Pemkab Bogor Siapkan Armada Bus Listrik untuk Rute Wisata Puncak dan Depok

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan armada bus listrik khusus pariwisata yang direncanakan melayani koridor Stadion Pakansari menuju kawasan Puncak hingga perbatasan dengan Kabupaten...

Aug 24, 2026 - 07:49
0 0
Pemkab Bogor Siapkan Armada Bus Listrik untuk Rute Wisata Puncak dan Depok

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menyiapkan armada bus listrik khusus pariwisata yang direncanakan melayani koridor Stadion Pakansari menuju kawasan Puncak hingga perbatasan dengan Kabupaten Cianjur, serta lintasan Cibinong–Kota Depok. Rencana tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto pada Senin (24/8) dan menjadi bagian dari pengembangan transportasi publik ramah lingkungan di wilayahnya.

Kebijakan ini menindaklanjuti uji coba bus listrik yang sebelumnya telah berjalan di koridor Bojonggede–Sentul. Berdasarkan hasil uji coba itu, pemerintah daerah menilai layanan angkutan listrik layak diperluas, termasuk untuk kebutuhan sektor pariwisata yang selama ini masih mengandalkan kendaraan pribadi.

Kawasan Puncak selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit warga Jabodetabek, terutama pada akhir pekan dan masa liburan. Kehadiran angkutan umum berbasis listrik di jalur tersebut dinilai dapat menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

Rute Wisata dan Koridor Reguler

Menurut Rudy Susmanto, sejumlah unit armada akan dialokasikan khusus untuk melayani destinasi wisata. Ia menyatakan permintaan pengadaan unit khusus tersebut telah diajukan dalam tahap perencanaan pengembangan armada berbasis listrik.

Hingga saat ini, jumlah unit maupun jadwal operasional armada belum ditetapkan. Seluruh rencana masih berada dalam tahap kajian dan pembahasan lintas instansi, termasuk penyusunan skema kerja sama dengan calon mitra yang akan dilibatkan.

Selain rute menuju kawasan Puncak, Pemkab Bogor merancang beberapa jalur lain. Di antaranya rute yang menghubungkan Cibinong dengan Kebun Raya Bogor serta koridor Cibinong–Stadion Pakansari–Margo City di Kota Depok.

Pengembangan rute tersebut diharapkan menjadi alternatif transportasi publik bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan wisata. Di sisi lain, jaringan angkutan umum berbasis energi ramah lingkungan juga akan semakin luas dan menjangkau lebih banyak wilayah.

Komunikasi dengan Pengusaha Angkutan

Di luar layanan pariwisata, Pemkab Bogor juga membuka peluang pengembangan koridor reguler dari Bojonggede menuju kawasan pintu keluar Tol Citeureup. Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat saat ini masih membahas rencana pembukaan koridor tersebut.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pembahasan itu adalah keberadaan angkutan umum yang telah lebih dahulu beroperasi dan melayani masyarakat. Rudy Susmanto menegaskan pemerintah daerah tidak ingin kehadiran layanan transportasi baru justru mengganggu keberlangsungan usaha angkutan yang sudah ada.

Karena itu, komunikasi dengan para pengusaha angkutan akan segera dilakukan sebelum layanan baru dioperasikan. Bupati menegaskan roda perekonomian masyarakat tidak boleh berhenti dan inovasi layanan tidak boleh menciptakan tekanan bagi pelaku usaha yang telah beroperasi lebih awal.

Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara inovasi layanan publik dan keberlanjutan usaha masyarakat. Pemkab Bogor menilai kolaborasi dengan operator yang sudah berjalan akan memperkuat ekosistem transportasi secara keseluruhan.

Skema Kolaborasi dengan Swasta

Untuk pengadaan maupun pengoperasian armada bus listrik, Pemkab Bogor menyiapkan skema kerja sama dengan pihak swasta. Melalui pola tersebut, pemerintah daerah berharap kebutuhan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat ditekan.

Dalam skema kolaborasi itu, Pemkab Bogor dapat menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, seperti lahan parkir dan stasiun pengisian daya. Sementara itu, penyediaan unit kendaraan serta pengelolaan operasional menjadi bagian dari peran mitra swasta yang akan dilibatkan.

Skema pembiayaan yang melibatkan swasta dinilai lebih realistis mengingat keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Dengan pola kerja sama ini, risiko investasi dapat dibagi dan pelayanan dapat berjalan lebih efisien.

Peran Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dalam pembahasan ini cukup penting, mengingat sejumlah koridor yang direncanakan melintasi wilayah kabupaten dan kota. Koordinasi antarpemerintah daerah menjadi prasyarat agar rute yang dibuka nantinya terintegrasi dengan jaringan angkutan yang telah ada.

Rencana ini diharapkan berjalan dengan kajian yang matang, termasuk evaluasi terhadap trayek yang telah dilayani angkutan konvensional. Dengan demikian, perluasan layanan bus listrik dapat berjalan tanpa memicu persaingan yang merugikan operator yang telah beroperasi lebih dulu.

Langkah Pemkab Bogor tersebut sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam menghadirkan transportasi publik yang lebih modern, aman, dan ramah lingkungan. Apabila seluruh tahapan perencanaan selesai, layanan bus listrik diharapkan segera terwujud dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menuju kawasan wisata di Kabupaten Bogor dan sekitarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User