Gilang Bonatua Harahap Kembali Ikuti Seleksi Akpol, Berbekal Evaluasi Diri
Medan, 27 Juli 2026 – Gilang Bonatua Harahap (19), pemuda asal Kota Medan, Sumatera Utara, mengukuhkan tekadnya untuk menjadi perwira polisi dengan mendaftar seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) 2026....
Medan, 27 Juli 2026 – Gilang Bonatua Harahap (19), pemuda asal Kota Medan, Sumatera Utara, mengukuhkan tekadnya untuk menjadi perwira polisi dengan mendaftar seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) 2026. Pendaftaran ini merupakan upaya ketiga Gilang setelah dua kali gagal pada seleksi tahun 2024 dan 2025. Meski begitu, semangatnya tak pernah surut. "Setiap kegagalan adalah guru terbaik. Saya merasa lebih siap dan percaya diri sekarang," ujar Gilang seusai menjalani pemeriksaan kesehatan tahap awal di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin (27/7).
Kegigihan yang Ditempa Dukungan Keluarga
Perjuangan Gilang tidak lepas dari dukungan penuh kedua orang tuanya, H. Bonatua Harahap dan Nurlina Siregar. Sang ayah, seorang pengusaha kecil di bidang perdagangan hasil bumi, menegaskan bahwa keluarga tidak pernah menyerah dalam memotivasi putra sulungnya itu. "Kami selalu berdiskusi setiap selesai pengumuman. Saya bilang, kegagalan bukan akhir, justru menjadi batu loncatan. Selagi masih ada kesempatan dan umur mencukupi, teruslah berusaha," kata Bonatua saat ditemui di kediamannya di Medan Helvetia, Minggu (26/7). Ibu Gilang juga menyatakan bahwa mental anaknya semakin matang setelah dua kali gagal. "Dia lebih rajin belajar, lebih tekun menjaga fisik. Saya melihat perubahan besar," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Gilang diketahui telah mengikuti bimbingan belajar khusus, latihan fisik rutin, dan konsultasi psikologi pribadi selama setahun terakhir untuk memantapkan persiapan.
Persiapan Matang dan Evaluasi Diri
Dalam wawancara khusus, Gilang memaparkan evaluasi yang dilakukannya setelah seleksi 2025. "Waktu itu saya lolos tes akademik dan kesehatan umum, tetapi terhenti di tes psikologi dan wawancara. Saya kurang menguasai teknik pengendalian emosi dan cara menyampaikan visi dengan jelas," akunya. Berdasarkan catatan yang ia tunjukkan, Gilang menyusun rencana perbaikan sistematis. Ia mengikuti simulasi wawancara bersama mentor dari kalangan purnawirawan Polri, mendalami teknik deep breathing untuk stabilitas emosi, dan meningkatkan pemahaman tentang isu-isu kemanan nasional melalui diskusi kelompok. "Saya juga perkuat fisik. Lari 12 menit yang sebelumnya hanya mencapai 2.400 meter, kini bisa 2.850 meter. Itu hasil latihan interval setiap pagi," tambahnya. Gilang mengatakan keyakinannya bertambah karena pengalaman dua kali seleksi memberinya gambaran nyata tentang tekanan dan ekspektasi yang harus dipenuhi.
Apresiasi dari Polda Sumatera Utara
Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Dr. Ikhsan Baidawi, M.M., menyampaikan apresiasi kepada Gilang dan seluruh calon yang tak kenal menyerah. "Semangat pantang mundur adalah salah satu karakter yang kami cari pada calon taruna Akpol. Kami berharap Gilang bisa menjadi inspirasi bagi pemuda lain di Sumut," ujar Kombes Ikhsan melalui keterangan tertulis, Senin (27/7). Data dari SDM Polda Sumut menunjukkan bahwa pada gelombang penerimaan terpadu 2026, terdapat 872 pendaftar dari wilayah Sumut yang berminat masuk Akpol. Dari jumlah tersebut, hanya 15 hingga 18 orang yang akan direkomendasikan ke tingkat pusat untuk bersaing memperebutkan sekitar 250 kuota nasional. Polda Sumut menetapkan standar ketat: tinggi badan minimal 165 cm, nilai akademik rata-rata di atas 80, serta kebugaran jasmani dengan skor minimal 60. Gilang disebut telah memenuhi seluruh persyaratan administratif dan menjadi salah satu peserta yang diperhitungkan.
Tantangan dan Harapan
Gilang tak menampik bahwa persaingan menuju Akpol sangat berat. Ribuan pemuda dari seluruh Indonesia berlomba menunjukkan kemampuan terbaik. Namun, ia memilih fokus pada diri sendiri. "Saya sadar tidak bisa mengontrol hasil, tapi saya bisa mengontrol usaha. Selama masih diberi kesempatan, saya akan berjuang sampai titik darah penghabisan," tegasnya. Bila nanti diterima, Gilang bercita-cita menjadi perwira polisi yang mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, terutama di daerah terpencil. "Saya ingin mengabdi di wilayah perbatasan atau pedalaman. Di sana polisi masih menjadi tumpuan utama warga untuk mendapatkan rasa aman dan keadilan," katanya. Sementara itu, proses seleksi Akpol 2026 masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan dengan tahapan tes akademik, psikologi, kesehatan tingkat pusat, dan wawancara akhir di Markas Besar Polri. Polda Sumut menegaskan bahwa seluruh tahapan dilaksanakan secara transparan, bersih, dan bebas dari pungutan liar sesuai instruksi Kapolri. Masyarakat dapat memantau perkembangan seleksi melalui laman resmi penerimaan Polri.
Comments (0)