Israel Kembali Serang Gaza, Bocah Empat Tahun Tewas dan Tujuh Luka

GAZA — Dua serangan udara yang dilancarkan militer Israel terhadap sejumlah sasaran di Jalur Gaza pada Minggu (23/8/2026) menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia emp...

Aug 24, 2026 - 07:48
0 0
Israel Kembali Serang Gaza, Bocah Empat Tahun Tewas dan Tujuh Luka

GAZA — Dua serangan udara yang dilancarkan militer Israel terhadap sejumlah sasaran di Jalur Gaza pada Minggu (23/8/2026) menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia empat tahun, serta melukai tujuh warga lainnya. Operasi penyerangan itu berlangsung di tengah gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat dan menyusul ancaman Tel Aviv untuk meningkatkan operasi militernya sebagai respons atas peluncuran balon, drone, dan layang-layang dari Gaza menuju wilayah Israel.

Berdasarkan keterangan warga dan petugas medis yang dihimpun dari lokasi kejadian, kedua serangan tersebut menyasar kawasan Zawayda di Gaza tengah serta Kamp Pengungsi Nuseirat yang berada tidak jauh dari titik penyerangan pertama.

Kronologi Serangan Pertama di Zawayda

Serangan pertama menghantam sebuah bangunan di kawasan Zawayda. Menurut keterangan warga setempat, serangan dilancarkan tidak lama setelah militer Israel meminta para pemilik bangunan meninggalkan lokasi tersebut. Bangunan yang menjadi sasaran dilaporkan hancur dan hanya menyisakan tumpukan beton serta rangka baja yang rusak berat.

Petugas medis yang menangani lokasi kejadian menyatakan sedikitnya enam orang terluka akibat puing dan serpihan logam yang beterbangan hingga puluhan meter dari titik ledakan. Salah satu korban, Mohammad Abdel-Salam Taha, anak laki-laki berusia empat tahun, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit.

Warga di sekitar lokasi penyerangan menggambarkan suasana mencekam saat serangan berlangsung. Sejumlah warga berlarian mencari perlindungan, sementara tim penyelamat berupaya menjangkau korban di antara reruntuhan. Material bangunan yang hancur turut menyulitkan proses pencarian korban.

Seorang warga Palestina yang mengungsi dan berlindung di sekitar lokasi serangan, Abu Ahmed, menyampaikan kesaksiannya. Ia menegaskan bahwa gencatan senjata yang berlaku tidak memberikan ketenangan bagi warga, seraya menyatakan harapan agar masyarakat memperoleh solusi dan dapat hidup dalam kedamaian.

Serangan Kedua Menyasar Kamp Nuseirat

Serangan kedua dilaporkan menyasar Kamp Pengungsi Nuseirat, yang lokasinya tidak berjauhan dari titik serangan pertama. Pejabat kesehatan setempat menyatakan penyerangan tersebut turut menimbulkan korban, tetapi belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jumlah maupun identitas para korban.

Kamp Pengungsi Nuseirat merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Jalur Gaza yang kerap menjadi lokasi pengungsian warga. Penyerangan di kawasan tersebut menambah kekhawatiran akan meluasnya dampak konflik terhadap warga sipil yang tengah berlindung di sana.

Hingga berita ini diturunkan, militer Israel menyatakan bahwa kedua insiden tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada pernyataan resmi yang merinci sasaran operasi maupun hasil penilaian atas dua penyerangan tersebut.

Gencatan Senjata di Tengah Ancaman Eskalasi

Serangan terbaru ini terjadi kendati gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat telah menghentikan pertempuran skala besar dalam beberapa pekan terakhir. Israel sebelumnya menegaskan akan meningkatkan operasi militernya apabila peluncuran balon, drone, dan layang-layang dari Gaza ke wilayah Israel terus berlanjut.

Militer Israel juga menyatakan akan terus menyerang kelompok Hamas dalam kerangka kebijakan operasinya di Jalur Gaza. Keputusan melanjutkan serangan tersebut diambil di tengah tekanan diplomatik yang menyertai upaya mempertahankan kelangsungan gencatan senjata.

Di sisi lain, jatuhnya korban dari kalangan warga sipil, termasuk anak-anak, kembali menjadi sorotan organisasi kemanusiaan internasional yang selama ini menyerukan perlindungan terhadap penduduk sipil dalam setiap operasi militer. Kondisi itu dinilai berpotensi memperpanjang penderitaan warga yang telah menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar di tengah blokade.

Sejumlah pihak pun menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menindaklanjuti jalur perundingan guna mencegah meluasnya kembali konflik. Ancaman eskalasi yang dilontarkan Israel dinilai dapat menggerus kepercayaan terhadap keberlanjutan gencatan senjata yang telah menjadi sandaran upaya perdamaian di kawasan.

Situasi di Jalur Gaza sendiri telah lama menjadi perhatian dunia internasional. Berbagai upaya diplomasi terus dijalankan untuk menjaga agar gencatan senjata tetap bertahan, meskipun insiden di lapangan kerap menguji komitmen kedua belah pihak. Serangan terbaru ini menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan masih jauh dari mereda.

Sementara itu, warga Gaza di sekitar lokasi serangan masih berhadapan dengan puing-puing bangunan yang berserakan. Proses evakuasi dan penanganan korban terus dilakukan petugas medis setempat di tengah keterbatasan sarana dan kondisi lapangan yang sulit. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai langkah lanjutan yang akan diambil, sementara korban sipil yang kembali berjatuhan menjadi pengingat bahwa perdamaian yang diharapkan warga Gaza masih membutuhkan komitmen nyata dari semua pihak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User