Mahyeldi Ansharullah: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Barat

Mahyeldi Ansharullah: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Barat

Jul 12, 2026 - 04:09
Updated: 2 days ago
0 0
Mahyeldi Ansharullah: Profil dan Kinerja Gubernur Sumatera Barat

Profil Singkat

Mahyeldi Ansharullah merupakan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) yang pertama kali terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 dan kembali memenangkan kontestasi Pilkada 2024 untuk periode keduanya (2025–2030). Pria kelahiran Bukittinggi, 25 Desember 1966, ini dikenal sebagai sosok ulama-politikus yang merepresentasikan koalisi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" dalam tata kelola pemerintahan.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur, Mahyeldi memiliki rekam jejak panjang di dunia dakwah dan birokrasi. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di tanah kelahiran, kemudian melanjutkan studi ke jenjang pesantren dan meraih gelar sarjana dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Latar belakangnya sebagai Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Sumbar sangat memengaruhi pendekatan kepemimpinannya.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier politik Mahyeldi dimulai dari arus bawah. Ia pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Padang sebelum akhirnya terpilih sebagai Wakil Wali Kota Padang mendampingi Fauzi Bahar pada periode 2004–2014. Puncak kariernya di tingkat kota terjadi ketika ia memenangkan dua periode Pilkada sebagai Wali Kota Padang (2014–2021), meskipun jabatan periode keduanya harus ditinggalkan lebih cepat untuk maju dalam Pilgub Sumbar 2020.

Kemenangannya di Pilgub 2020 mengakhiri dominasi dua periode Irwan Prayitno. Saat itu, Mahyeldi berpasangan dengan Audy Joinaldy mengusung visi pembangunan infrastruktur yang lebih inklusif. Pada Pilkada 2024, berpasangan dengan Vasco Ruseimy, Mahyeldi kembali menunjukkan dominasi elektoralnya, menegaskan kepercayaan publik terhadap persepsi kepemimpinannya yang bersih dan minim kontroversi. Pelantikan untuk periode keduanya dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, seiring dengan mekanisme pelantikan serentak kepala daerah hasil Pilkada 2024.

Kinerja dan Program Unggulan

Kinerja Mahyeldi pada periode pertama (2021–2025) ditandai dengan upaya pemulihan ekonomi dan pariwisata pasca-pandemi Covid-19. Sumatera Barat yang sangat bergantung pada sektor jasa dan pariwisata perlahan bangkit melalui strategi promosi "Visit Beautiful West Sumatra" yang digencarkan pasca-pelandaian pandemi.

Memasuki periode kedua di tahun 2025–2026, Gubernur Mahyeldi menekankan program strategis yang berfokus pada hilirisasi produk pertanian dan pengembangan generasi muda. Pernyataannya yang dikutip media menegaskan komitmennya untuk menjalankan 100 hari kerja pertama dengan fokus pada penuntasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan akses layanan pendidikan dasar. Berikut adalah tonggak kerja utamanya:

  • Pengembangan Infrastruktur Wilayah: Percepatan pembangunan jalan tol Padang-Sicincin, perbaikan ruas jalan provinsi, dan peningkatan kawasan strategis di Kepulauan Mentawai.
  • Ekonomi Keumatan dan Pertanian: Mendorong ekspor komoditas andalan seperti gambir, kayu manis, dan kopi melalui kerja sama dagang antarnegara bagian.
  • Pariwisata Halal: Sumbar terus mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata halal unggulan dunia yang berlandaskan kearifan lokal, sejalan dengan rencana induk Danau Singkarak dan Mandeh.
  • Pengembangan SDM: Pemberian beasiswa untuk pelajar berprestasi dari keluarga prasejahtera ke perguruan tinggi negeri di Sumbar dan luar negeri, serta penguatan program dokter dan guru mengaji Nagari.

Salah satu inisiatif unik yang menjadi sorotan pada periode ini adalah rencana kontroversial pembangunan "rumah nusantara" atau fasilitas sosial inklusif untuk pekerja informal dan komunitas adat yang dikritisi karena efisiensi anggaran daerah. Meski demikian, Mahyeldi menegaskan program ini berorientasi pada pemberdayaan masyarakat kampung yang menjadi basis pendukungnya.

Tantangan dan Harapan

Tak dapat dipungkiri, ruang fiskal Provinsi Sumbar yang terbatas menjadi tantangan terbesar bagi Mahyeldi. Keterbatasan Dana Alokasi Umum (DAU) serta rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) memicu kritik dari kalangan DPRD Sumbar terkait laju pembangunan yang dianggap tidak sekencang provinsi tetangga. Reses anggota dewan sepanjang awal tahun 2026 menyuarakan keresahan masyarakat soal infrastruktur jalan lintas kabupaten yang belum sepenuhnya mulus.

Harapan besar publik Sumbar tertumpu pada integritas dan ketegasan Mahyeldi dalam melanjutkan penertiban tambang galian C ilegal serta pengelolaan sampah di kawasan perkotaan. Sebagai pemimpin yang identik dengan nilai-nilai religius, Mahyeldi diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara modernisasi pembangunan infrastruktur fisik dan konservasi budaya Minangkabau yang egaliter.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User