Profil Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Solo Sekaligus Ketua PSI

SOLO, Apaberita – Astrid Widayani resmi menyandang jabatan Wakil Wali Kota Solo mendampingi Wali Kota Respati Ardi setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah di Pendapi Gede Balai Kota Solo pada 20 ...

Jul 12, 2026 - 11:44
0 0
Profil Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Solo Sekaligus Ketua PSI

SOLO, Apaberita – Astrid Widayani resmi menyandang jabatan Wakil Wali Kota Solo mendampingi Wali Kota Respati Ardi setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah di Pendapi Gede Balai Kota Solo pada 20 Februari 2025. Pelantikan tersebut menandai dimulainya periode kepemimpinan baru hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024, sekaligus menempatkan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di posisi strategis pemerintahan daerah. Astrid, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Solo, menjadi figur perempuan pertama dari partai tersebut yang menduduki kursi wakil wali kota di kota bersejarah ini.

Kehadiran Astrid di lingkaran eksekutif Solo menarik perhatian publik bukan hanya karena asal partainya, melainkan juga karena latar belakangnya yang tidak sepenuhnya berasal dari dunia politik konvensional. Ia membawa kombinasi pengalaman profesional di sektor swasta dan rekam jejaknya sebagai penggerak organisasi perempuan. Berdasarkan dokumen resmi yang disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo, Astrid Widayani lahir di Surakarta pada 15 Juli 1982, menjadikannya berusia 42 tahun saat dilantik. Ia dikenal sebagai sosok yang vokal mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan penguatan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Jejak Pendidikan dan Karier Profesional

Astrid menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Surakarta sebelum melanjutkan studi sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah meraih gelar sarjana, ia tidak langsung terjun ke politik, melainkan membangun karier di dunia perbankan dan konsultan manajemen. Dalam rekam jejaknya, ia pernah menjabat posisi manajerial di sebuah bank BUMN dan kemudian menjadi konsultan pengembangan bisnis bagi perusahaan rintisan lokal. Pengalaman ini membentuk perspektifnya tentang tata kelola keuangan dan pembangunan ekonomi berbasis komunitas.

“Saya percaya bahwa tata kelola pemerintahan yang baik dimulai dari disiplin pengelolaan anggaran dan pemahaman mendalam tentang kebutuhan masyarakat,” ujar Astrid dalam pertemuan dengan pelaku UMKM di Pasar Gede, awal Februari 2025, sebelum pelantikannya. Ia menekankan, kebijakan publik harus mampu menjembatani antara aspirasi warga dan keterbatasan fiskal daerah. Komitmen ini selaras dengan visinya untuk menjadikan Solo sebagai kota yang inklusif dan berdaya saing, terutama di sektor ekonomi kreatif.

Kiprah di Partai Solidaritas Indonesia

Astrid bergabung dengan PSI pada 2019, tertarik oleh platform partai yang mengusung politik anti-korupsi dan kesetaraan gender. Dalam waktu singkat, ia dipercaya memimpin DPD PSI Kota Solo pada Februari 2022, menggantikan ketua sebelumnya. Di bawah kepemimpinannya, PSI Solo berhasil meraih tiga kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo pada Pemilu 2024, naik dari satu kursi pada periode sebelumnya. Capaian ini menjadi modal politik bagi Astrid untuk melaju dalam Pilkada sebagai pendamping Respati Ardi.

“PSI telah membuktikan bahwa kami bukan sekadar partai anak muda, tetapi mampu menghasilkan pemimpin yang siap bekerja untuk semua kalangan,” kata Astrid saat deklarasi pasangan calon di Loji Gandrung, Agustus 2024. Ia menambahkan, kolaborasi lintas partai menjadi kunci untuk mewujudkan perubahan di Solo. Pernyataan ini sekaligus menjawab keraguan sejumlah pihak terkait posisi PSI yang dikenal kritis terhadap praktik politik tradisional.

Keterlibatan Astrid dalam struktur partai tidak membuatnya meninggalkan akar aktivisme. Ia tetap aktif di Perkumpulan Srikandi PSI, sayap perempuan partai, yang fokus pada advokasi kebijakan perlindungan perempuan dan anak. Pada Oktober 2024, ia menginisiasi program “Solo Perempuan Mandiri” yang melatih lebih dari 500 perempuan pelaku UMKM dalam pemasaran digital dan akses permodalan. Program ini kemudian menjadi salah satu unggulan kampanyenya.

Komitmen sebagai Wakil Wali Kota

Dalam pidato perdananya setelah pelantikan, Astrid menegaskan tiga prioritas kerja: penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas layanan publik berbasis teknologi, dan pemberdayaan perempuan. “Kami akan pastikan setiap warga Solo, baik di pusat kota maupun di pinggiran, merasakan kehadiran pemerintah,” tegasnya di hadapan DPRD dan tamu undangan. Prioritas ini dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 yang sedang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Astrid mengklaim, pendekatan teknokratis yang ia bawa akan melengkapi gaya kepemimpinan Wali Kota Respati yang lebih populis. Mereka berdua, katanya, telah menandatangani nota kesepakatan pembagian tugas yang menempatkan Astrid sebagai koordinator bidang ekonomi, kesejahteraan sosial, dan transformasi digital. Dalam praktiknya, ia langsung turun memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah pada 3 Maret 2025, hanya dua pekan setelah dilantik.

Langkah cepat tersebut diapresiasi oleh Fraksi PSI di DPRD Solo. Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Solo, Andrie Prasetyo, menyatakan, “Ibu Astrid tidak butuh waktu lama untuk bergerak. Beliau paham betul dinamika birokrasi dan siap menjembatani eksekutif dengan legislatif.” Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr. Rina Widyastuti, menilai posisi Astrid yang merangkap sebagai ketua partai lokal sekaligus wakil wali kota merupakan konfigurasi yang menarik, meskipun berpotensi menimbulkan benturan kepentingan jika tidak dikelola secara transparan.

Tantangan dan Harapan

Sebagai pendatang baru di pemerintahan, Astrid dihadapkan pada ekspektasi tinggi publik terhadap perbaikan infrastruktur dasar, penuntasan masalah banjir, serta penataan kawasan kumuh di bantaran Bengawan Solo. Dalam Rapat Pleno DPD PSI Kota Solo, 10 Maret 2025, ia meminta kader partai untuk tetap menjadi pengawas kritis jalannya pemerintahan. “Saya tidak ingin partai tempat saya bernaung menjadi mandul hanya karena kadernya duduk di eksekutif. Kritik tetap harus disampaikan secara proporsional,” ujarnya tegas.

Dengan posisi ganda sebagai ketua partai dan wakil wali kota, publik akan terus memantau sejauh mana Astrid mampu menavigasi dua peran tersebut tanpa mengorbankan kepentingan umum. Satu hal yang pasti, kehadirannya menambah warna baru dalam panggung politik Solo, sekaligus menguji kapasitas PSI sebagai partai pengusung yang berhasil menghantarkan kadernya ke tampuk kekuasaan daerah. Tugas besar telah menanti, dan Solo akan menjadi saksi langkah Astrid Widayani selama lima tahun ke depan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User