergantungan ekonomi pada BUMN yang dikelola secara tidak transparan telah menciptakan celah korupsi yang merugikan keuangan negara. Oleh karena itu, arah kebijakan ke depan adalah memperkuat peran koperasi sekaligus menertibkan BUMN yang bermasalah.

Penertiban BUMN sebagai Pilar Antikorupsi

Dalam sesi pengarahan, Presiden Prabowo mengungkapkan rencana penertiban total terhadap BUMN yang terbukti menjadi ladang korupsi. “BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi,” tegas Prabowo. Pernyataan tersebut mendapat sambutan meriah dari peserta yang memenuhi Indonesia Arena. Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi praktik penyalahgunaan kewenangan di tubuh perusahaan milik negara. Ia menegaskan, setiap kebocoran anggaran di BUMN harus segera dihentikan dan diusut tuntas.

Menurut Presiden, langkah penertiban BUMN tidak hanya menjadi bagian dari reformasi birokrasi, tetapi juga sebuah keharusan untuk menyelamatkan aset negara. “Kita harus berani membersihkan rumah sendiri. BUMN yang sehat akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional, bukan justru menjadi tempat persembunyian para perampok uang rakyat,” imbuhnya. Rencana penertiban ini, lanjutnya, akan dilakukan melalui audit menyeluruh dan penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan penyimpangan.

Teguran Langsung untuk Para Pelaku Korupsi

Tidak hanya menyasar BUMN, Prabowo juga melontarkan peringatan tegas kepada para pelaku korupsi di semua lini. Dengan nada tinggi, ia meminta mereka untuk segera menghentikan aksi pencurian uang rakyat dan mengembalikan kerugian negara. “Hei para koruptor sadar diri! Hentikan praktik-praktik kau, hentikan! Rakyat tidak bodoh! Hentikan! Kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik,” serunya di hadapan audiens.

Pernyataan itu menegaskan kembali tekad pemerintah untuk menindak tegas segala bentuk korupsi. Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Presiden telah menekankan bahwa penegakan hukum yang adil dan tanpa pandang bulu menjadi syarat mutlak untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Kehadiran Jaksa Agung, Panglima TNI, dan Kapolri di acara yang sama memberikan sinyal kuat bahwa instrumen penegak hukum berada dalam satu barisan untuk mengawal agenda pemberantasan korupsi.

Koperasi sebagai Benteng Ekonomi Rakyat

Di luar pesan antikorupsi, Prabowo menekankan pentingnya koperasi sebagai instrumen keadilan ekonomi. Ia menyebut, koperasi mampu mendistribusikan kesejahteraan secara merata hingga ke pelosok desa. “Koperasi adalah manifestasi ekonomi Pancasila. Melalui kebersamaan dan gotong royong, kita bisa bangun kemandirian ekonomi,” ucapnya. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong pengembangan koperasi mulai dari sisi regulasi, akses modal, hingga pemasaran hasil produksi.

Peringatan Harkopnas ke-79 ini juga menjadi ajang konsolidasi berbagai pemangku kepentingan, dari pelaku koperasi, akademisi, hingga aparatur negara. Dalam rangkaian acara, sejumlah penghargaan diberikan kepada koperasi berprestasi yang dinilai konsisten menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah berharap, momentum Harkopnas dapat melahirkan gerakan koperasi yang modern, profesional, dan berintegritas.

Sinergi Lintas Lembaga untuk Reformasi Ekonomi

Jajaran menteri dan pejabat tinggi yang hadir menunjukkan komitmen sinergi erat dalam penguatan koperasi dan penertiban BUMN. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung arahan Presiden dengan memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap koperasi. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penataan BUMN akan berdampak positif pada efisiensi anggaran dan pengelolaan fiskal negara.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menambahkan, seluruh jajaran pemerintah berkomitmen mengawal kebijakan penertiban BUMN agar berjalan sesuai rencana tanpa hambatan politik. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kesiapan Polri untuk menindaklanjuti setiap laporan penyimpangan di sektor BUMN dan koperasi. Sedangkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan dukungan penuh dari sisi stabilitas keamanan nasional.

Acara yang berlangsung di Indonesia Arena ini berhasil memobilisasi lebih dari 10.000 peserta yang terdiri atas pengurus koperasi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perwakilan pemerintah daerah. Masyarakat menyambut positif pernyataan Presiden yang dinilai tegas dan memberikan harapan baru bagi pemberantasan korupsi. Siaran langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden juga disaksikan jutaan pasang mata dari berbagai penjuru tanah air.

Dengan sinergi kuat antara koperasi dan penertiban BUMN, Presiden Prabowo optimistis Indonesia dapat membangun sistem ekonomi yang lebih berkeadilan, bersih, dan mandiri. “Saatnya kita bangkit bersama. Koperasi hebat, Indonesia kuat. Tidak ada tempat bagi koruptor di negeri ini,” pungkas Prabowo mengakhiri pidato.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User