Pressing Tinggi Jadi Kunci Persebaya Taklukkan Persija
SURABAYA, APABERITA — Persebaya Surabaya mengamankan kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta dalam pertandingan penyisihan Grup B Piala Presiden 2024 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Ahad (21/7...
SURABAYA, APABERITA — Persebaya Surabaya mengamankan kemenangan 1-0 atas Persija Jakarta dalam pertandingan penyisihan Grup B Piala Presiden 2024 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Ahad (21/7) malam. Arsitek tim Bernardo Tavares menyampaikan bahwa pendekatan permainan agresif dengan tekanan tinggi di lini depan menjadi resep utama keberhasilan Bajul Ijo memetik tiga poin penting ini.
Gol tunggal yang menentukan nasib pertandingan dicetak oleh penyerang Bruno Moreira pada menit ke-37. Berawal dari skema sepak pojok yang dieksekusi dengan terukur, bola liar di kotak penalti Persija dimanfaatkan Moreira dengan sundulan keras yang tak mampu dihalau kiper Andritany Ardhiyasa. Gol tersebut tercipta setelah Persebaya terus-menerus menekan pertahanan tamu sejak peluit awal dibunyikan.
Tekanan Sejak Menit Awal
Bernardo Tavares, yang hadir dalam sesi konferensi pers usai laga, menyatakan bahwa instruksi untuk melakukan pressing tinggi diberikan kepada seluruh pemain tanpa terkecuali.
“Kami menginstruksikan para pemain untuk tidak memberikan ruang kepada Persija. Pressing tinggi yang kami terapkan membuat aliran bola lawan tersendat dan mereka kehilangan ritme permainan. Disiplin para pemain dalam menjalankan taktik ini sangat luar biasa,”ungkap pelatih asal Portugal tersebut dengan nada tegas.
Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi Persebaya dalam hal intensitas tekanan. Tercatat, tim tuan rumah melakukan 28 kali tekel dan 14 intersepsi sukses di area pertahanan Persija, memaksa Macan Kemayoran kehilangan bola di zona berbahaya sebanyak 9 kali. Penguasaan bola memang tipis 52% berbanding 48% untuk Persebaya, namun efektivitas umpan-umpan ke depan memicu 12 tembakan dengan 5 di antaranya tepat mengancam gawang. Sebaliknya, Persija hanya mampu melesatkan 7 tendangan dan hanya 2 yang benar-benar memerlukan penyelamatan dari kiper Ernando Ari.
Apresiasi untuk Kolektivitas Tim
Keberhasilan ini tidak hanya disorot dari aspek ofensif semata. Tavares menaruh hormat kepada kerja seluruh lini yang saling terhubung. Ia menyebut bahwa koordinasi antara lini tengah dan lini belakang berjalan solid, membuat pergerakan pemain depan Persija seperti Riko Simanjuntak dan Marko Simic tak leluasa bernapas.
“Ini kemenangan kolektif. Penyerang kami juga menjadi defender pertama. Ketika semua pemain punya mentalitas bertahan yang sama, hasil seperti ini bisa kami dapatkan. Saya bangga dengan determinasi mereka,”tambahnya.
Di sisi lain, Pelatih Persija Thomas Doll mengakui keunggulan taktik lawan. Dalam keterangan terpisah, ia mengatakan bahwa timnya terlambat mengantisipasi agresivitas Persebaya di 30 menit awal.
“Kami mencoba membangun serangan dari bawah, namun tekanan tinggi membuat kami banyak melakukan kesalahan umpan. Persebaya memanfaatkan momentum itu dengan baik,”tutur Doll. Meski begitu, ia menolak menjadikan ini sebagai alasan kekalahan dan berjanji akan membenahi kelemahan di sisa laga grup.
Dampak pada Klasemen Grup B
Kemenangan ini membawa Persebaya kokoh di puncak klasemen sementara Grup B dengan koleksi 6 poin dari dua pertandingan, tanpa kebobolan satu gol pun. Sementara Persija yang sebelumnya menang di laga pertama, kini turun ke peringkat kedua dengan 3 poin, unggul selisih gol dari rival terdekat. Situasi ini membuat persaingan menuju fase gugur kian ketat, dengan masing-masing tim menyisakan dua pertandingan penentu.
Keputusan Tavares menurunkan formasi 4-3-3 adaptif dengan dua gelandang serang yang rajin membantu pertahanan dinilai menjadi langkah jitu. Tekanan tinggi yang menjadi ciri khas permainan Persebaya musim ini kembali terbukti efektif menjinakkan tim-tim besar. Publik Surabaya pun menyambut euforia kemenangan dengan penuh optimisme di sisa turnamen pramusim ini.
Kapten tim Reva Adi Utama menambahkan bahwa arahan pelatih dijalankan secara disiplin oleh seluruh rekan setimnya.
“Kami tahu Persija punya kualitas individu bagus, tapi instruksinya jelas: jangan biarkan mereka nyaman menguasai bola. Semua pemain bekerja luar biasa hari ini,”ujarnya singkat kepada awak media.
Comments (0)