Profil Astrid Widayani: Wakil Wali Kota Solo Ketua PSI

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo resmi menetapkan Astrid Widayani sebagai Wakil Wali Kota Surakarta definitif dalam Rapat Paripurna pada Selasa, 14 Januari 2025. Pelantikan yang digelar...

Jul 12, 2026 - 19:17
0 1
Profil Astrid Widayani: Wakil Wali Kota Solo Ketua PSI

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo resmi menetapkan Astrid Widayani sebagai Wakil Wali Kota Surakarta definitif dalam Rapat Paripurna pada Selasa, 14 Januari 2025. Pelantikan yang digelar di Gedung DPRD Kota Solo itu mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Gibran Rakabuming Raka, setelah ia dilantik sebagai Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Astrid, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Solo, mengucapkan sumpah jabatan di hadapan pimpinan dan anggota dewan, menandai babak baru kepemimpinan perempuan di kota berslogan “The Spirit of Java.”

Nama Astrid Widayani sebelumnya lebih dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang properti dan konstruksi, sebelum akhirnya terjun ke dunia politik praktis bersama PSI pada awal 2023. Perempuan kelahiran Jakarta, 12 Maret 1982 itu menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Business Administration dari National University of Singapore. Rekam jejak bisnisnya meliputi kepemimpinan di PT Widyani Makmur Sejahtera, perusahaan pengembang yang menggarap sejumlah proyek residensial di kawasan Solo Raya dan Yogyakarta, serta keterlibatan dalam berbagai forum pengusaha muda di tingkat nasional.

Jejak Politik dan Kebangkitan Cepat di PSI

Astrid bergabung dengan PSI pada Maret 2023 dan langsung dipercaya memimpin DPD PSI Kota Solo setelah melalui proses kaderisasi akseleratif. “Beliau memiliki kapasitas kepemimpinan yang terasah dari dunia usaha dan komitmen kuat terhadap nilai kebinekaan, transparansi, dan antikorupsi yang menjadi fondasi PSI,” ujar Sekretaris Jenderal DPP PSI, Raja Juli Antoni, saat menghadiri deklarasi pencalonan Astrid sebagai bakal calon wakil wali kota pada Juni 2024. Di bawah komandonya, PSI Solo berhasil meraih lima kursi di DPRD Kota Solo pada Pemilu 2024, peningkatan signifikan dari satu kursi pada periode sebelumnya.

Dalam dinamika internal partai, Astrid kerap mendorong pendekatan kolaboratif dengan organisasi sayap pemuda dan perempuan. Ia membentuk program “PSI Goes to Kampung” yang menyasar basis pemilih milenial dan Gen Z melalui pelatihan kewirausahaan digital. Strategi itu dinilai ampuh mendongkrak elektabilitas PSI di kalangan pemilih muda, segmen yang menjadi penentu kemenangan pasangan calon yang diusung koalisi besar pendukung pemerintah di Kota Solo.

Rute Menuju Kursi Wakil Wali Kota

Jabatan Wakil Wali Kota Solo lowong sejak Gibran Rakabuming Raka mundur untuk mengikuti kontestasi nasional. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pengisian kekosongan jabatan wakil kepala daerah definitif dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD. Proses itu mewajibkan partai pengusung atau gabungan partai mengajukan kandidat untuk dipilih dalam rapat paripurna. Astrid Widayani diajukan oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang menguasai mayoritas kursi di DPRD Solo, terdiri atas PSI, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, dan Partai Demokrat.

“Kami melihat sosok Ibu Astrid sebagai figur yang merepresentasikan semangat keberlanjutan pembangunan yang telah dirintis Pak Gibran dan Pak Teguh. Beliau membawa energi baru, tetapi tetap dalam koridor visi besar menjadikan Solo kota budaya dan ekonomi kreatif unggulan,” kata Ketua DPRD Kota Solo, Agus Djoko Waluyo, usai memimpin prosesi pengambilan sumpah. Sebelumnya, Wali Kota Teguh Prakosa telah menjabat sebagai Wali Kota definitif sejak 17 Desember 2024 setelah melalui mekanisme serupa, meninggalkan posisi wakil yang harus segera diisi.

