Dini Yuliani, Pendamping Setia Bupati Purwakarta, Berpulang
PURWAKARTA — Kabar duka menyelimuti lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dini Yuliani, istri dari Bupati Purwakarta Saepul Bahri yang dikenal luas dengan sapaan Om Zein, dikabarkan mengembusk...
PURWAKARTA — Kabar duka menyelimuti lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dini Yuliani, istri dari Bupati Purwakarta Saepul Bahri yang dikenal luas dengan sapaan Om Zein, dikabarkan mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 28 Oktober. Kepergian sosok yang selama ini dikenal sebagai pendamping setia kepala daerah tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Purwakarta.
Informasi mengenai wafatnya Dini Yuliani mulai tersiar di kalangan pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat Purwakarta sejak Selasa petang. Sejumlah pejabat daerah, menurut keterangan yang dihimpun, telah menyampaikan ungkapan belasungkawa secara langsung maupun melalui pesan resmi. Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kabupaten Purwakarta belum merilis pernyataan resmi secara terbuka terkait kronologi maupun penyebab wafatnya istri Bupati tersebut.
Profil dan Latar Belakang Keluarga
Dini Yuliani dikenal sebagai figur yang menjaga privasi keluarga di tengah sorotan publik terhadap suaminya yang menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Ia berasal dari keluarga sederhana dan sejak muda telah menunjukkan karakter yang tenang serta rendah hati. Kedekatannya dengan Saepul Bahri terjalin jauh sebelum sang suami menduduki jabatan publik. Pasangan ini membangun rumah tangga dengan fondasi nilai-nilai keislaman yang kuat, sejalan dengan latar belakang Om Zein yang juga dikenal sebagai tokoh religius di wilayah Jawa Barat.
Selama mendampingi sang suami, Dini Yuliani jarang tampil di panggung politik maupun kegiatan seremonial pemerintahan secara berlebihan. Namun demikian, keluarga Bupati dan para pejabat di lingkungan Pemkab Purwakarta menempatkannya sebagai sosok sentral dalam menjaga keharmonisan internal. Ia kerap hadir dalam pertemuan-pertemuan informal maupun acara keagamaan, meski lebih memilih posisi yang tidak mencolok. "Beliau adalah sosok istri yang sangat mendukung setiap langkah Pak Bupati," demikian penuturan seorang pejabat Pemkab Purwakarta yang enggan disebutkan namanya, saat dihubungi pada Selasa malam.
Peran sebagai Isteri Kepala Daerah
Dalam kapasitasnya sebagai istri Bupati, Dini Yuliani turut terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan. Pengamat politik lokal mencatat bahwa meskipun tidak seterang sosok istri kepala daerah pada umumnya, kehadirannya justru menjadi penyeimbang bagi dinamika kepemimpinan Om Zein yang dikenal vokal dan kerap menuai kontroversi. Ia menjadi figur yang meredam gejolak melalui pendekatan personal yang hangat.
Di kalangan organisasi istri pejabat daerah, Dini Yuliani aktif dalam program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Meski tidak menduduki posisi struktural tertentu, kiprahnya dalam membantu masyarakat kecil di tingkat akar rumput mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Beberapa kali ia menyambangi langsung kelompok-kelompok pengajian ibu-ibu di pelosok desa, mendengarkan aspirasi, dan menyalurkan bantuan tanpa publikasi media yang masif. Pendekatan diam-diam namun menyentuh langsung inilah yang membuat banyak warga mengenangnya sebagai sosok ibu yang tulus.
Selain itu, Dini Yuliani juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan anak-anak di Purwakarta. Ia secara pribadi mendorong program beasiswa bagi pelajar kurang mampu melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga filantropi lokal. "Beliau tidak suka disebut-sebut, tapi banyak anak-anak yang terbantu pendidikannya berkat inisiatif beliau," ujar seorang aktivis sosial Purwakarta yang kerap berkoordinasi dengan keluarga Bupati.
Kepergian yang Menyisakan Duka
Kabar wafatnya Dini Yuliani pada Selasa, 28 Oktober, sontak mengundang gelombang belasungkawa dari berbagai pihak. Tokoh-tokoh politik di Jawa Barat, kolega Om Zein di dunia birokrasi, hingga masyarakat umum menyampaikan duka cita melalui berbagai kanal. Para pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Purwakarta langsung berkoordinasi untuk mempersiapkan prosesi pemakaman dan kegiatan penghormatan terakhir.
Dini Yuliani meninggalkan kenangan sebagai pendamping yang setia dalam suka dan duka, termasuk saat sang suami menghadapi berbagai dinamika politik yang kompleks. Sumber di lingkungan keluarga menyatakan bahwa hingga akhir hayatnya, ia tetap menjalankan peran sebagai istri dan ibu dengan penuh keteguhan. Warga Purwakarta yang pernah berinteraksi langsung menggambarkan almarhumah sebagai pribadi yang ramah, mudah tersenyum, dan tidak pernah membedakan status sosial dalam pergaulan sehari-hari.
Hingga artikel ini ditulis, prosesi pemakaman masih dalam tahap persiapan oleh pihak keluarga dan pemerintah daerah. Diperkirakan, jasad almarhumah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di wilayah Purwakarta, dengan upacara yang dipimpin langsung oleh tokoh agama setempat. Publik menantikan kehadiran sejumlah pejabat daerah dan tokoh nasional yang diprediksi akan hadir memberikan penghormatan terakhir.
Wafatnya Dini Yuliani tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar Bupati Purwakarta, tetapi juga bagi masyarakat yang pernah merasakan ketulusan dan perhatiannya. Sosoknya akan dikenang sebagai istri kepala daerah yang memilih jalan sunyi dalam mengabdi—jauh dari gemerlap publikasi, namun dekat di hati mereka yang pernah disentuh kebaikannya.
Comments (0)