Golkar Tak Gentar Kaesang Maju Pileg 2029 di Dapil Puan
Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya (Golkar) M. Sarmuji memberikan tanggapan santai namun tegas atas rencana Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, yang dikabarkan akan...
Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya (Golkar) M. Sarmuji memberikan tanggapan santai namun tegas atas rencana Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, yang dikabarkan akan maju sebagai calon legislatif pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2029 dari daerah pemilihan yang selama ini menjadi basis suara Ketua DPR RI Puan Maharani. Sarmuji menegaskan, dinamika kontestasi politik adalah hal yang lumrah dan Golkar siap menghadapi setiap lawan di arena elektoral tanpa terkecuali.
Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (24/4/2026), menanggapi pertanyaan awak media tentang potensi pergeseran peta politik di dapil strategis tersebut. “Kami memandang rencana itu sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat. Persaingan di setiap dapil pasti ketat, apalagi di dapil yang selama ini menjadi kandang banteng. Golkar tidak meremehkan siapa pun, tetapi juga tidak pernah ciut menghadapi kontestasi,” ujarnya.
Sikap Tegas Partai Golkar
Sarmuji menekankan bahwa Partai Golkar telah memulai serangkaian konsolidasi internal dan pemetaan kekuatan sejak jauh hari untuk menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, seluruh kader dan struktur partai di daerah telah diperintahkan untuk membuka ruang kompetisi yang selebar-lebarnya, termasuk dengan merekrut figur-figur potensial. Ia menambahkan, kemunculan nama baru seperti Kaesang tidak mengubah strategi partai yang sudah dibangun berdasarkan riset dan data lapangan.
“Kami tidak pernah bekerja dengan logika gentar atau takut. Setiap dapil adalah medan pertempuran yang kami hadapi dengan kalkulasi matang. Figur seperti Mas Kaesang adalah fenomena menarik, tetapi dalam politik, yang berbicara adalah mesin partai dan rekam jejak di akar rumput,” ujar Sarmuji. Ia menegaskan Golkar tetap optimistis dapat mempertahankan dan bahkan menambah kursi di berbagai daerah pemilihan, termasuk di dapil yang kini menjadi perbincangan.
Sekjen Golkar itu juga menyoroti pentingnya mematuhi seluruh aturan main dalam proses pencalonan, baik yang diatur oleh undang-undang maupun peraturan internal partai. Golkar, katanya, akan memastikan seleksi caleg dilakukan secara transparan dan berbasis kinerja, bukan sekadar popularitas.
Benteng PDIP yang Terusik
Manuver Kaesang yang dikabarkan akan bertarung di dapil yang menjadi basis suara Puan Maharani sontak menyita perhatian publik. Dapil tersebut—yang meliputi sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah—merupakan kantung suara tradisional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus daerah asal keluarga besar Soekarno. Puan, yang juga Ketua Fraksi PDIP di DPR, telah mencatatkan suara dominan di dapil itu pada beberapa edisi pemilu sebelumnya.
Pengamat politik menilai masuknya Kaesang ke dapil tersebut berpotensi menggerus ceruk suara PDIP, terutama di kalangan pemilih muda dan basis massa Jokowi yang masih loyal. Selain itu, kehadiran keturunan langsung Presiden yang masih menjabat—meski Jokowi akan lengser pada 2024—memberikan bobot elektoral yang tidak bisa dianggap remeh. Namun demikian, PDIP secara institusional belum memberikan komentar resmi terkait rencana tersebut.
Sarmuji sendiri enggan berspekulasi tentang partai pengusung Kaesang. “Itu urusan internal partai lain atau koalisi yang akan mengusungnya. Kami tidak dalam kapasitas untuk menilai. Yang jelas, Golkar fokus pada kerja-kerja politik yang terukur,” katanya saat ditanya apakah partai berlambang pohon beringin itu akan membuka pintu bagi Kaesang.
Kalkulasi Politik 2029
Rencana Kaesang masuk ke gelanggang Pileg 2029 juga dipandang sebagai sinyal bahwa trah politik Jokowi mulai mengonsolidasikan kekuatan di level legislatif. Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka telah terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Langkah Kaesang, jika terwujud, akan melengkapi peta dinasti politik Jokowi di berbagai tingkatan pemerintahan.
Meskipun begitu, Sarmuji menolak berkomentar lebih jauh soal aspek dinasti. Ia justru mengingatkan bahwa persaingan di Pileg 2029 akan sangat bergantung pada kinerja anggota dewan petahana dan kemampuan partai dalam menghadirkan solusi atas persoalan rakyat. “Pemilih sekarang makin cerdas. Popularitas saja tidak cukup. Butuh program, butuh nyata,” ujarnya.
Di internal Golkar, sejumlah kader potensial tengah disiapkan untuk maju di dapil-dapil strategis. Proses penjaringan sudah dimulai sejak awal tahun 2026, dengan penekanan pada kader yang memiliki kedekatan dengan konstituen serta pengalaman di pemerintahan. Sarmuji menutup pernyataannya dengan optimisme: “Kami yakin, yang terbaik bagi rakyat akan terpilih. Golkar siap berkompetisi secara adil dan elegan.”
Dengan pernyataan ini, panggung politik 2029 kian memanas jauh sebelum jadwal resmi pendaftaran calon. Seluruh mata kini tertuju pada respons PDIP dan manuver partai-partai lain yang akan menjadikan dapil Puan sebagai salah satu arena pertempuran paling sengit di Pemilu mendatang.
Comments (0)