Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Ruteng Manggarai NTT, BMKG Imbau Waspada

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa p...

Aug 24, 2026 - 06:11
0 0
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Ruteng Manggarai NTT, BMKG Imbau Waspada

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa pusat gempa terletak pada jarak sekitar 38 kilometer di timur laut Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman yang terpantau pada lapisan kerak bumi dangkal. Getaran yang dirasakan masyarakat tersebut menjadi pengingat atas tingginya aktivitas seismik di kawasan kepulauan Indonesia bagian timur yang berada pada jalur pertemuan lempeng tektonik.

Berdasarkan data resmi yang dirilis BMKG, episentrum gempa terdeteksi pada koordinat lintang dan bujur yang berada di daratan maupun perairan sekitar wilayah Manggarai. Meskipun berkekuatan sedang, guncangan dilaporkan terasa oleh warga di sejumlah kecamatan, terutama yang berada di dekat pusat gempa. BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Peta Guncangan dan Skala Intensitas

BMKG menerbitkan peta guncangan (shakemap) yang menggambarkan sebaran intensitas getaran di wilayah terdampak. Berdasarkan pemetaan tersebut, guncangan dengan skala intensitas III hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity) diperkirakan dirasakan di wilayah sekitar pusat gempa. Pada skala tersebut, getaran terasa jelas di dalam rumah dan dapat menyebabkan benda-benda ringan yang tergantung bergoyang, meskipun belum menimbulkan kerusakan struktural yang signifikan pada bangunan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG setempat menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas seismik pasca-gempa utama. Tim teknis BMKG menindaklanjuti kejadian ini dengan melakukan analisis data gelombang seismik yang terekam oleh jaringan sensor di berbagai titik. Hasil monitoring sementara menunjukkan bahwa hingga saat ini belum terpantau adanya gempa susulan yang signifikan, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gempa bumi susulan yang umum terjadi setelah kejadian utama.

Imbauan Resmi BMKG kepada Masyarakat

Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat di wilayah terdampak. Pertama, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik, serta mengikuti arahan dari petugas dan aparat setempat. Kedua, warga dihimbau untuk menjauhi bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat guncangan, karena berpotensi runtuh pada gempa susulan. Ketiga, masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama yang mengklaim akan terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar atau tsunami.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan memastikan kebenaran informasi hanya dari kanal resmi BMKG,” ujar petugas BMKG dalam keterangan resmi.

BMKG juga menegaskan bahwa informasi resmi mengenai gempa bumi dan peringatan dini tsunami dapat diakses melalui kanal resmi lembaga tersebut, termasuk situs web, aplikasi, dan media sosial resmi. Lembaga tersebut mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan sumber informasi yang tidak resmi sebagai acuan, guna mencegah kepanikan yang tidak perlu di tengah masyarakat.

Konteks Seismik Wilayah NTT

Wilayah Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu daerah dengan tingkat aktivitas kegempaan yang tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan posisi geografisnya yang berada pada zona subduksi dan pertemuan lempeng tektonik aktif, sehingga gempa bumi dengan berbagai magnitudo kerap terjadi secara berkala. Kejadian gempa di wilayah Manggarai dan sekitarnya bukanlah hal yang baru, dan masyarakat setempat telah terbiasa menghadapi guncangan dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat upaya mitigasi bencana, termasuk edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian materiil, mengingat potensi gempa bumi di kawasan ini yang tidak dapat diprediksi secara pasti kapan terjadinya. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan akibat gempa Magnitudo 5,2 tersebut, dan BMKG terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User