Trump Apresiasi Peran Prabowo dalam KTT Perdamaian Gaza
Washington, D.C. – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdam...
Washington, D.C. – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyampaikan apresiasi tinggi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza yang digelar di Gedung Putih, Senin (9/6). Pertemuan yang dihadiri sejumlah kepala negara dan pemerintahan itu menjadi panggung bagi Indonesia untuk menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong stabilitas kawasan Timur Tengah.
Dalam sesi pleno yang berlangsung selama hampir tiga jam, Trump menyebut nama Prabowo dua kali, menandakan bobot khusus yang diberikan Washington terhadap kepemimpinan Jakarta. "Presiden Prabowo adalah pemimpin luar biasa yang telah menunjukkan komitmen nyata terhadap perdamaian dan kemanusiaan di Gaza," ujar Trump di hadapan 15 pemimpin negara peserta KTT. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan peserta yang hadir.
Pujian Langsung dari Presiden AS
Trump tidak hanya menyanjung Prabowo secara personal, tetapi juga mengaitkannya dengan langkah konkret Indonesia. Ia menyoroti keputusan Indonesia mengirimkan kapal rumah sakit dan tim medis ke perairan Gaza pada Mei lalu, serta komitmen pendanaan rekonstruksi senilai 50 juta dolar AS yang diumumkan Prabowo dalam forum yang sama. "Indonesia di bawah Presiden Prabowo telah menjadi contoh bagaimana negara dengan mayoritas Muslim dapat memainkan peran konstruktif dan menjembatani pihak-pihak yang berseteru," tambah Trump saat menyampaikan pidato pembukaan KTT.
Pujian tersebut disampaikan dalam konteks pembahasan usulan gencatan senjata permanen dan rencana pembangunan kembali infrastruktur Gaza pascakonflik. Menurut rilis resmi Gedung Putih, KTT Perdamaian Gaza menghasilkan tiga dokumen kesepakatan awal, salah satunya mengenai pembentukan zona ekonomi khusus di Gaza selatan yang akan melibatkan investasi dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Prabowo didapuk sebagai salah satu inisiator klausul tersebut.
Peran Indonesia dalam Diplomasi Gaza
Kehadiran Prabowo di KTT ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri dan sejalan dengan kebijakan politik luar negeri bebas aktif. Kementerian Luar Negeri sebelumnya telah menggelar Rapat Koordinasi Khusus pada 5 Juni 2025 yang dipimpin langsung Menteri Luar Negeri Sugiono untuk mematangkan posisi Indonesia. Dalam rapat itu disepakati empat poin utama yang akan disuarakan Prabowo: gencatan senjata permanen, akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, rekonstruksi Gaza berbasis solusi dua negara, dan penolakan terhadap pemindahan paksa penduduk.
Di sela-sela KTT, Prabowo menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. "Indonesia tidak hanya berbicara, tetapi hadir dengan tindakan. Kapal rumah sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat telah beroperasi di perairan internasional dekat Gaza dan telah menangani lebih dari 2.500 pasien sejak Mei lalu," tegas Prabowo dalam pertemuan tersebut. Data dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan mencatat, misi kemanusiaan Indonesia telah menyalurkan 500 ton bantuan pangan dan obat-obatan per akhir Mei 2025.
Respon Pemerintah dan Dukungan Parlemen
Kepulangan Prabowo dari Washington disambut positif oleh para pemimpin fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa pujian Trump adalah bukti keberhasilan diplomasi Prabowo. "Ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri kita mendapat tempat terhormat di mata dunia. Pak Prabowo membawa marwah Indonesia sebagai bangsa besar yang berkontribusi pada perdamaian dunia," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (10/6).
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Utut Adianto, menyebut perlu ada sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk memperkuat diplomasi kemanusiaan. "Komisi I akan segera menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Menteri Luar Negeri untuk mendalami hasil KTT dan implikasinya terhadap politik dalam negeri. Dukungan parlemen penting untuk memastikan komitmen ini berkelanjutan," jelasnya.
Gedung Putih sendiri, melalui juru bicaranya, mengonfirmasi bahwa pertemuan antara Trump dan Prabowo juga membahas potensi peningkatan status kemitraan strategis Indonesia-AS. Kerja sama pertahanan, pendidikan, dan investasi energi bersih menjadi topik tambahan dalam sesi tertutup selama 45 menit. "Presiden Trump sangat terkesan dengan visi Presiden Prabowo tentang Indonesia Emas 2045 dan menawarkan dukungan perluasan akses pasar bagi produk halal Indonesia," ungkap rilis resmi Kedutaan Besar AS di Jakarta.
Dengan rampungnya KTT Perdamaian Gaza yang menghasilkan Deklarasi Washington 2025, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai kekuatan menengah yang aktif dalam tata kelola global. Apresiasi Trump menjadi modal politik bagi Prabowo untuk melanjutkan agenda internasionalnya, sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak mengenai ketegasan sikap Indonesia dalam isu Palestina. Kementerian Luar Negeri menjadwalkan ekspose hasil KTT kepada publik pada 12 Juni 2025 di Gedung Pancasila.
Baca juga:
Comments (0)