Polri Siagakan 71.714 Personel dan Dua Helikopter Pemadam Karhutla

JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiagakan 71.714 personel beserta dua unit helikopter pemadam dan sejumlah drone untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berb...

Aug 24, 2026 - 08:04
0 0
Polri Siagakan 71.714 Personel dan Dua Helikopter Pemadam Karhutla

JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiagakan 71.714 personel beserta dua unit helikopter pemadam dan sejumlah drone untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Kesiapsiagaan tersebut diumumkan Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol Auliansyah Lubis dalam keterangan pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Minggu (23/8).

Auliansyah menuturkan, seluruh kepolisian daerah jajaran terus menggencarkan patroli, baik melalui jalur darat maupun jalur udara. Pemantauan dari udara tidak hanya mengandalkan helikopter, tetapi juga memanfaatkan drone yang mampu menjangkau area yang sulit dilalui kendaraan darat.

"Seluruh Polda jajaran kini aktif melaksanakan patroli, baik di darat maupun lewat udara, dengan memanfaatkan helikopter sekaligus drone," ujarnya.

Selain patroli rutin, Polri menerapkan mekanisme respons cepat ketika titik panas terpantau. Informasi awal dapat berasal dari deteksi satelit maupun laporan masyarakat. Setelah titik panas teridentifikasi, personel terlebih dahulu melakukan verifikasi di lapangan untuk memastikan lokasi tersebut benar-benar dilanda kebakaran sebelum pasukan pemadam dikerahkan.

"Informasi awal kami peroleh dari satelit dan laporan warga, lalu diverifikasi langsung di lapangan," tuturnya.

Deteksi Dini dan Verifikasi Titik Api

Tahap verifikasi dinilai penting agar sumber daya yang tersedia tidak terbuang percuma. Melalui mekanisme tersebut, setiap temuan satelit maupun laporan warga ditindaklanjuti secara berjenjang, mulai dari pengecekan langsung di lokasi hingga koordinasi dengan instansi terkait. Polri menegaskan koordinasi dengan pemerintah daerah juga terus dijalankan agar operasi pemadaman berjalan terpadu.

Dua Helikopter Water Bombing dan Drone Pemadam

Untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, Polri menyiapkan dua unit helikopter yang dapat dioperasikan untuk water bombing. Pesawat tersebut berperan menjatuhkan air dari ketinggian langsung ke area yang terbakar, sehingga efektif digunakan pada titik api yang berada di hutan lebat maupun lahan gambut.

"Kami mengalokasikan dua unit helikopter yang dapat dipakai untuk operasi water bombing," ujar Auliansyah.

Selain helikopter, Polri mengoperasikan drone hasil modifikasi yang dirancang khusus untuk pemadaman. Drone tersebut mampu terbang membawa delapan bola pemadam yang kemudian diarahkan dan dijatuhkan tepat pada titik api. Teknologi ini dinilai efektif untuk menjangkau lokasi kebakaran yang tidak dapat dimasuki personel maupun kendaraan darat.

"Kami juga memiliki drone modifikasi yang mampu membawa delapan bola pemadam untuk dijatuhkan ke titik api," jelasnya.

Polri turut menyiagakan ratusan pompa air portabel untuk menyuplai air ke titik kebakaran yang tidak terjangkau kendaraan pemadam. Peralatan ini menjadi andalan ketika sumber air berada cukup jauh dari lokasi kebakaran, mengingat medan di sejumlah daerah rawan karhutla cukup berat.

71.714 Personel Disiagakan

Dari sisi kekuatan personel, Polri menyiagakan pasukan secara nasional guna mendukung penanganan karhutla. Sebanyak 48.354 personel Korps Sabhara Baharkam (Korshabara) dan 23.360 personel Korps Brimob disiapkan untuk digerakkan sesuai kebutuhan di setiap daerah. Jika dijumlahkan, total kekuatan yang disiagakan mencapai 71.714 personel dari kedua unsur tersebut.

"Kami menyiagakan kekuatan penuh secara nasional, dengan personel yang siap bergerak kapan saja diperlukan," katanya.

Selain personel, Polri menyiapkan sejumlah peralatan pendukung operasi, antara lain alat bantu pernapasan (breathing apparatus), baju tahan panas, serta kendaraan taktis SAR karhutla berkapasitas 2.500 liter air dan 250 liter foam. Kelengkapan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan petugas saat beroperasi di area kebakaran.

Koordinasi dan Kesiapsiagaan Nasional

Dengan kombinasi patroli udara, teknologi drone, helikopter water bombing, serta kekuatan personel yang disiagakan, Polri menargetkan penanganan karhutla dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Auliansyah menegaskan seluruh kekuatan yang telah disiagakan akan terus dimaksimalkan sepanjang operasi berlangsung.

"Operasi akan terus dijalankan hingga titik api di berbagai wilayah berhasil dipadamkan," tegasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User