Muzakir Manaf: Profil dan Kinerja Gubernur Aceh

Muzakir Manaf: Profil dan Kinerja Gubernur Aceh

Jul 12, 2026 - 03:53
Updated: 16 hours ago
0 0
Muzakir Manaf: Profil dan Kinerja Gubernur Aceh

Profil Singkat

Muzakir Manaf, yang akrab disapa Tgk. Muzakir, lahir di Pidie, Aceh, pada 18 April 1964. Ia dikenal sebagai mantan tokoh sentral dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan kini menjabat Gubernur Aceh periode 2025–2030. Sebelum terjun ke politik formal, Muzakir tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan semangat perjuangan rakyat Aceh. Pendidikannya ditempuh di dayah dan sekolah umum di Aceh, sebelum akhirnya ia bergabung sepenuhnya dalam gerakan bersenjata pada awal 1990-an.

Setelah penandatanganan nota kesepahaman MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005, Muzakir, bersama sejumlah mantan pemimpin GAM lainnya, kembali ke masyarakat dan mulai menempuh jalur politik. Ia menikah dengan Hj. Khairani dan dikaruniai lima orang anak. Transformasi dirinya dari komandan perang menjadi pemimpin sipil menjadi salah satu narasi penting dalam perjalanan demokrasi Aceh pasca-konflik. Ia dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengaruh kuat di kalangan basis pendukung Partai Aceh, partai lokal yang lahir dari eks-kombatan GAM.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Muzakir Manaf dimulai sebagai anggota GAM pada 1990. Ia kemudian menjabat Panglima GAM Wilayah Pase, salah satu komando terkuat yang mencakup Aceh Utara dan sekitarnya, dari 2000 hingga perjanjian damai. Dalam struktur GAM, ia adalah bagian dari dewan pimpinan pusat dan ikut serta dalam perundingan Helsinki yang difasilitasi oleh Crisis Management Initiative (CMI) pimpinan Martti Ahtisaari. Pascadamai, Muzakir menjadi Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) yang bertugas mengawal reintegrasi sekitar 3.000 mantan kombatan GAM.

Keterlibatannya di politik elektoral dimulai saat ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2014–2019 dari Partai Aceh. Pada Pilkada Aceh 2017, Muzakir maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Irwandi Yusuf, namun pasangan ini kalah dari Irwandi yang berpasangan dengan Nova Iriansyah, meski Irwandi akhirnya tersandung kasus korupsi. Puncak karier politiknya tercapai ketika ia memenangi Pilkada Aceh 2024 dengan perolehan sekitar 52 persen suara, berpasangan dengan Fadhlullah, kader Partai Golongan Karya (Golkar). Ia dilantik sebagai Gubernur Aceh definitif pada 24 Januari 2025 oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta, mengakhiri masa penjabat gubernur setelah berakhirnya periode Nova Iriansyah.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak dil

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User