Donny Taufanto Resmi Jabat Gubernur Universitas Republik Indonesia
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal Purnawirawan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, Selasa pagi. Dalam upacara ...
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal Purnawirawan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) di Istana Negara, Jakarta, Selasa pagi. Dalam upacara kenegaraan yang sama, Yos Sunitiyoso turut dikukuhkan sebagai Wakil Gubernur URI. Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan di lembaga pendidikan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan tersebut.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di hadapan sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pertahanan, pimpinan lembaga tinggi negara, serta para rektor dari berbagai universitas. Kedua pimpinan baru URI itu mengucapkan sumpah setia kepada Undang-Undang Dasar 1945 dan berkomitmen memajukan pendidikan nasional, khususnya di bidang pertahanan dan strategi maritim. Kehadiran dua figur sentral ini diharapkan mampu mendorong percepatan transformasi akademik di lingkungan URI.
Latar Belakang Akademik dan Kepemimpinan Militer
Gubernur URI yang baru, Donny Ermawan Taufanto, bukanlah sosok asing dalam lingkup pertahanan dan pendidikan tinggi. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan, posisi yang memberinya perspektif langsung tentang kebutuhan sumber daya manusia di sektor pertahanan. Latar belakangnya sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Udara dengan pangkat terakhir Marsekal turut memperkuat fondasi kepemimpinan yang berbasis kedisiplinan dan ketahanan mental. Selama bertugas di TNI, Donny dikenal aktif terlibat dalam program pengembangan pendidikan dan pelatihan prajurit, termasuk perumusan kurikulum Sekolah Staf dan Komando TNI. Pengalaman ini dinilai akan menjadi modal utama dalam membawa URI menjadi pusat keunggulan studi pertahanan dan keamanan.
Sementara itu, Yos Sunitiyoso yang mendampingi sebagai Wakil Gubernur URI membawa rekam jejak panjang di bidang akademik dan riset kebijakan publik. Kehadirannya mencerminkan upaya URI mengintegrasikan perspektif sipil dan militer dalam satu wadah kepemimpinan yang sinergis. Langkah ini sejalan dengan visi besar URI sebagai universitas riset yang menghasilkan pemikir strategis di bidang pertahanan, kemaritiman, dan geopolitik. Kombinasi keduanya diyakini para pengamat akan menciptakan dinamika kepemimpinan yang solid dan inklusif.
Transformasi Universitas Republik Indonesia di Era Baru
Universitas Republik Indonesia merupakan perguruan tinggi yang memiliki mandat khusus untuk menyiapkan kader-kader pemimpin di sektor pertahanan dan keamanan nasional. Lembaga ini terus bertransformasi dari akademi militer terbatas menjadi universitas riset multidisiplin yang membuka diri bagi mahasiswa sipil. Fokus kajian utama URI mencakup keamanan maritim, siber, dan industri pertahanan, dengan dukungan laboratorium dan pusat simulasi yang terintegrasi. Pelantikan Donny Taufanto diharapkan mempercepat pengembangan fakultas-fakultas baru, termasuk Fakultas Teknologi Pertahanan dan Fakultas Logistik Strategis yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun akademik mendatang.
Dalam sambutan singkat usai pelantikan, Presiden Prabowo menegaskan harapannya agar URI menjadi pilar utama dalam menyongsong kemandirian pertahanan nasional. “Universitas ini harus melahirkan inovator-inovator di bidang pertahanan yang akan memperkuat kedaulatan bangsa. Saya percaya kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru akan membawa lompatan signifikan,” ujar Presiden. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara URI dan industri pertahanan dalam negeri untuk mempercepat hilirisasi hasil riset. Rencana kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta perguruan tinggi luar negeri menjadi agenda prioritas jangka pendek.
Respons Strategis dari Pimpinan Baru
Gubernur URI Donny Taufanto menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program strategis yang telah dirintis serta mencanangkan sejumlah terobosan baru. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas sumber daya pengajar, modernisasi fasilitas pembelajaran, dan penguatan kemitraan dengan lembaga pertahanan internasional. “Kami akan bekerja keras mewujudkan URI sebagai world-class defense university. Ini adalah amanat yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Donny dalam konferensi pers singkat seusai upacara. Ia juga menyampaikan rencana pembukaan program pascasarjana baru di bidang keamanan energi dan manajemen bencana yang akan mulai menerima mahasiswa pada tahun 2027.
Wakil Gubernur Yos Sunitiyoso menambahkan bahwa transformasi digital akan menjadi tulang punggung pengembangan akademik URI. Platform pembelajaran daring yang telah dibangun akan diperluas guna menjangkau lebih banyak peserta didik dari seluruh Indonesia, termasuk para perwira TNI dan aparatur sipil di daerah perbatasan. Kurikulum adaptif yang responsif terhadap ancaman keamanan kontemporer juga sedang difinalisasi. “Kita memasuki era di mana ancaman hibrida dan keamanan siber menjadi fokus utama. URI harus menjadi garda terdepan dalam mencetak ahli yang mampu merespons tantangan ini,” ungkap Yos.
Upacara pelantikan berakhir dengan penandatanganan berita acara dan sesi foto bersama. Presiden Prabowo tampak berdialog singkat dengan kedua pimpinan baru tersebut, menunjukkan kedekatan dan arahan langsung terkait ekspektasi negara terhadap URI ke depan. Kehadiran Donny dan Yos di posisi puncak universitas ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara lembaga pendidikan tinggi dengan kementerian dan lembaga negara, khususnya dalam merumuskan kebijakan pertahanan yang berbasis riset.
Sejumlah pejabat yang hadir menyambut positif pembentukan tim kepemimpinan ini. Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, dalam keterangannya, menyatakan bahwa kombinasi figur militer dan sipil di pimpinan URI selaras dengan semangat reformasi pendidikan tinggi pertahanan. Dukungan anggaran dari pemerintah untuk pengembangan URI telah dialokasikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, mencerminkan komitmen serius negara dalam pengembangan sektor ini. Dengan nakhoda baru, Universitas Republik Indonesia bersiap memasuki fase percepatan menuju kampus bertaraf global yang menjadi kebanggaan nasional.
Comments (0)