Rekam Jejak Sosial dan Pengabdian Masyarakat

Di luar dunia politik dan bisnis, Astrid Widayani tercatat aktif dalam kegiatan filantropi dan pemberdayaan perempuan. Ia mendirikan Yayasan Widayani Nusantara yang fokus pada beasiswa pendidikan bagi pelajar kurang mampu di Solo dan sekitarnya. Sejak 2019, yayasan tersebut telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 1.200 siswa di jenjang SD hingga SMA. Di masa pandemi COVID-19, Astrid memobilisasi jaringan pengusaha untuk menyalurkan alat pelindung diri dan paket sembako kepada warga terdampak, aksi yang kemudian menjadi cikal bakal keterlibatannya di kancah politik.

“Saya tidak pernah bermimpi menjadi pejabat publik. Semua berawal dari keinginan memberi dampak lebih besar. Dan saya percaya, politik adalah jalur pengabdian yang paling langsung untuk memperjuangkan kepentingan warga,” ujar Astrid dalam wawancara seusai pelantikan. Komitmen itu pula yang membuat PSI menempatkannya sebagai calon strategis di Solo, kota yang menjadi laboratorium politik nasional sejak dipimpin Gibran.

Tantangan dan Prioritas Program

Sebagai Wakil Wali Kota, Astrid dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah, antara lain percepatan penyelesaian proyek infrastruktur strategis seperti penataan kawasan Baluwarti, pengembangan transportasi publik terintegrasi, dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif. Ia juga bertugas mengawal sinergi antara Pemerintah Kota Solo dengan pemerintah pusat, terutama dalam merealisasikan program Kota Layak Huni dan Smart City yang telah dirancang sebelumnya.

Dalam pidato perdananya, Astrid menegaskan tiga prioritas kerja 100 hari pertama: penuntasan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2025–2045, pengaktifan kembali Pos Layanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di setiap kelurahan, serta pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru di sektor ekonomi digital. “Saya ingin memastikan bahwa setiap warga Solo, tanpa kecuali, dapat merasakan manfaat pertumbuhan kota ini. Kolaborasi antara birokrasi, swasta, dan masyarakat sipil akan menjadi kunci,” ucapnya.

Respons Publik dan Harapan

Penunjukan Astrid Widayani mendapat sambutan beragam dari kalangan politisi dan pengamat. Pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret, Dr. Tri Yuniarti, menilai pelantikan ini merupakan bentuk regenerasi kepemimpinan yang positif. “Astrid membawa perspektif bisnis dan jaringan pengusaha yang dibutuhkan untuk mendorong investasi daerah. Namun, ia harus mampu membuktikan bahwa kedekatannya dengan PSI tidak menjadikannya semata alat politik sektoral,” komentarnya dalam diskusi publik daring, Rabu (15/1).

Sementara itu, kalangan aktivis perempuan menyambut baik bertambahnya keterwakilan perempuan di pucuk pimpinan daerah. Direktur Eksekutif Solo Women’s Voice, Ratna Sari Dewi, menyatakan bahwa kehadiran Astrid bisa menjadi role model bagi perempuan muda untuk terjun ke politik substantif, bukan sekadar pencitraan. “Kami akan mengawal apakah program pro-perempuan yang dijanjikan benar-benar diimplementasikan,” tegasnya.

Dengan bekal pengalaman di sektor swasta, jaringan partai, dan kepedulian sosial, Astrid Widayani memikul ekspektasi tinggi masyarakat Solo. Kiprahnya dalam seratus hari pertama akan menjadi uji kelayakan sekaligus pembuktian bahwa ia bukan sekadar pelengkap, melainkan pendorong utama transformasi kota budaya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User