Presiden Resmikan Lima Bendungan, Produksi Beras Diproyeksi Naik 1 Juta Ton
Lombok Barat, Apaberita – Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan strategis nasional di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (15/4/202...
Lombok Barat, Apaberita – Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak lima bendungan strategis nasional di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (15/4/2025). Keputusan ini ditetapkan untuk memacu kapasitas produksi beras nasional hingga 1 juta ton per tahun, sejalan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan.
Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan dari lokasi peresmian, Presiden menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air merupakan fondasi utama peningkatan produktivitas pertanian. “Hari ini kita buktikan bahwa pembangunan bendungan mampu memperluas areal tanam dan menjaga ketahanan pangan,” tegas Presiden. Hadir dalam acara tersebut Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Pertanian, sejumlah kepala daerah, serta perwakilan kelompok tani.
Lima Bendungan Penopang Produksi Pangan
Kelima bendungan yang diresmikan merupakan hasil pembangunan multi-tahun yang tersebar di lima provinsi. Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat memiliki kapasitas tampung 12,4 juta meter kubik dan direncanakan mengairi 1.519 hektare lahan pertanian. Bendungan Tiro di Aceh dengan daya tampung 41,6 juta meter kubik akan melayani irigasi seluas 4.500 hektare. Bendungan Karanganyar di Jawa Tengah menampung 18,2 juta meter kubik air, difungsikan untuk 2.100 hektare sawah. Bendungan Karian di Banten memiliki kapasitas 314 juta meter kubik mampu mengairi 22.000 hektare, sementara Bendungan Sadawarna di Jawa Barat menampung 44 juta meter kubik dengan cakupan irigasi 4.500 hektare.
Menteri Pekerjaan Umum menjelaskan, seluruh bendungan dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total biaya lebih dari Rp7 triliun. “Semua konstruksi telah melalui uji kelayakan teknis dan siap dialiri ke jaringan irigasi teknis,” ujarnya dalam rapat koordinasi sebelum peresmian.
Dampak pada Produksi Beras Nasional
Berdasarkan kajian Kementerian Pertanian, tambahan suplai air dari lima bendungan akan meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali setahun di sejumlah sentra produksi. Perhitungan tersebut menghasilkan proyeksi kenaikan produksi beras sebesar 800.000 hingga 1 juta ton per tahun, setara dengan lebih dari 3 persen produksi nasional saat ini. Menteri Pertanian menindaklanjuti arahan Presiden dengan menyiapkan program cetak sawah baru di sekitar daerah irigasi.
“Ini bukan sekadar target, melainkan keputusan politik yang harus dijalankan. Kami sudah mengalokasikan benih unggul, pupuk bersubsidi, dan pendampingan penyuluh untuk memaksimalkan hasil,” ujar Menteri Pertanian.
Komitmen Swasembada Pangan
Presiden Prabowo menekankan bahwa swasembada pangan adalah bagian dari kedaulatan negara. “Negara tidak bisa bergantung pada impor. Kita harus mampu memproduksi sendiri kebutuhan pangan rakyat,” kata Presiden. Pernyataan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang menegaskan kewajiban negara mewujudkan kemandirian pangan.
Rapat koordinasi terbatas yang digelar sebelum peresmian juga membahas percepatan pembangunan bendungan lain yang masih dalam tahap konstruksi. Fraksi-fraksi di DPR melalui rapat dengar pendapat telah menyetujui anggaran tambahan untuk irigasi tersier guna mengoptimalkan manfaat bendungan.
Dengan diresmikannya lima bendungan, pemerintah menargetkan pada tahun 2026 tidak ada lagi impor beras untuk kebutuhan dalam negeri. Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian strategi besar ketahanan pangan yang dijalankan kabinet. Total luas lahan yang akan terairi mencapai lebih dari 34.000 hektare, yang diyakini mampu memberi dampak signifikan pada kesejahteraan petani dan stabilitas harga pangan.
Baca juga:
Comments (0)