Golkar Solo Resmi Usung Sekar Tandjung di Pilkada
SOLO — Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kota Surakarta secara resmi menetapkan Sekar Krisnauli Tandjung sebagai bakal calon wali kota pada pemilihan kepala daerah mendatang. Keputusan ini...
SOLO — Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Kota Surakarta secara resmi menetapkan Sekar Krisnauli Tandjung sebagai bakal calon wali kota pada pemilihan kepala daerah mendatang. Keputusan ini diambil dalam rapat pleno internal yang digelar di kantor sekretariat DPD Golkar Solo pada Kamis siang, setelah melalui serangkaian penjaringan dan kajian mendalam.
Putri Tokoh Nasional Didaulat Maju
Sekar Krisnauli Tandjung bukanlah nama yang asing dalam dinamika politik nasional. Ia merupakan putri kandung Akbar Tandjung, mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar dan mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Meski baru pertama kali maju dalam kontestasi elektoral langsung, Sekar dinilai memiliki rekam jejak organisasi yang matang dan pemahaman mendalam terhadap isu-isu kaderisasi dan kepemudaan. Selama bertahun-tahun ia aktif di berbagai struktur kepengurusan partai beringin, termasuk di tingkat pusat, sehingga pengalaman tersebut diyakini menjadi bekal kuat untuk memimpin Kota Solo yang memiliki karakter politik unik.
Amanat Rapat dan Pertimbangan Strategis
Sekretaris DPD II Golkar Kota Solo, Taufiqurrahman, menegaskan bahwa keputusan mengusung Sekar sudah melalui pembahaan di tingkat pengurus harian dan pleno yang melibatkan seluruh pimpinan kecamatan serta organisasi sayap partai. "Berdasarkan hasil rapat yang digelar pada 15 Agustus 2024, kami secara bulat memutuskan untuk merekomendasikan Ibu Sekar Krisnauli Tandjung sebagai bakal calon wali kota Solo. Keputusan ini segera kami kirimkan ke DPD Provinsi Jawa Tengah untuk diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat sebagai bentuk laporan dan permohonan surat keputusan resmi pencalonan," ujar Taufiqurrahman di sela-sela rapat. Ia menambahkan bahwa dalam proses penjaringan, nama Sekar muncul sebagai figur yang paling memenuhi kriteria elektabilitas, kapasitas kepemimpinan, dan tingkat keberterimaan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Taufiqurrahman menjelaskan bahwa pertimbangan lain yang menguatkan pilihan tersebut adalah kebutuhan akan penyegaran dan representasi kaum perempuan dalam kepemimpinan daerah. Kota Solo, yang selama ini identik dengan dominasi partai tertentu, memerlukan alternatif yang tidak hanya kuat secara mesin politik, tetapi juga mampu merangkul berbagai elemen. "Kami yakin sosok beliau mampu menjadi titik temu bagi aspirasi warga Solo yang menginginkan perubahan tanpa kehilangan harmoni yang sudah terjaga," lanjutnya.
Persiapan Menuju Pendaftaran dan Koalisi
Menindaklanjuti keputusan tersebut, tim pemenangan internal akan segera dibentuk untuk menyusun strategi kampanye dan komunikasi politik. Sekar sendiri dijadwalkan akan melakukan safari politik ke sejumlah tokoh masyarakat dan partai politik lain guna membuka peluang koalisi. Diketahui, hingga saat ini belum ada partai yang secara resmi menyatakan bergabung, namun komunikasi dengan beberapa pimpinan partai di tingkat lokal sudah mulai dilakukan. Pengamat politik lokal menilai, langkah Golkar mengusung figur keturunan tokoh nasional sekaligus kader perempuan akan menambah warna baru dalam bursa Pilkada Solo yang kerap kali dianggap monoton.
Terkait dengan mekanisme pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar masih memiliki waktu untuk menerbitkan surat keputusan resmi sebelum batas akhir pendaftaran yang ditetapkan KPU pada September mendatang. Proses ini dinilai tidak akan menemui hambatan berarti mengingat pusat dan daerah memiliki komunikasi yang solid. "Kami optimistis dalam waktu dekat rekomendasi pusat sudah terbit dan Ibu Sekar dapat mendaftar tepat waktu," tutup Taufiqurrahman.
Dengan dikeluarkannya keputusan resmi ini, peta politik Kota Solo kini semakin dinamis. Masyarakat menanti langkah selanjutnya dari sang bakal calon, yang kini resmi mengemban mandat dari partai berlambang pohon beringin untuk membawa perubahan di kota batik.
Comments (0)